Oleh: Rovicky | Mei 26, 2007

Berdoa buat apa atau buat siapa ?


pray1.gifApa iya kalau sesuatu didoain trus bisa terjadi dan berhasil dengan baik ?

Berdoa memang bukan sesuatu yang bersifat ilmiah yang dapat diverifikasi dengan pengamatan fisis, penelitian maupun hanya dengan statistik sekalipun. kalau saja dihitung berapa orang yang berdoa itu berhasil, dan berapa orang yang berdoa itu gagal, hasil statistiknya pasti akan diragukan. Mungkin fifty-fifty atau paling banter 51 : 49ย  beda tipis.

Seekor mobil yang mogok didoain sama kyai mapun orang bhiksu, ditambah pendeta sekampungpun ya ngga bakalan bisa jalan. Tetapi mendoakan sorang montir agak bisa memberbaiki mobil mogok masih ada kemungkinan berhasil. Berdoa mnurutku memang semestinya supaya Pak Montir dapat bekerja dengan tenang sehingga dia dapat menemukan kesalahan atau kerusakan yang ada pada mobil yang mogok itu. Nah kalau Pak Montir bekerja tidak tenang barangkali memperbaiki dengan grusa-grusu mungkin saja tidak akan tuntas memperbaiki mobilnya.

Jadi doakan Si Montir, jangan mobil mogoknya yang dibacain jompa-jampi !

pray3.gifpray4.gifBerdoa itu salah satunya memberikan semangat supaya menguatkan mental atau spiritual manusia. Membaca mantra itu yang bermakna jompa-jampi ke benda mati itu adalah berdoa untuk berhala yg kurang tepat dalam memberikan makna apa itu berdoa.

Berdoa bisa untuk orang lain bisa juga berdoa untuk diri sendiri. Kalau aku berdoa untuk diriku supaya kalau gagal tidak sakit hati atau tidak menyesal walaupun gagal. Dan aku juga hanya berdoa supaya kalau berhasil tidak tinggi hati.

– ๐Ÿ™‚ “Looh Dhe, ada ngga yang berdoa supaya tidak berhasil ?”
+ ๐Ÿ˜€ “Waddduh berdoa gagal itu namanya bukan berdoa lah yaw. Berdoa selalu bermakna untuk berhasil, tole”.
– ๐Ÿ™‚ “Ya, deh, semoga sukses ya, dhe”

Nah bagaimana dengan istigosah berdoa supaya lumpur bisa mampet ?
menurutmu siapa yang harus didoakan ?

Iklan

Responses

  1. pejabatnya yang di doakan ben bisa tenang tur mboten grusa-grusu (nek mleset yo larang je biayanya ๐Ÿ˜ฆ )trus..dapet solusi yg bijak + tepat..hehehe.. ๐Ÿ™‚ … semoga-Insyaallah

  2. Pak, lalu bagaimana dengan sholat meminta hujan (sholat istisqo’) ?

  3. Wah pinter kamu Andreas, karena Sholat minta hujan (istisqo) itu ada tuntunannya.
    Makna hujan di dalam Islam itu banyak salah satunya hujan sebagai rejeki, air sebagai sumber kehidupan dll. Walaupun ada makna rejeki kalau hujannya kebanyakan malah menjadi bencana (banjir longsor dll).
    Istisqo bukan hanya doa tetapi sholat, dimana ada terkandung makna kepasrahan, bukan hanya meminta (doa). Doa cenderung dimaknai “meminta” ada sdikit yg berbeda dengan sholat.
    Saya berpikir bahwa istisqo adalah bagian kepasrahan dan keihlasan pada alam.

  4. Kalo soal ada tuntunan atau tidaknya saya masih bisa paham Pak. Sholat istisqo’ ada tuntunannya sedangkan istighotsah, emm… tidak ada (bid’ah?). ah, tapi kalo bahas soal itu nanti melebar kemana-mana ya Pak ๐Ÿ™‚

    Yang belum saya tangkap dari penjelasan Bapak adalah soal makna itu pak. Tentang hanya “meminta” dan “kepasrahan”. Apakah setelah sholat istisqo’ dilakukan sesuatu sebagai bentuk ikhtiarnya? atau bahwa ada keikhlasan dalam menghadapi kemarau setelahnya? terus perbedaan riilnya bagaimana itu Pak?

    Wah saya memang masih harus banyak belajar soal makna dibalik tindakan ini Pak ๐Ÿ™‚

  5. Wah sebelumnya harus aku wanti-wanti dulu kalau aku ini bukan ahli agama looh Mas Andreas. Jadi pendapatku ini bukan pedoman agama, hehehe ngeri aja kalau aku juga salah nanti mbalah dosa.
    Tapi kita barengan bertukar pikiran, ya.

  6. hahaha… iya Pak. Kelihatan dari penggunaan istilah Pak Rovicky yang lebih “universal”.

    Jadi memang kita sedang bicara soal makna ya Pak? Bahwa manusia itu sudah dikasih akal mbok ya dipakai buat mikir. Jangan semua-muanya minta harus mak bleg terus kesampaian. Kalau sudah dikasih tools ya pakailah untuk memecahkan masalahnya.

    Kurang lebih begitu ya Pak?

  7. Kalau menurut saya, berdoa itu adalah bentuk komunikasi dengan Tuhan. Jadi seperti dua sahabat yang bercakap-cakap. Karena Tuhan begitu ingin kita intim dengan-NYA, jadi kita harus sering berkomunikasi (berdo’a) padanya, hal itu menunjukkan bahwa kita sebagai makhluk ciptaannya tergantung pada sang Pencipta kita.

    Jadi, dalam doa bisa jadi sebuah permintaan, ucapan syukur, atau sekedar menyapa Tuhan .

    Namun, sepertinya (yang saya alami sendiri atau mungkin anda2 juga) , kabanyakan kita lebih banyak meminta daripada mengucapkan syukur atas kebaikan-Nya hari lepas hari, minta itu dan minta ini, gak salah sich kayaknya, tapi gimana ya?

  8. Sepengetahuan saya (yg dangkal ini), doa adalah inti ibadah. Artinya apapun persembahyangan yg kita lakukan, intinya kita sedang berdoa (meminta) kepada Yang Maha Kuasa. Termasuk sholat itu juga doa. Coba kita pahami bacaan dlm sholat, semua berupa lafadz doa.

    Sedang doa itu merupakan wujud, bukti dan simbol dari jati diri kita sebagai hamba dan ciptaan yg tdk punya apa2, yg lemah, yg bodoh, yg tergantung, dan yg relatif, yg selalu membutuhkan Sang Absolut, Yang Maha Kuasa. Singkatnya kepasrahan, tawakkal, ketundukkan.

    Kepasrahan jgn diartikan fatalis. Tawakkal itu kan artinya “ikat dulu untamu, baru kamu pasrah pada Tuhan”, demikian sering ustadz bilang.

    Pak Dhe, kalo menurutku sih, memang berdoa itu bukan utk sesuatu. Tapi lebih tepatnya, berdoa agar sesuatu itu menjadi bermanfaat/berkah buat kita.

    Siapa tahu setelah kita berdoa, kita ditunjukkan ternyata mogoknya mobil ini karena akinya yg perlu diganti, atau bensinya habis,dll.

  9. Al baqarah 186: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

    jadi kita memang perlu berdoa dan itu memohon …kewajiban mutlak manusia kepada tuhan nya…

  10. […] Berdoa buat apa atau buat siapa ? […]

    • Pak Dhe, tidak ada batasan doa itu untuk apa dan buat siapa. Kalau saya mikir malah Tuhan akan balik bertanya, “….kamu maunya apa? Supaya tidak gempa? gampang kok, hukum alam itu Aku yg bikin… Tektonik lempeng itu Aku yang ngatur….”

  11. si pak dhe bisa aja, kadang ilmiah itu gak sanggup buat ngukur hal yg ghoib deh

  12. Makasih…

    Indonesia Page – All About Indonesia
    The Adsense Site – Guide to Online Adsense Earning


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: