Oleh: Rovicky | Juli 28, 2007

Mengapa ya, EDITOR sekarang ini pemalas


Aku dapetin kalimat ini dimailist migas indonesia disini :
Migas_Indonesia/message/51087

On 7/28/07, Administrator Migas < @centrin.net.id> wrote:
> Jurnal ilmiah baik nasional dan apalagi internasional lebih “ketat” lagi.
> Editor jurnal ilmiah internasional mempersyaratkan kesalahan ketik hanya
> boleh 3 kali dalam sebuah tulisan. Artinya, saat seorang editor membaca
> tulisan ilmiah Anda dan tiba pada kesalahan ketik yang ke-4, maka dengan
> segera tulisan tersebut akan dilempar ke tong sampah, tidak perduli apakah
> substansi tulisan Anda itu penting atau tidak. Bahkan bila teramat

Tanpa mengurangi pentingnya editing tulisan yang anda buat seperti lengkap tertulis dalam tulisan diatas, ada yang mengusik dari kalimat diatas. Mengapa ya EDITOR sekarang ini menjadi pemalas !!!

Dahulu ketika aku masih Sekolah di Jogja (70-an), aku sering mengirimkan tulisan … masih pakai tulisan tangan tentunya …. ke redaksi koran lokal Kedaulatan Rakyat. Koran lokal ini sangat terkenal waktu aku kecil … ya masalahe aku kenalnya emang cuman koran lokal ini sih 😦

Yang menarik buatku saat ini adalah mengingat masa lalu. Sejak dahulu aku kepingin sekali menulis supaya masuk koran. Tetapi dahulu setiap kali mengirim tulisan selalu gagal. Namun aku senang sekali karena redaktur/editornya selalu MEMBANTU MENGKOREKSI tulisan yang sudah aku buat.
Dengan begitulah aku tahu bagaimana seharusnya menulis dengan benar. Bagaimana menata kalimat dengan baik, bagaimana menaruh titik dan koma. Dan aku belajar ketika tulisanku dikembalikan oleh editor/redaktur koran itu. Editornya cukup rajin melayani aku yang sering menulis dengan tangan yang tentusaja sulit dibaca (lah wong tulisanku itu kayak ceker ayam).

Namun aku sekarang begitu terperanjat membaca alinea diatas. Hanya 3 kali salah ketik saja sudah masuk kotak sampah ? Yang bener aja ?

Untunglah ada internet, terimakasih kemudahan menulis, dan alhamdulillah ada blog. Kemalasan editor mengkoreksi saat ini tertandingi dengan kemudahan mempublikasikan tulisan, gagasan ide serta keinginan menulis. Ya lewat blog atau web pribadi 😀

Dulu web-provider yang paling laris adalah Geocities. Juga ada Tripod. Saat ini di internet sudah ada wordpress, sudah dilengkapi blogspot, juga ada MultiPly yg cantik. Saat ini menulis dan mengungkapkan idepun semakin mudah. Bahkan mudah untuk dikoreksi lagi … bahkan paling berkesan adalah bisa dikoreksi kawan atau komentator tanpa kita harus menutup tulisan yang sudah dipublikasikan. Bahkan sudah banyak anak-anak sekolah, termasuk anakku bersuara lewat Friendster. Bahkan yang Kecil pun punya. Tak ketinggalan mBokne juga buat Blog.

Blog saat ini sudah menjadi sebuah alternatif untuk menyuarakan ide yang seringkali tersortir oleh kemalasan sang Editor media ilmiah maupun editor media umum seperti yang dituliskan diatas.

Bahkan kemudahan mengungkapkan ide lewat blog ini sudah menjadi ancaman bagi media. Akhirnya mediapun memiliki blog juga untuk menandinginya. Ada blog tempo, ada juga blog koran lainya yang diisi oleh wartawan juga. Bahkan blogpun juga bisa membuat gusar pemerintah seperti yang terjadi di Indonesia juga di Malaysia.

Ayo, kawan mulai saja menulis, jangan takut salah ketik, walaupun sepuluh kali dalam satu bait tulisanmu !

Dan aku masih bertanya-tanya …
Lantas apa tugas editor di media-media itu ya ?

“its easy to kill the seed, than to see it grow”

tulis saja dulu koreksi kemudian !


Responses

  1. Tugas editor itu cuma mencari tiga kesalahan ketik. Hehehe…

  2. Lha Pakde, aku sering banget salah ketik je, lah wong tuts “i” di kibor laptopku agak rusak.
    **membuang mimpi tampil di media massa**

  3. Saya termasuk orang yang peka dengan salah ketik.
    Kalo liat sebuah cover majalah yang mengandung salah ketik, biasanya males beli. Artinya majalah itu tidak sungguh2 dalam menulis artikel.

    Tp kalo demi kecepatan penyampaian info atau gagasan lewat medium internet, bisalah ditoleransi.

  4. @NuDe
    Beli aja keyboard baru, Mas. Kalo notebook Axioo, harganya 228ribu – 300an ribu (lihat di http://www.axioo.net). Ga tau merk lain.

    Di jaman komputer, bukannya ada fitur namanya Spell Check di banyak word processor?

  5. buset…sadis amat?? 😯

    untung editorku nggak kayak gitu 😛

  6. Vega
    Ada ngga “spell chek” untuk bahasa Indonesia ? (koreksi ejaan)

  7. @rovicky

    Dulu pernah pakai di ms-word. Cuma berupa sebuah file yang berisi semua kata2 dalam Bahasa Indonesia dan diberi ekstensi .DIC. Di ms-word ada menu Tools-Options-Spelling&Grammar-Custom Dictionaries..

    Kalo di Open Office ada fitur auto-complete, yang akan mengingat kata2 yang memiliki panjang karakter tertentu (bisa ditentukan), dan akan menampilkan kata tersebut ketika kita mengetik awalan kata itu.

    Misalnya kata ‘pemerintahan’, begitu kita ketik ‘pem’ maka Open Office akan menulis sisanya (‘erintahan’) kita tinggal tekan enter untuk menyetujuinya. Pertama kali sepertinya fitur ini mengganggu, tp waktu ngetik berlembar2 rasanya berguna banget.

  8. Tambahan lagi, untuk spell check di OpenOffice, Thunderbird, dan FireFox bisa download file ini : http://ftp.services.openoffice.org/pub/OpenOffice.org/contrib/dictionaries/id_ID-pack.zip

    Saya baru pasang di FireFox (kalo windows version extract di C:\Program Files\Mozilla Firefox\dictionaries). Jadi kalo bikin comment di blog dalam Bahasa Indonesia (waktu pakai FireFox), bisa ngecek ejaan juga.

  9. […] mempunyai blog, akhirnya kesampaian juga mempunyai blog. Hal ini tidak terlepas dari tulisannya Pak Rovicky yang salah satu paragrapnya berbunyi “Ayo, kawan mulai saja menulis, jangan takut salah […]

  10. Yang susah itu memang mengubah kebiasaan ngomong jadi biasa menulis. Termasuk saya, nyelakop sakkarepe tur tulisane ra metu2.

    Salam kenal, Pak Dhe.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: