Oleh: Rovicky | Desember 7, 2006

Adam punya wudel


WudelGara-gara pertanyaan seorang kawan yang menggelitik di e-mail :

> Pertanyaan ini saja mungkin susah dijawab: Apakah Adam a.s. punya wudel (puser) ?

Halllah iki aneh-aneh wae

Kalau wudel itu yang ditanyakan Kang Latip ini aku jawab mudah “secara logika” evolusi -> Adam punya wudel !! Ingat ini secara logika evolusi. Bukan soal percaya ngga percaya … ilmu bukan untuk dipercaya, ilmu logika hanya untuk dipahami sebagai bekal hidup (mnurutku). Karena aku (merasa) bisa mengerti proses evolusi, lagi ini soal logika, bukan kepercayaan looh, bahwa Adam (manusia pertama) merupakan hasil proses evolusi.

Namun kesadaran (consciousness) Adam sebagai manusia itulah yang diberikan kepada Adam oleh Allah SWT. Akhirnya wujud binatang si Adam, berubah menjadi “manusia” Human not just a man … dan jelas bukan binatang lagi. Dimana awal munculnya rasa, curiousity, kepasrahan pada kejadian alam dan lain-lain.

Concoiusness” (kesadaran) atau kalau Kang Latip bilang “aha” ini adalah hidayah … inilah yang muncul dalam diri manusia setelah diberikan Allah SWT. Allah memberikannya dalam bentuk mboh piye carane (science ndak nyampe kesana) … yang aku yakin munculnya juga dalam waktu luaaama sekali, sebagai sebuah kejadian “proses“. Bukan sebuah kejadian “ujug-ujug mak blug !

Menurut pemahamanku (bukan keyakinanku) … Allah menciptakan manusia dengan proses evolusi. Jadi evolusipun miliknya Allah. Proses evolusi inipun merupakan bagian keciiiil dari proses “sim salabim”, eh “kun fayakun“. Jadi bukan berarti proses evolusi ini meniadakan peran Gusti Allah, kan ?

Yang kadang sulit malah menjawab apakah Adam itu “ada” sebagai manusia riil ataukah simbol sebagai “metafor” untuk mempermudah pemahaman ?

Suangat banyak metafor2 dalam Al Quran yang “pemahamannya” juga evolutif, atau berkembang. Misal transfusi darah yang dulu pernah dianggap haram sekarang malah dianjurkan menjadi donor darah, walaupun menjual darah dan organ masih diharamkan.

Islam itupun juga tidak ujug2 datang dari Kanjeng Nabi Muhammad, wong kita tahu ibadah haji itu ritual mengikuti ritualnya Nabi Ibrahim a.s. kok. Jadi Islam perlu dipahami sejak dari Adam hingga Islam yang dinyatakan sempurna ketika datangnya kanjeng nabi Muhammad SAW. Menurut aku .. ini pemahaman tukang minyak … mempelajari perkembangan Islam sejak Muhammad hingga kini saja tidak akan utuh memahami keseluruhan Islam.

Bahkan semestinya akan lebih utuh lagi kalau mempelajari Islam sejak awal penciptaan awal semesta.Kalau percaya ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad tentunya juga percaya dengan ajaran yang dibawa Nabi Ibrahim. Nah perjalanan nabi-nabi ini kalau ditelusuri juga berkembang evolutif. Termasuk diharamkannya minuman keras atau khamr juga evolutif. Bahkan kalau dipelajari dengan teliti, kita akan lebih mengerti kenapa babi diharamkan. Tahukah anda bahwa dahulu daging sapi-pun pernah diharamkan dalam perjalanan ajaran Ibrahim (Ajaran Samawi) ?

Dan ada satu hal yang penting … kebenaran itu tidak hanya miliknya logika, tetapi aku yakin dengan logika akan membawa ke kebenaran.

Tulisan yang berhubungan :

gambar http://www.fotosearch.com/


Responses

  1. Kesuwen le ngenei penjelasan, lha mbok d jawab lngsung “nduwe” ngunu rampung kok, jiandd


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: