Oleh: Rovicky | November 16, 2006

Harus dibedakan atau sama saja ?


 

On 11/16/06, moh. tasfin <m_tasfin@ > wrote:
>
> pak Mezlul..terima kasih usulannya..boleh pak silahkan diganti istilahnya..
> mungkin ‘penjelasan’ or ‘penerangan’ kali ya pak
>
> Mezlul Arfie <mezlul.arfie@ > wrote:
>
> Sedikit comment aja…
>
> Mungkin kata pencerahan diganti dgn kata2 lain? Pencerahan ini adalah kata2 yg cukup populer dan valid dikalangan ummat kristen. Kita kan nggak sama dgn mereka…..
>

Denmas Latif pernah cerita ke aku tentang istilah serta adab ini, tapi ku lupa-lupa ingat (banyak lupanya🙂

Kok beda sih ?
Tapi ya itu sih ndak apa-apa … biasa saja buatku, ada yg enggan menggunakan “istilah nasrani” entah apapun alasannya seperti yg ikutip mas Mezlul. Ada yang tidak ambil pusing soal istilah (saya termasuk kali ya).

Mengapa perlu dibedakan istilah Nasrani dan Islam.
Yen tak pikir-pikir …. Pada jaman Nabi dulu, banyak sekali persamaan ibadah ritual yang dilakukan sebelumnya, baik yang asli ajarannya Nabi Ibrahim maupun ajarannya Nabi Isa (termasuk yang masih asli dan yang sudah nyeleweng) termasuk juga ada ibadahnya pagan wektu jaman Jahiliyah itu. Salah satu contoh mudah adalah perubahan kiblat …s eru nih ! (gara-gara si MangkuSulimin memasalahkan kiblat kraton, nih🙂.

Mengapa umat Islam menghadap ke Ka’bah, padahal sebelumnya ke Masjidil Aqsa ?
– “Apakah bener harus Ka’bah?

+ “Lah iya wong “ada ayatnya! Walaupun ayat tersebut didahului dengan “Kemanapun kamu menghadap
itulah kiblat “.

!– D([“mb”,”!!” Menurut kisah, nabi pernah memohon (cmiiw), namun baru mendapat
wahyu ketika sedang sholat di masjid dua kiblat itu…. ini sejarahnya
yg kutau … tinggal dikritik dan dikoreksi kalau salah.

Jadi ada sesuatu yang harus dibedakan, apalagi wektu itu …
keseragaman dan pembeda sangat diperlukan. Supaya para pengikut ini
jelas akan terlihat siapa yang muslim dan siapa yang kafir. Hanya
dengan melihat kiblatnya saja.

Hal yang sama kalau anda perhatikan adab berdoa
Bagaimana tangan umat Islam? menengadahkan tangan
Bagaimana umat Budha? Tangan didepan ditangkupkan
Bagaimana kristiani ? Bagaimana Hindu ?
Semua memiliki agama adabnya sendiri2

Yang menarik disini ….. apakah kalau kita kliru tangannya trus
doanya tidak diterima .. whuallah hualam .. aku ga ngerti, mohon
pencerahan .. upst !! mohon dijelaskan🙂

Nah, bagaimana dengan istilah ?
Aku kasih contoh istilah ALLAH .. dulu Nasrani tidak pernah
menggunakan istilah/kata ALLAH, tetapi mereka sekarang menggunakannya.
Dulluuuu skali bahkan jaman Ibrahim (menurut sejarah) belum ada
istilah ALLAH tetapi disebut YHWH, ada yang menyebutnya YAHWEH. lah
wong huruf itu berkembang terus, kita membacanya belum tentusama
lafalnya …🙂

Nah seberapa perlu kita menghususkan diri istilah Islami dan non
Islami ? … terserah saja … aku ngga ngerti yang bener dan salah.

Personal preferences and psychological group.
Aku sendiri tidak mementingkan simbol dan istilah karena makna lebih
berkesan buatku .. ini personal saja. Secara psikologi aku memang
tidak pernah mementingkan simbol, tetapi akupun harus sadar, ada
pribadi lain yg secara psikologi sangat perlu simbol2. Psikological
grup ini juga kersaning Allah (sunattullah), kita ndak bisa menolak
perbedaan ini begitu saja.

Mempelajari adanya perbedaan itu mudah (tinggal baca buku atau tanya),
tetapi menerima orang lain yang kebetulan berbeda itu yang sulit (aku
termasuk yang kesulitan🙂, Terutama ketika kita bermaksud
membetulkannya, dan tiba-tiba orang tersebut menolak ..:( .
(easy to know, hard to understand)

Jadi mana yang perlu dan tidak ?
its up to you

Maaf kalau berkenan🙂

“,1] ); //-Namun kalau ditengok-tengok selanjutnya terkesan ada juga maksud “demi keseragaman” dan “pembeda”, saya rasa sebuah ide bagus, entah ide muhammad atau ide Gusti Allah … perubahan Kiblat ini merupakan sebuah “gerakan besar!!” Menurut kisah, nabi pernah memohon (cmiiw), namun baru mendapat wahyu ketika sedang sholat di masjid dua kiblat itu…. ini sejarahnya yg kutau … tinggal dikritik dan dikoreksi kalau salah.

Jadi ada sesuatu yang harus dibedakan, apalagi wektu itu … keseragaman dan pembeda sangat diperlukan. Supaya para pengikut ini
jelas akan terlihat siapa yang muslim dan siapa yang kafir. Hanya dengan melihat kiblatnya saja.

Hal yang sama kalau anda perhatikan adab berdoa
Bagaimana tangan umat Islam? menengadahkan tangan
Bagaimana umat Budha? Tangan didepan ditangkupkan
Bagaimana kristiani ? Bagaimana Hindu ?
Semua memiliki agama adabnya sendiri2

Yang menarik disini ….. apakah kalau kita kliru tangannya trus doanya tidak diterima .. whuallah hualam .. aku ga ngerti, mohon
pencerahan .. upst !! mohon dijelaskan🙂

Nah, bagaimana dengan istilah ?
Aku kasih contoh istilah ALLAH .. dulu Nasrani tidak pernah menggunakan istilah/kata ALLAH, tetapi mereka sekarang menggunakannya. Dulluuuu skali bahkan jaman Ibrahim (menurut sejarah) belum ada istilah ALLAH tetapi disebut YHWH, ada yang menyebutnya YAHWEH. lah wong huruf itu berkembang terus, kita membacanya belum tentu sama lafalnya …🙂

Nah seberapa perlu kita menghususkan diri istilah Islami dan non Islami ? … terserah saja … aku ngga ngerti yang bener dan salah.

Personal preferences and psychological group.
Aku sendiri tidak mementingkan simbol dan istilah karena makna lebih berkesan buatku .. ini personal saja. Secara psikologi aku memang tidak pernah mementingkan simbol, tetapi akupun harus sadar, ada pribadi lain yg secara psikologi sangat perlu simbol2. Psikological grup ini juga kersaning Allah (sunattullah), kita ndak bisa menolak perbedaan ini begitu saja.

Mempelajari adanya perbedaan itu mudah (tinggal baca buku atau tanya) tetapi menerima orang lain yang kebetulan berbeda itu yang sulit (aku termasuk yang kesulitan🙂, Terutama ketika kita bermaksud membetulkannya, dan tiba-tiba orang tersebut menolak ..:( .
(easy to know, hard to understand)

Jadi mana yang perlu dan tidak ?
its up to you

Maaf kalau berkenan🙂


RDP

“,0] ); D([“ce”]); //–>


Responses

  1. Yang jelas, setiap pemeluk agama apapun juga, kalau berdoa meminta sesuatu kepada Tuhannya “mesti dan selalu” dengan NADA MEMERINTAH, misal dengan kata: Ya Tuhan…. BERILAH kami anu.. anu…dst.atau JANGANLAH masukkan kami dalam cobaanMU , LINDUNGILAH kami…., DENGARKANLAH permohonan kami…., KABULKANLAH doa kami . . ., AMPUNILAH dosa kami . . .,TUNJUKKAN kami jalan yang benar…., TERANGILAH hati kami….dsb dsb.Pokoknya semua diungkapkan dalam kata PERINTAH !
    Jadi, manusia itu ternyata suka MEMERINTAH Tuhannya dan kalau manusia tak dikabulkan keinginannya oleh Tuhannya, hal itu sudahlah wajar sebab mana ada Yang Maha Kuasa kok diperintah umat ciptaannya.Jadi tidaklah herankalau banyak permintaan manusia tidak dikabulkan Tuhan,walau sudah berdoa thermimil.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: