Oleh: Rovicky | Oktober 23, 2007

My view of Blogosphere (1) – Menyambut Pesta Blogger 2007


blogosphere.jpgTanggal 27 Oktober nanti akan ada “Pesta Blogger 2007“. Ya betul … Sebuah pesta acara yang sudah dirancang oleh panitia sangat padat, lengkap. Bahkan juga sponsor sudah berlomba-lomba membantu untuk komunitas blogger ini agar dapat berkumpul dan berbagi info, teknik design blog, teknik menulis, sehingga memberikan arti khusus pada tema pesta ini yaitu Suara Baru Indonesia”.

Benarkan suara baru sudah atau akan ada di Indonesia ini ? apa itu suara baru dari Blogger ?

Wah terlalu muluk untuk menjawab pertanyaan, tetapi disini hanya dicoba membuat peta atau mapping, seperti apa dan dimana posisi BLOG ini diantara belantara media (online maupun offline). Sebagai gambaran termudah maka BLOG digambarkan sebagai Sang Tokoh dalam penggambaran dibawah ini.

😦 “Wah Pakdhe, ini critane BLOGGER jadi jagoannya apa penjahatnya Pakdhe ?”
😀 “Mboh digambar ndisik thole, sapa ngerti ternyata cuman figuran dari sebuah telenovela, blogger hanya numpang lewat dibayar gopek”😛
.

Kronologis – Interaktif

Secara mudah dunia BLOGOSPHERE dibagi menjadi tiga domain komunitas yang tergambar dibawah ini, yaitu :

  • Komunitas Blogger,
  • Komunitas Non-blogger, dan
  • Komunitas Off-line.

Dalam penggambaran ini tentunya BLOG-ger menjadi tokoh sentral, makanya digambar merah biar kelihatan. Soalnya secara riil komunitas Blogger ini hanya sepersekian dari total jumlah penduduk dunia🙂 kalau digambar proporsional dengan skala whaddduh keciiil banget. Semoga saja kecil cabe rawit.

blogosphere.gif

Blog sebuah hasil evolusi

Tidak akan diceriterakan lagi disini bagaimana kisah kelahiran BLOG. Banyak sudah yang menceriterakan bagaimana blog itu muncul misalnya cerita lengkap dari Enda Nasution, juga tuturan Fatih yang rajin menghadiahi blogger dengan botw (blog of the week), trus istilah CelebBlognya Priyadi.

Lebih mudah disini dikatakan bahwa blog merupakan evolusi dari Webpage, hal ini terlihat makin banyaknya blog perusahaan, blog milik media konventional, juga webcomunity yang memiliki fasilitas blog (seperti Friendster, Multiply, Tripod, Yahoo dll). Namun dari sisi sejarah kelahirannya ada pula yang mengatakan sebagai sebuah hasil evolusi journal perjalanan di belantara maya (web-surfing), bahkan yang paling sederhana sekalipun seperti miliknya Rebecca, ini seperti yang dituturkan Enda sebelumnya.

Kali ini blog dilihat saja secara mudah sebagai sebuah “web-site” yg isinya memiliki karakter khusus yaitu kronologis-interaktif. Ya ciri khas dari Blog adalah adanya tulisan yang dibuat secara kronologis (berurutan menurut waktu), tentunya ini adalah sebuah artefak dari perkembangan sebuah “log-book“. Selain itu ciri lain adalah adanya proses interaktif antara penulis dengan pembaca. Kedua ciri khusus ini yang kali ini akan dipakai sebagai pembahasan utama.

Komunikasi itu ya interaksi

Weblog atau blog saat ini sudah menjadi sebuah bagian dari keunikan komunikasi massa secara global. Hal ini disebabkan adanya interaksi antar sesama blogger, blogger dengan media konvensional, dan blogger Ketika berbicara komunikasi kita bericara soal hubungan dua titik atau dua “node“, komunikasi ini bisa dua arah, bisa pula satu arah. Ketika komunikasi hanya satu arah maka yang terjadi adalah monolog. Sedang komunikasi yang sempurna adalah komunikasi dua arah atau dialog. Dalam Blogosphere, komunikasi dua arah (dialog) biasanya akan terjadi antar sesama blogger. Dalam halaman web konvensional (conventional webpage), sangat jarang komunikasi dua arah yang terjadi antara penulis (author) dengan pembaca.

Interaksi-1 (lihat gambar)

Ciri khas blog salah satunya adalah adanya kolom komentar untuk masing-masing tulisan atau artikel. Beberapa corporate/organisation website, maupun personal website memiliki buku tamu (guest book), tetapi seringkali terpisah dengan artikel yang ditulis. Sehingga komentar, pernyataan atau pertanyaan merupakan hal yang general dan tidak spesifik sehubungan dengan tulisan. Sehingga interaksi-nya bukanlah interaksi yang dimaksud dalam interaksi-1 . Walaupun komentarnya berhubungan langsung dengan web yg dimaksud.

Ketika interaksi-1 ini hanya berjalan satu arah saja (monolog), maka blog tersebut cenderung menjadi sebuah personal webpage konvensional. Hanya pandangan si penulis (blogger), dan si blogger meninggalkannya untuk dikomentari pengunjung. Istilah Blog Celeb yg ditulis Priyadi lebih cocok untuk para blogger yang enggan berdiskusi dengan pengunjungnya. Dan disini sebenernya menurunkan menggeser makna blog secara utuh karena si Blogger cenderung duduk di singgasananya, dan para gedibal (komentator) pating cruwet membicarakannya.

😦 “Emangnya menjadi CelebBlog ini kliru, Pakdhe ?”
😀 “Whallah kamu ini kok senenge cari sing bener sing salah to Thole. Ini fenomena, bukan salah-bener, bukan soal baik-buruk thole. Biarkan saja fenomena ini berjalan dengan sendirinya”

Terkenal dulu baru ngeblog !
atau ngeblog dan dikenal ?

Cukup banyak Blog Celeb atau CeleBlog ini. Terutama kegiatan blogging yang dilakukan oleh orang yang terkenal dahulu baru kemudian ngeblog. Kalau diamat-amati, maka akan terlihat bahwa blogger yang ada saat ini ada, beberapa diantaranya adalah orang yang sudah terkenal dan akhirnya cenderung memanfaatkan media blog untuk meningkatkan rating (soal rating kita bahas terpisah nanti). Rating dalam hal ini bisa saja keterkenalan, popularitas. Bagi orang terkenal maka dibicarakan berarti bagus. Salah satu keuntungan ngeBlog paling tidak memiliki media baru dalam “mengumumkan” atau “mengiklankan” dirinya. Tidak harus sesuatu yang bagus, yang burukpun kadangkala diperlukan bagi seorang celebritis. Boleh donk sesekali narsis !😛 .

Tidak dapat dipungkiri bahwa aktifitas Blogging sendiri awalnya dilakukan oleh orang-orang yang bergelut di bidang IT. Coba tengok latar belakang para blogger yang dianggap “dedengkot” blogger saat ini. Bisa sepintas dilihat sepintas dari 200 lebih orang yang masuk dalam daftar peserta Pesta Blogger, kebanyakan diantara mereka merupakan kalangan IT dan atau orang yang bergelut dekat dengan media. Hampir semua diawali dari kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan e-network. Kegiatan positip ini akhirnya juga dimanfaatkan oleh orang yang sudah terkenal, untuk lebih terkenal lagi😛 .

Mungkin dapat dengan mudah ditebak lebih banyak blog yang kondang saat ini dibuat oleh orang yang memang sudah terkenal di dunia nyata. Mereka kebanyakan orang-orang yang menguasai teknik komunikasi, dan akhirnya memanfaatkan blog untuk menunjang kariernya. Banyak juga yang memanfaatkan blog untuk mengiklankan bisnisnya. Banyak juga website yang akhirnya memiliki blog, selain “normal website”. Dengan begini diketahui bahwa ada selebritis yang ngeblog, dan ada juga blogger yang bersikap seperti selebriti. Keduanya saat ini selalu kondang dianggap sebagai blogger yang sukses looh.

😦 “Looh, Dhe … emangnya ga boleh ‘menunggangi‘ blog ?”
😀 “Haiyak kowe iki trus ngunu maneh, iki bukan urusan boleh dan ngga boleh … ini hanya ndngeng apa yang terjadi thole !

