

Sudah cukup lama saya mengamati perkembangan blogger di Indonesia. Hanya saja kadang malas memberikan komentar. Ternyata perkembangan blogging di Indonesia sudah jauuh berkembang pasca Pesta Blogger 2007. Walaupun saya juga ikut hadir tapi saya tidak tahu sampai dimana “Suara Baru Indonesia” ini.
Beberapa perkembangan seputar blogger minggu-minggu ini cukup seru termasuk pertemuan Pak Menkominfo Muhammad Nuh yang berbicara soal Undang-Undang dan pemblokiran yaouTube dll.
Terakhir hari ini aku baca punya Bupati MP, Pak Budi yg geram dengan blokir, juga Ndoro Kakung, dan satu kalimat yang mnurut Ndoro perkataan Pak Menteri yang menggangguku :
“saya bahkan mendorong blogger itu sebagai komunitas baru untuk menyebarkan fungsi pendidikan, pemberdayaan, dan memberi fungsi pencerahan masyarakat. Semua itu dikemas dalam bingkai membangun bangsa. Oleh sebab itu blogger itu part of our family.”
Bukan soal familinya tetapi seberapa jauh kita sudah memberikan tiga hal diatas “Fungsi pendidikan, Pemberdayaan dan Pencerahan” …
“Kita ? Loe aja kali gwe enggak ”
![]()
Memang tantangan itu tidak mudah untuk dijadikan bukti otentik bahwa kita (halllah kita lagi !), memang sudah menjadi bagian penting di Negeri Indonesia tercinta ini ? Dan memang harus diperhitungkan oleh Indonesia (Menkominfo).
OK deh mungkin anda pernah lihat gambar dibawah ini. Kalau saja interaksi kita masih hanya dari kita untuk kita, maka kalau jumlah blooger di Indonesia hanya interaksi -1 saja. Artinya selama ini blogger hanya ngomong didalam.
Tentusaja dalam belantara blogosphere ini blogger tidak benar-benar memberikan tiga point diatas dalam skala Indonesia. Coba tengok siapa yang berkomentar dalam blogmu.
Cara mudah adalah, apa saja yang anda tuliskan dalam blog anda selama ini ? Siapa saja yang datang di blog anda, siapa saja yang koment di blog anda. Apakah mereka komunitas blogger, ataukah komunitas non blogger ? Ketika satu orang memberikan komentar lebih dari 3 dalam tulisanmu, itu bisa mungkin dapat diartikan kita hanya ngobrolin sendiri tentang diri kita. Dan mungkin kurang nyambung dengan tiga point Pak Menkominfo. Inilah pentingnya Web-statistik untuk memberikan “angka” dimana angka ini menjadi dasar dalam berbicara.
Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada blogger khusus berbicara pendidikan looh, tetapi kalau aku iseng-iseng menengok BOTD ternyata yang seru hanyalah berbicara issue terkini (termasuk filem FITNESS
Mungkin ada yang jago SEO dapat membuat statistik untuk blogger Indonesia. Berapa jumlah pengakses internet di Indonesia, berapa bloggernya, siapa saja yang akses tulisannya, apa saja yang ditulisnya (kan ada tag). Jadi cobalah melakukan survey sehingga yang muncul adalah angka !.
Kalau dahulu disini : My view of Blogosphere (2) -Bangun euy ! saya menulis dengan 9% pengguna internet di tahun 2007 saat itu, berapa sih bloggernya?. Kata Enda Nasution baru 130.000. Apa mungkin memberikan Suara Baru Indonesia ?
Jawabku sih, mungkin. Caranya, ngomong duonk !!
Sekarang saya menantang … eh tepatnya mengajak, dink !




Ahahaha… salah tulis masuk bui ga?
Oleh: CY on April 10, 2008
at 8:23 am
masuk bui ngeri juga tuh ……………
Oleh: andzsr on April 10, 2008
at 11:11 am
maaf pak , saya baru sampai di sini
Oleh: realylife on April 10, 2008
at 1:48 pm
Yuk mariii,….mari berbagi dan saling mencerahi (
Oleh: avartara on April 11, 2008
at 3:00 am
Siap, berdiskusi. Apapun.
Oleh: hari M on April 11, 2008
at 7:48 am
Mpean sudah sampe mana mas
Oleh: rachmawan on April 11, 2008
at 10:46 am
semua tergantung nichenya, sebagaimana dalam dunia nyata dimana kita memiliki level kenyamanan dalam berinteraksi.
meski tidak semua, tapi kebanyakan komentator di blog kita biasanya memiliki alur “pikir” sejenis..
yang sukanya misuh2, ya komentatornya ya biasanya suka misuh-misuh, karena niche-nya yang sama
yang sukanya religi totok, ya komentatornya ya bakalan setipe …
yang sukanya X, komentatornya yang bertipe X …
ini yang biasanya tak cermati …
Oleh: Andri Setiawan on April 12, 2008
at 1:21 pm
tapi susahnya pakdhe… pengguna internet non blogger masih emoh bedain opini sama fakta. Kalau saya ngomongin opini terhadap sesuatu yang kontroversial malah dimarah-marahin. Dianggap sok tau lah, sok pinterlah.
