Oleh: Rovicky | Juni 13, 2007

Gendruwo KKN !


https://i0.wp.com/www.poster.net/simpsons-the/simpsons-the-scream-4900914.jpgMengikuti diskusi di Mailist Migas Indonesia disini ini aku malah gedeg-gedeg, sambil geleng-geleng gundul yg udah kehilangan rambut ini. Ada sebuah diskusi berjudul Re: [Oil&Gas] Bisakah kita melakukannya?Nasib Migas di Indonesia

 

 

Ada yang bilang :” Nah makanya BUMN nya “terlihat” bersih2, tidak KKN dll….pokoknya bagus deh. Coba semua vendor transparan dan tidak KKN

Yang lain ada yang nimpali Justru saya, saksi hidup, melihat dan mengalami apa yang disebut KKN itu disalah satu BUMN terkemuka dinegri tercinta kita, PLN. Saya pernah dihire …”

Whaddduh, kalau ada apa-apa soal Indonesia ini knapa selalu yg dituding si Gendruwo satu ini sih ? Apa iya KKN doank yang menjadi sumber masalah di negeri ini ? Apa ngga ada soal lain yang perlu dibenahi ?

Gendruwo ini emang beneran deh … ngga pernah muncul sebagai barang yang bisa diraba, ngga selalu bisa dibuktikan keberadaannya, lah wong benda ini termasuk berbangsa nini-thowok !!! … sesuatu yang ditakuti tetapi hanya ada dalam acara tipi doank ! Kalau sudah mulai uji nyali di pengadilan selalu saja ngilang. Demikian pula KKN, selalu muncul di koran, mailist serta obrolan cangkrukan. Begitu balik pulang kerumah ngorok lagi, besok dateng ke kantor ngantuuk trus ke warung ngopi …. ngobrolin si gendruwo lagi ! Tapi si Gendruwo KKN tetep saja ndak bisa ditemukan, walaupun hanya ujung jarinya.

Sekali lagi aku ini sering termangu dan bertanya-tanya, apa iya sih problem utama di Indonesia ini KKN ? Dan yang buikin prihatin ketika hal yang lebih penting dan terlupakan adalah “apakah segalanya akan beres ketika tidak ada KKN ?” Jangan-jangan KKN ini hanya dihembuskan dan terpelintir (terpolotisir) menjadi sesuatu yang justru menurunkan morale dan modal bangsa saat ini. Banyak negara yang tidak masuk nominasi dalam soal KKN di dunia ini yang masih berkutet pada masalah ekonomi negaranya. Sedangkan potensi modal bangsa ini sakjane jauuuh lebih banyak, justru morale (semangat juang) yang merusak nilai modal bangsa ini.

Saya kadang pingin berpikiran terbalik … bisakah bersikap “ah peduli setan dengan KKN yang penting apakah langkah-lagkah yang diambil itu bermanfaat untuk Indonesia”. Phobia dan alergi akut akan KKN justru menjadikan kaki-kaki ini sulit untuk melangkah …. Lah wong perusahaan migas raksasa Amrik juga ikutan masuk ke Iraq lewat pemerintahan juga atas dasar kolusi dan nepotisme antara bisnis dan politisi (plus militer) kok. Biarin saja yang menang tender anak presiden atau anak pejabat asalkan masih bermanfaat. Mobil Proton (Perusahaan Otomotif Nasional) di Malaysia juga menjadi besar atas dukungan nepotisme dengan pemerintah dan pejabatnya. Dan hampir semua perusahaan raksasa dunia selalu memanfaatkan kedekatan dengan pemerintahnya yang menjadikan perusahaan ini bisa berkembang dan membanggakan negaranya.
Mestinya sih diskusi itu juga bukan hanya sekedar pertanyaan “bisakah kita …?”
Tetapi “bagaimana kita melakukannya ?
Sukur-sukur ada yg berani menulis … “begini looh caranya … !”


Responses

  1. ini response selanjutnya yang kutulis atas tanggapan yang lain

    Re: [Oil&Gas] Gendruwo KKN –> Bisakah kita melakukannya?Nasib Migas di Indonesi

    Mas Zein
    Yang anda tuliskan dibawah soal markup itu namanya MALING !! itu namanya NYOLONG, yang menangani tidak harus sampai membentuk KPK-pun bisa kalau anda mengkonotasikannya sebagai tindakan colong jupuk (mencuri !)

    Sedangkan bangunan yang ambrol dalam waktu 3 bulan tu barangkali akibat tindakan yg “TIDAK PROFESIONAL !” Seorang akuntan profesional tentunya mudah menemukan penyimpangan soal
    keuangan. Seorang insinyur teknik sipil semstinya mudah menjelaskan adanya perhitungan konstruksi yang salah.

    Kalau anda bertanya :
    Quote — Sekarang saya kembali bertanya, kenapa Indonesia kalah bersaing dengan China dan Vietnam dalam menarik investor asing ??
    –end Quote
    Saya pikir yang lain malah bisa balik bertanya “Kenapa kita harus menarik investor asing ?”

    Dua pertanyaan diatas akan beresiko akan mengundang diskusi panjang yang ada seleseinya, kalau ngga jadi debat kusir. Karena kedua pertanyaan bisa bermakna benar, dan bisa pula bermakna salah. Jadi jawaban soal mengundang investor bukan sekedar benar dan salah, dan bukan sekedar kalah dan menang dalam persaingan.

    Karena dari sisi Indonesia, pertanyaan yang lebih cerdas harus mampu harus mampu dijawab adalah … “Manakah yang lebih menguntungkan buat Indonesia ? Apakah mengundang investor ataukan mengerjakan dan membiayai sendiri ?”

    Kalau Malaysia menjawab dengan memberikan ke Proton plus proteksinya (yang berbau KKN tentunya), yang penting (saat ini) hampir semua rakyat Malaysia memilki mobil. Walaupun sekedar mobil kancil (city car). Indonesiapun pernah menjawab hal yang sama dengan menggandeng
    Korea, tetapi lagi-lagi yang terjadi TIDAK menjalankannya dengan PROFESIONAL. Seperti kata mas Zein mengerjakan dengan “asal-asalan !”.

    Saat ini terjadi perang dagang antara Amerika dengan Cina. Kalau anda mengikuti berita YahooNews saja mudah mendapatkan peringatan FDA soal pasta gigi Cina dan beberapa produk Cina yang dilarang masuk ke Amrik. Menurt FDA barang-barang itu mengandung zat berbahaya dan beracun !
    Yang membuat daftar bahan yang dicekalnya ya Amrik sendiri, sehingga Cina terjerat dengan daftar itu. Hal yang sama dengan ISO-ISO an itu. Semua barang yang tidak sesuai ISO dilarang di”konsumsi”. Padahal itu secara global merupakan bentuk proteksi terhadap sebuah “serangan
    perdagangan” saya lebih suka menyebutkan TRADE ATTACK !. Kan lucu sebuah produk dilarang dikonsumsi karena prosesnya tidak mengindahkan masalah HSE (safety). Produk sepatu dilarang dipakai karena pekerjanya tidak dilindungi HAM. Memang sepertinya melindungi pekerja, lah kalau
    produknya saja trus ngga dibeli si pekerja tambah nganggur total !!!
    Sebuah produk dilarang di”konsumsi” karena prosesnya tidak mengindahkan lingkungan (tidak lolos ISO). YA jelas karena mereka sudah mampu mengindahkan lingkungan tentunya “hanya mereka” yang lolos aturan ISO, kan ?

    Yang diatas itu adalah sebuah bentuk proteksi yang sakjane ya berbau KKN tetapi legal terorganisir rapi dan dijalankan dengan PROFESIONAL !!. Karena kita diawali KKN tetapi tidak dijalankan profesional ya amburadul …

    Mas Zein sudah menjawab soal kepastian hukum. Mungkin “PROFESIONAL” ini salah satu jawaban lain kenapa kita tidak perlu takut dengan Gendruwo KKN asalkan bekerja secara profesional !
    Lainkali mungkin akan muncul jawaban2 lagi … mengapa Gendruwo KKN tidak perlu dijadikan sebagai “memedi sawah !” (penakut burung) yg menghalangi langkah.

    salam

    RDP

    On 6/14/07, Zein Wijaya <zein_wijaya@…> wrote:

     Pak Rovicky,
     Kalo boleh berpendapat, saya setuju dengan komentar Pak Rovicky bahwa KKN
    itu ada dimana mana…
     Saya setuju sekalipun di negara maju kayak US atau malaysia sekalipun…KKN
    tetap ada. Cuma kalau kita amati, KKN yg mereka lakukan kira kira bagaimana bentuknya apakah hanya sekedar memasukkan sanak keluarganya bekerja atau dibantu pegawai pemerintahnya memenangi tender / proyek atau ???

     Tapi setelah mereka dibantu memenangkan proyek, apakah mereka mengerjakan proyek itu dengan profesional atau asal asalan.. Selama ini saya jarang sekali mendengar, kalo proyek yg dilakukan di luar negeri bermasalah…Selain itu mereka enggak akan berani mark up besar besaran, umumnya proyek di luar negeri diaudit oleh lembaga yg kredibel dan profesional..jadi kalaupun ada KKN, mungkin kecil kecilan dan enggak keterlaluan…

     Kalau di Indonesia, kita bisa saksikan jenis KKN yg dilakukan : umumnya yg dilakukan adalah Markup project dengan jumlah gede gedean (misalnya reasonable project seharga 1 milyar dimark up seharga 3 milyar atau lebih), Yg konyol setelah dimark up,  pelaksanaan projectnya juga asal asalan..bisa dilihat bagaimana quality project di Indonesia terutama proyek jalan jalan raya gedung sekolah etc…Baru dibangun 4 bulan udah hancur…
     Kalo masalah tersangka kita udah bisa saksikan sendiri satu demi satu pejabat birokrasi yg ditahan..

     Sekarang saya kembali bertanya, kenapa Indonesia kalah bersaing dengan China dan Vietnam dalam menarik investor asing ??
     Kalau kita tanya kepada rekan rekan investor asing (saya pernah tanya kepada beberapa teman dari US/Europe yg saya kenal), kenapa sich negara kalian enggak tertarik investasi di indonesia, mereka cuma bilang : Investasi di negara mu terrlalu beresiko
    dan berbiaya tinggi

     Kenapa beresiko ?? Karena tidak ada kepastian hukum..hukum bisa dijadikan bahan mainan…perjanjian yg sudah disepakati bisa diputar balikkan dengan alasan apapun (dengan alasan tidak sesuai kepentingan rakyat), mestinya kalo memang ada keberatan keberatan, perjanjian tidak usah ditanda tangani…
    Lihat saja contoh nyata kasus meruya : Nyata nyata tanah yg bersertifikat bisa  dikalahkan oleh secarik surat girik,dan banyak lagi kasus yg tidak bisa saya sebutkan  disini

    Yg kedua kata mereka adalah : Investasi di Indonesia berbiaya tinggi, mungkin ada rekan rekan yg pernah ngurus izin usaha atau izin export pernah mengalami ini..berapa banyak uang yg harus dikeluarkan untuk menyogok pejabat pejabat yg berwenang..
     Kalo ini mau dilaporkan berapa banyak orang yg harus dilaporkan karena terus terang budaya korupsi di negara kita sudah mendarah daging…
    Apa kita harus melaporkan setiap pegawai kelurahan,kecamatan, akbupaten etc yg memungut iuran diluar iuran resmi…

     Apa kita mau menutup mata dengan semua ini ??
     Coba kita renungkan kenapa negara kita selama dekade ini kalah bersaing segalanya dengan negara lain ?? Kenapa China dan India bisa berkembang pesat..apa yg salah dengan kita…penduduk mereka lebih banyak dari penduduk Indonesia…tapi kenapa investor asing lebih senang masuk kesana. Mereka bisa maju karena investasi banyak masuk kesana sehingga roda perekonomian bisa berkembang

     Satu lagi pertanyaan yg selalu mengganjal di hati saya : selama ini saya setia membayar pajak kepada negara tercinta, tapi apa yg saya dapatkan dari pembayaran pajak tsb..
     nol besar…
     Saya tidak menginginkan timbal balik dari pajak yg saya bayarkan cuma saya ingin pemerintah bisa memberikan pendidikan dan kesehatan gratis kepada rakyat miskin..
     Tapi apa yg saya lihat : Anggota DPR minta dibelikan banyak fasilitas : laptop, fasilitas keamanan setingkat eksekutif etc,, para pejabat daerah ramai ramai minta dibelikan fasilitas berlimpah :mobil/rumah dinas…minta study banding ke LN.. sementara rakyat di daerah banyak kekurangan makan dan tidak bersekolah

     Apa kita masih bisa bilang, KKN hanyalah genderuwo yg hanya kita dengar dan rasakan tanpa kita bisa lihat…
     Apa kita sudah tidak peduli dengan kondisi yg ada ? kita hanya sibuk bekerja dan bekerja secara profesional tanpa memperdulikan kondisi sosial

     Saya coba bandingan selama saya tinggal di LN, di Eropa, Setiap warga negara di Eropa membayar pajak 40 % dari penghasilan tapi mereka merasakan benar manfaat
     dari pajak.. rakyat miskin mendapat tunjangan..fasilitas pendidikan dan kesehatan
    gratis… Pejabat negara tidak ada yg sekaya pejabat di indonesia…mereka enggak
    meminta fasilitas macam macam dari negara, mereka tinggal di rumah pribadi sendiri beli mobil dengan uang pribadi…mereka tahu pajak yg dibayarkan rakyat dimanfaarkan untuk kepentingan rakyat..

     Apa masih bisa kita bilang, ini hanya dalam Tipi aja ?
     Masalah yg kita hadapi boleh dibilang sudah mbulat..mana yg harus dibereskan dulu kita enggak tahu…kalo menurut saya akhlak yg harus kita perbaiki..
     Terus terang saya enggak merasa diri paling bersih..cuma hendaknya kita selalu ingat kepada ajaran agama yg kita anut bahwa hidup di dunia enggak selamanya dan kekayaan tidak kekal, dan hendaknya kita selalu menggunakan hati nurani dalam bertindak..
     Budaya malu harus digalakkan

     Sewaktu tinggal di Norway, saya sempat terkejut, orang Norway mayoritas Atheis…tidak percaya agama..tapi mereka paling takut dan malu sekali kalo melanggar peraturan…
     Mereka tidak pernah melakukan perbuatan kriminal sehingga boleh dikatakan kriminal di Norway dibawah 1 %…perampokan hanya terjadi 1 atau 2 kasus saja di ibu kota, itupun dilakukan pendatang…

     Terus terang kalo kita bekerja sebagai engineer, masalah masalah seperti ini enggak akan terlihat..karena kita sibuk dengan hal hal yg berbau teknis..masalah politik dsb kita anggap sebagai dongeng atau angin lalu

     Berikut saya forwardkan 2 kisah yg saya cuplik dari Jakarta Post dan Kompas ttg karakteristik bangsa kita..Mohon maaf bukan maksud saya menjelekkan bangsa sendiri…cuma bisa dijadikan cerminan bahwa ada sesuatu yg harus kita lakukan untuk bisa mengembalikan Indonesia ke jaman dulu kala : orang Indonesia ramah tamah dan jujur…dan berbudi pekerti luhur…
     Caranya mulai dengan berusaha memperbaiki diri kita dan keluarga..

     Ada satu kata yg saya renungkan dari mendiang  Soe Hok Gie dlm Buku Catatan Seorang Demonstran,  “Idealisme tidak bisa ditegakkan dengan perut lapar”

     Berikut beberapa link yg saya cuplik dari beberapa surat kabar ttg
    karakteristik bangsa kita..Link ini sudah lama dan mungkin sudah dihapus oleh
    surat kabar ybs..tapi menarik untuk disimak untuk dijadikan bahan renungan

     http://www.thejakar tapost.com/ detaileditorial. asp?fileid= 20070310.
    F05&irec= 4

     Concerned only with money

  2. sekarang ini,..istilah KKN sudah mirip PKI jaman dulu(memang ada yg sengaja MENGGRENDUWOKAN ),..kalau menurut saya,..ya negara kita saja yg rapuh ,siapa yg kita benci sebut saja KKN,…huehehehe.

    Jaman g30s,..dulu,..pembantu pakdhe saya hampir dibunuh,..krn pembantu tetangga (musuhnya),…nuduh PKI…..untung pakdhe karateka ban hitam DAN V,jadi yg mau “njemput” keder.

  3. aku yo tau nyambut gawe neng malesa MBANGUN neng kono pak dhe,…wong malaysia kui jan jane LUIH tegel KKNe nimbang indonesa,……..

    Ning yo kui ,pancen pendidikan rata2 ne wis dhuwur,…dadi ora gampang diapusi,..karo politisi2 koyo datuk anwar,…hehehehhe.

    saiki jamanne sarjana hukum sing sugih…insinyur wis ora kanggo,wis sekolah luih susah .

  4. Masalahnya pak, meski kebanyakan tender di Indonesia yg menang hasil KKN, ujung2nya semua g bawa manfaat buat org banyak, tapi hanya membawa manfaat untuk diri sendiri dan keluarganya.
    Tender gula impor, beras impor????Emang bwa manfaat buat petani????? Atau ribuan tender dan proyek KKN lainnya……….
    Tapi saya setuju dengan ide bapak soal morale itu…..

  5. ”’ ada air bekas memandikan orang gila mati, otak bayi yang sengaja digugurkan, darah ular hitam dan darah gua sendiri”’.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: