Oleh: Rovicky | Desember 18, 2010

Perilaku sosial kucing


Apakah kucing seperti aku ini binatang sosial? Apakah kucing hewan soliter? Apakah mereka independen? Apakah kucing menerima kucing lain ke dalam rumahnya? Apakah kucing berjuang untuk dominasi? Apakah kucing bisa dilatih?

Jawaban atas pertanyaan ini adalah ya dan tidak.

hihihi susyah ya …? Lah wong kucing itu punya personaliti beda-beda.

Soliter Animal

Kucing memang termasuk spesies bersendiri (soliter animal). Tapi kami-kami kaum kucing dapat dan memang hidup dalam kelompok. Hal ini tampaknya membingungkan bagi kamu karena kamu adalah makhluk sosial dan memiliki waktu, yang pastinya kamu-kamu sulit memahami dan menerima struktur sosial yang berbeda. Berbeda dengan rekan kami hewan peliharaan, anjing, juga merupakan hewan sosial atau suka berkumpul. Dia pas dengan cara kamu  berpikir dan hidup. Kucing tidak. Kami berbeda.

Manusia cenderung melihat hewan peliharaan sebagai orang kecil dengan emosi manusia dan sesuai kebutuhannya. Ketika seekor kucing tidak menerima atau menjadi teman dengan kucing baru yg dibawa pulang, manusia akan otomatis berpikir ada sesuatu yang salah dan bahwa kedua kucing tidak akur. Itu karena manusia mengaplikasikan pada kucing standar manusia untuk mengatakan apa itu “kebahagiaan.”

Kucing dapat hidup berkelompok tetapi tidak harus.

Untuk mengisi kebutuhan sosial / hewan berkelompok seperti manusia dan anjing, hidup dan bekerja sebagai sebuah kelompok adalah sebuah kebutuhan. Proses domestikasi memfasilitasi interaksi sosial kucing adalah dengan kucing lain dan manusia.

Anak kucing biasanya cukup ramah dan lucu dengan kucing lain dan keluarga manusia. Mereka berpartisipasi dalam fungsi keluarga. Manusialah yang mengabadikan sifat-sifat anak kucing melalui perawatan berkelanjutan dan bermain dengan mereka. Anak kucing matang secara fisik, tetapi mental mempertahankan perilaku kucing seperti apa adanya saja. Kucing mempertahankan perilaku anak kucing seperti menyesuaikan diri dan mungkin lebih memilih hidup kelompok.

Pose dengan Boss Mbak

Jadi ingat, ya !. Kucing memiliki struktur sosial berbeda dengan manusia, memiliki teritorial. Punya daerah kekuasaan.


Responses

  1. kucing-kucing indonesia kurang ditata sering disuap ma tikus, lalu tikus-tikus menjarah hak rakyat

  2. hehe, kucing memang hewan yg lucu :)

  3. Seperti lobster juga kalau gitu punya daerah teritorial
    Btw manusia juga ada yang ngerasa punya teritorial di negeri ini. Moga2 mereka bisa bijaksana mengerjakan tanggung jawab mereka.

  4. Kucing hewan pemalas,suka bermain.

  5. Semua kucing itu baik, kecuali kucing garong.. hahaha kayak lagu aja..

  6. Salam kenal …

  7. Benar sekali gan!! biasanya anak kucing memang memilih untuk berkelompok dengan kucing lainnya atau saudaranya sendiri!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: