Oleh: Rovicky | Januari 31, 2007

Carilah tuhanmu .. Dia yg menemukanmu


Ada seorang kawanku yang protes gara-gara sebuah tulisan yang menurut beliau ini menjadikan sesorang berpikir bahwa tuhan tidak ada.

Waddduh masak hanya dengan tulisan Gusti Allah jadi hilang sih ?
aku sih jawab aja santai :

Betapa kecil dan remehnya “Tuhan”-mu Friend.
Masak sih …. Hanya dengan sebuah tulisan saja sudah gemeter ketakutan hilang eksistensinya.

Sakjane kasusmu ini mirip seperti Ibrahim ketika “mencari Tuhan“. Betul mencari Tuhan. Ibrahim “menemukan Tuhan Matahari”, tetapi ketika malam berganti menjadi “Tuhan Bulan”. Tapi pas gerhana kemudian diganti “Tuhan bintang” akhirnya berubah menjadi “tuhan matahari” lagi … karena siang hari .. akhirnya Ibrahimpun bersaksi “tidak ada tuhan selain TUHAN” ….

Tuhan, apapun definisi yg sudah kamu berikan boleh saja Allah, Yahweh, Gusti or what ever ….semestinya bukan hal yg statis.

Akan lebih “kuat” seandainya konsep Sang Tuhan itu dinamis. Kalau Tuhan-mu sudah “bergetar” akibat olah pikir yang nyleneh dikit saja, maka kita geser ‘konsep’ tuhan ini kearah lain yg membuat konsep ketuhanan lebih kuat.

Kalau Tuhan bergetar akibat teori evolusi, maka ita geser saja konsep ketuhanan kita kearah yg lain, Tuhan diatas konsep evolusi, tuhan diatas konsep big-bang, diatas konsep ruang waktu.

Tidak ada kata “tuhan sebelum big-bang”
Tidak ada kata “tuhan setelah big-bang”
Bagi-Nya …
dari awal dan akhir hanyalah sebuah titik !!

Carilah tuhanmu .. Dia yg menemukanmu
Kejarlah tuhanmu … Dia yg menangkapmu

Demikian khotbah jumat kali ini

RDP

Iklan

Responses

  1. Dalam konteks mencari Tuhan ,TRIO BIMBO berkata,”aku jauh, Engkau jauh..aku dekat , Engkau dekat …..”

  2. Psk Dhe,
    Kalo kita sering bicara tentang tuhan, apalgi sering nyebutnya…tuhan tuhan tuhan tuhantuhantuhantu, nanti malah yg ketemu hantu…hehehe…

    Memang, tak sedikit orang/muslim yg hati2 bahkan sampai melarang utk membahas masalah “tuhan”. tapi menurutku sebaiknya kita perlu empelajarinya. tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka ibadah hanya rutinitas gugur kewajiban. betul gak pak dhe?

    Ada sebuah pengalaman, ketika msh kuliah dulu, dalam acara outbond di kebun teh Lawang, Malang. di dekatku ada teman aktivis LDK, aku bergumam:”Banyak orang bilang adanya alam semesta ini adalah bukti adanya Allah. Tapi, kalau alam ini gak ada, apakah Allah jg gak ada atau tetep ada?” Temanku tadi langsung reaktif, “sudah2, gak usah bpikir macam2. Kita jalanin aja kewajiban kita.”

    Kenapa kita perlu mempelajari Tuhan (bahasa santrinya: ma’rifatullah)? menurut (pengetahuan)ku, AGAR KITA TIDAK GAMPANG KAGETAN, GUMUNAN ATO DUMEH. Ada sebuah tulisan, perkataan, pertanyaan… langsung reaktif dan menghukumi: bid’ah, sesat, kafir, dlsb.
    dan yg terpenting AGAR KITA TIDAK MUDAH TERSESAT.

    Ulil Albaab adalah orang2 yg menggunakan akal/ rasional/logika secara maksimal utk menemukan Allah melalui ayat/tanda EksistensiNya yg ada di alam semesta.

    Suwun.

  3. tanyakan pada Ahli fisika Quantum dari apakah alam semesta ini terbentuk ,jawabnya energi, dari apakah tubuh ini ,rumah ,mobil terbentuk jawabnya energi,tanyalah apakah yg tidak bisa hilang dari awal sampai akhirnya jawabnya Energi,

    opo hubungane ..yo wis pikir sendiri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: