Sains ini menjelaskan fenomena alam ini dengan jalan “thimik-thimik”, sangat perlahan-lahan, membutuhkan waktu. Dan buanyak sekali gejala-gejala alam yang masih belum bisa dijelaskan dengan sains. Namun saya yakin suatu saat nantinya sains akan menjelaskannya. Ntah kapan, bisa jadi sepuluh, seratus atau bahkan seribu tahun lagi.
Gempa 50 tahun lalupun belum diketahui karena tektonik, lah wong teori tektonik juga baru 50 tahun lalu juga kok. Jadi 75 tahun yang lalu kalau ada gempa besar, maka orang barat termasuk Amrik, Jerman, dan Jepang menganggapnya gejala alam yang “unknown”.
Perkembangan manusia sejak sperm hingga fetus juga merupakan misteri yang perlu dikuak satu demi satu, sehingga manusia dapat memanfaatkan pengetahuannya.
Banyak ragam cara untuk membuktikan mana yang benar mana yang salah. Sains memang bukan satu-satunya cara untuk membuktikan sebuah “kebenaran” (maupun kesalahan) tetapi saya yakin dengan sains bisa mengarahkan ke kebenaran itu.
Berjalankan kamu dimuka bumi ini sehingga kamu tahu bagaimana bumi itu diciptakan … lah kalau cuman diem manthuk2 ya ngga ngerti-ngerti. Berjalan disini bisa diartikan banyak hal, bisa saja dimaksudkan sebagai pelajarilah, selidikilah atau bahkan jalanilah perjalanan hidupmu …
Jangan mudah menyerah … Tapi juga jangan ngawur !
Memang membawakan sesuatu yang masih kontra (kontroversial) saat ini bukan hal mudah. Hanya keyakinan diri yang seringkali mampu merawat ide-ide baru dan ide-ide gila. Tetapi selalu saja akan ada restriksi yang dihadapi ketika mencoba membuat ide dan impian gila menjadi kenyataan.
Disisi lain membawakan hal yang masih membingungkan juga jangan ngawur. Bukan berarti karena apa yang anda lakukan ngawur-awuran, tetapi menjelaskan dengan ngawur alias grusa-grusu justru tidak akan menjadikan sebuah penemuan akan terus berkembang dan dimanfaatkan.
waddduh, wis ah .. kok dadi ceramah filsafat ![]()


ngga ceramah filsafat kok pakdhe..
justru mencerahkan..
Oleh: saesa on Juni 3, 2008
at 4:20 pm
Termasuk juga pejelasan bahan bakar dari air dan warisan emas 18.000 trilyun itu.
Oleh: adipati kademangan on Juni 4, 2008
at 11:42 pm
Termasuk juga perjalanan para ahli kimia masa lalu yang ingin mengubah batu menjadi emas…
dan dimasa kini yang ingin mengubah air menjadi emas hitam (alias minyak)…
ya ngga Pak Dhe…?
Oleh: japat30 on Juni 19, 2008
at 1:52 am
MNA TEMPENYA…………….!
Oleh: thinx_speed on Nopember 24, 2008
at 1:19 pm
aq koq ra dikeki
Oleh: fghps on Februari 16, 2009
at 9:16 am
kalaw bisa ada sexnya gw yakin pasti banyak orang yang melihatnya
Oleh: dian diana on Maret 19, 2009
at 9:35 am