Kalau gitu gimana bisa mendidik masyarakat supaya lebih cerdas. Lah bolehnya cuma ngomong sesuai silabus aja.
Tapi saya setuju ungkapan harusnya kita bisa bikin pengguna non blogger lebih cerdas! Jangan sekedar jadi diari aja.
Oleh: hariadhi on April 16, 2008
at 9:53 am
sepertinya saya pernah masuk ke sini..
kapan ya? tolong diingatkan..
Oleh: masbadar on Mei 8, 2008
at 1:59 pm
alo[img]http://yelims1.free.fr/Banane/Banane14.gif[/img]
Oleh: e on Mei 8, 2008
at 2:25 pm
pernah mendengar 4 pilar negara……
mungkin blog bisa jadi yang ke 5
setuju ?
Oleh: rezi on Mei 16, 2008
at 6:24 am
sejauh sepengamatan saya, kebanyakan blog hanya dijadikan salah satu (lagi) alat untuk berkomunikasi melalui dunia maya.
yang serieus kayak pakde masih bisa di hitung sama jari
tapi apakah yang 68%
itu mau ngikutin sarannya om mentri? itu sama aja dengan minta anak-anak di perempatan yang hobinya cekakak cekikikan ngomong ngalor ngidul gitar-gitaran supaya baeknya diskusi aja nginget-nginget lagi pelajaran disekolah
Oleh: MaIDeN on Mei 18, 2008
at 3:18 pm
[...] saya yang lain kemarin mengirimkan pengingat, berupa tautan dari tulisan lama Rovicky, geolog yang pandai bercerita itu, yang mempersoalkan “suara baru Indonesia”. Apa [...]
Oleh: Paman Tyo » Blog Archive » Kepartaian dalam Blog on Juli 7, 2008
at 5:04 am
Menurut saya sih nge-blog ya bebas-bebas saja lah ya. Tapi berhubung dengan perkembangan perblogan, ya kenapa juga tidak menjadi pertimbangan. Memuat fungsi pendidikan, pemberdayaan dan pencerahan memang agak sulit, kecuali kalo kita (kita?,, elo kali gue ngga…) memang berniat sangat untuk itu. Jadi apakah blog yang sudah ada dengan ke-egosentrisan nya itu bisa dikatakan bagian dari ‘Suara Baru Indonesia’?. Dengan alasan : ngeblog kan sama saja dengan menulis, menulis itu kan bagian dari belajar, belajar itu kan bagian dari pendidikan. Jadi ga perlu khawatir mau nulis apa aja di blog. Blog blog guee…. Hehe.
Iya saya setuju dengan teks cetak tebal itu, Tulislah … tapi jangan tentang dirimu saja !.
Oleh: kuya on Juli 8, 2008
at 6:01 am
sekarang blog juga digunakan untuk meningkatkan rating site kita ya..
Oleh: lowogan kerja on Juli 10, 2008
at 9:04 am
blog identik dengan kenarsisan ?
Oleh: adit on Juli 11, 2008
at 5:42 pm
g smua blog narsis.. tapi banyak yang narsis ngeblog..
Oleh: farieh on Juli 18, 2008
at 11:27 am
[...] Sepertinya tema kali ini menjawab tantangan Pak Menkominfo sewaktu membuka Pesta Blogger 2007, tahun lalu. Waktu itu tema Pesta adalah “Suara Baru Indonesia” dan Pak Menkominfo menantang dengan tiga hal “Fungsi pendidikan, Pemberdayaan dan Pencerahan”. Tiga hal itu aku catat khusus disini : Hay, Blogger Sampai Dimana Kamu ? [...]
Oleh: Pesta Blogger-2008 - “Blogging for Society”, apa pula itu ? « Dongeng Geologi on Juli 20, 2008
at 1:48 am
Salam
Ok..ok..jangan hanya narsis, gitu kali yak
Oleh: nenyok on Juli 20, 2008
at 5:46 am
tulislah, tapi jangan tentang dirimu saja…
Tertohok…
Oleh: ManusiaSuper on Juli 20, 2008
at 1:57 pm
hmmm alhamdulillah udah nulis yang ngga cuma diriku saja hehe:)
Oleh: onearly on Juli 21, 2008
at 8:27 am
Hi webmaster!
Oleh: Kazelsfx on September 21, 2008
at 5:57 pm
Kalo nulis tentang hasil pemikiranku, dan hal-hal yang menarik minatku, apa itu termasuk dalam kategori menulis tentang diriku dan masuk golongan blogger narsis?
hiks…
Oleh: maztegh on Oktober 15, 2008
at 3:59 am
MazTegh
Menurutku narsis itu ngga salah kok. Boleh aja. Wong itu natural bin alamiah. Bahwa manusia itu senang disanjung.
Kalau menulis sesuai minat, lah iya lah. Semua menulis karena dorongan diri sendiri kan ? Entah karena dibayar atau karena ingin disanjung, atau berbagi, atau apapun lah salasannya.
Mnurutku blogger yang bermasalah itu blogger yang ngga pernah posting :p
Oleh: Rovicky on Oktober 15, 2008
at 4:06 am