Blog Rating dan Interaksi-2

blogstat.jpg

Apakah komentator ini tidak mempengaruhi kredibilitas blogger ? Wah tunggu dulu ! ketika berkomentar, maka banyak hit point yang akan diperoleh si blogger. Paling tidak meningkatkan blog statistik. WordPress menggunakan istilah Blog of the Day untuk me-rating blogger-nya dengan ‘special formula‘. Di tempat lain ada juga website yang menyediakan arena blogger ini, misalnya kampung-blog, Blog-Indonesia, dan masih banyak lagi. Biasanya para propesional IT ini sangat ahli dalam “memasarkan” blognya. Bahkan aku denger sempet ada “lomba traffic“, tapi mboh apa itu maksudnya “ngadu traffic” ini, tetapi sepertinya ngadu traffic ini menjadi ajang guyonannya para blogger dan webmaster.

Nah bagaimana interaksi-2 ini dengan blog-rank ? Kalau melihat hasil surveynya Nita tentang kebiasaan para blogger, sepertinya traffic ini masih akan didominasi oleh “kalangan sendiri“. Sangat mungkin setiap munculnya interaksi-2 dalam sebuah blog, akan tercatat oleh interaksi-1. Jadi kalau sebuah blog mencatat statistik tinggi sangat mungkin sebenarnya hanya di baca “kalangan dalam” (sesama blogger) sendiri.

Menurut surveynya Nita, hampir 80% blogger akan mengunjungi blog yang lain. Dan kalau sepintas melihat komentar blogger memang menunjukkan siapa saja yg mengunjungi blog, sehingga aku yakin survey itu cukup valid. Profil pengunjung ini mungkin perlu diteliti satu-persatu, latar belakangnya untuk mempertajam asumsi siapa saja pengunjung non-bloggernya. Beberapa statistik canggih misal google analytics, akan membedakan pelanggan baru (new visitor) dengan pelanggan lama. Mungkin ini menjadi clue siapa saja yang bakalan menjadi “pelanggan baru sebuah blog. Sehingag dapat dipakai untuk menentukan target-target baru (e-marketing), ah ini sih kesukaannya Nukman. Sayangnya Google analystics ini tidak dapat dipasang disembarang blog-provider gratis seperti wordpress-ku ini😦 .

botd.jpg

Jadi kalau sedang menjadi BOTD, berdasarkan survey statistik, jangan keburu tepuk dada, karena barangkali hanya kawan-kawan sendiri saja yang nengok dengan komentar pertamax !! keduax ! … wupst !!). Mungkin memang tak ada tambahan pembaca baru, but who cares ?.

Yep …. who cares ?!
Blog sebagai alat ->
go to internet

😦 “Pakdhe sepertinya kalau aku suka rating-ratingan, tuh ?. Pamer boleh kan dhe ?”

Aku termasuk yang tidak begitu peduli dengan peringkat atau blog-rank, kecuali untuk mencari ide menulis yang dapat berguna buat orang lain. Ketika menulis lewat blogging sebagai penyalur hobi, maka peringkat menjadi bukan hal utama lagi.

Blogger banyak bermunculan ketika blog sebagai sebuah alat untuk memasuki dunia maya dikenal mudah dioperasikan.

explore-radnet.jpgsebagai tambahan saja, bahwa memasuki dunia maya dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dengan membuat alamat email, membuat website, mengikuti mailing-list, ikut sebuah komunitas maya, hingga nge-blog. Dahulu di pertengahan tahun 1990-an membuat website harus dengan HTML, sebuah pengalaman pahittt

😀 “whaddduh … pengalaman menulis web sepuluh tahun lalu dengan HTML ini ngga pernah kesampaian seperti yang disamping itu. Yang akhirnya aku membuatnya dengan frontpage setahun setelahnya

BLOG saat ini akhirnya berkembang sebagai alat saja. Sistem databasenya yang unik membuatnya mudah untuk dikelola. Bahkan seorang pendatang baru saja bisa langsung memiliki website pribadi, hanya bermodal klik klik klik.

Yang dapat diambil sebagai pembelajaran dari sebagian tulisan diatas adalah bahwa sangat mungkin blogger itu hanya terkenal di kalangan sendiri … GUBRAK !! Perlu juga tahu bahwa apa yang ditulis oleh ASTAGA ini emang bener-bener ASTAGA Naga. Masak sih samua orang tahu tentang BLOG, yang bener aja.

Astaga!Warta–Siapapun pasti tahu tentang blog, bahkan mungkin setiap orang punya blog. Fenomena ini, rupanya menarik perhatian beberapa blogger terkemuka negeri ini untuk menggarap Pesta Blogger 2007, sebuah acara kumpul-kumpul berskala nasional pertama bagi para blogger Indonesia.

Tulisan-tulisan seperti diatas ini dapat menina-bobok kan BLOGger. Coba deh dihitung pakai statistik. Jumlah pegguna Internet di Indonesia itu cuman 9%, menurut detik inet. Jadi jangan mau dibohongin dunk ! Chek Chek ! Kalau ngga ngecek ntar jadi katak berjas dan dasi didalam tempurung.

Interaksi-3

Melacak interaksi Non-blogger dalam mensikapi sebuah blog ini penting bagi blogger yang ingin meningkatkan perannya. Jelas tidak mudah tentunya. Salah satunya mungkin dapat dilakukan dengan melihat apa yang ada dalam mailing list. Saat ini mailist masih lebih banyak dipakai untuk berkomunikasi, diskusi, dan menyebar informasi maupun opini diantara masyarakat yang sudah online. Mudahnya “cut-paste” dalam memforeward berita merupakan salah satu “jalan” penetrasi ide ataupun informasi yang ada dalam blog didunia maya masuk ke dunia nyata. Dapat juga dilihat dari diskusi atau webforum. Namun sayangnya fasilitas tracker ini belum ada (aku belum tau sih). Namun ini akan bermanfaat ketika para blogger ingin tahu sebebrapa jauh penetrasi idenya ke dunia nyata.

Sayangnya beberapa banyak blogger justru menolak kalau tulisannya “dicuri”. Ada wanti-wanti larangan untuk cut and paste dari tulisannya. Memang sih itu kan hak pribadi, namun justru sangat mungkin disini letak berkurangnya penetrasi “suara blogger” ke dunia nyata.
Interaksi non-blogger yang lain tentusaja email pribadi. Tetapi kalau email pribadi tentusaja ga bisa dilacak, yang pasti ngga etis bahkan mungkin melanggar hukum kalau melacak pembicaraan email pribadi. Ya wis kita tinggalkan saja, wong ndak ada pointnya disini.

Ada satu hal menarik ketika ada nonblogger mengunjungi blog. Dari pengamatan penulis melihat statistik yang dibuat oleh wordpress, terlihat bahwa lebih banyak mereka ngeklik blog Dongeng Geologi ini dari search engine ketimbang dari blog lain. Brarti orang-orang (yang saya duga) non-blogger itu memang melihat berdasarkan atas isi postingan seperti yang diduga oleh surveynya Nita juga. Jadi ada bebrapa hal dari hasil survey yang tadinya hanya berlaku untuk blogger, mungkin berlaku juga untuk non-blogger.

Interaksi 4

Wis ah kepanjangan … dilanjut tulisan ke dua
My view of Blogosphere (2) -Bangun euy !


Responses

  1. […] of Mine untuk kategori Pendatang Baru – Dongeng Geologi pada kategori Personal Blog – Kafe Motor di kategori Technology dan Majalah DewaDewi menempati […]

  2. Priyadi dan Enda itu kayaknya nge-blog dulu baru terkena ldeh. Aku pribadi sih kenal mereka setelah mereka nge-blog. Sebelumnya sih aku ndak kenal.

    Sebagai rakyat jelata, aku bisa jadi sampel ndak?

  3. Betul, Al
    Mereka yang ber-background IT kebanyakan melakukan kegiatan blogging karena kebiasaan melakukannya ketika bekerja. Sehingga blogging sudah menjadi behavior mereka.

  4. […] My view of Blogosphere (1) […]

  5. hihi… tulisan pestana mirip fiesta…😀

  6. “mencari ide menulis yang dapat berguna bagi orang lain”.
    waduh, bisa jadi tugas berat banget, pak, apalagi untuk yg ngeblog lantaran kurang kerjaan dan iseng seperti saya. idealnya sih, apa pun yg kita lakukan di dunia maya dan nyata, bisa berguna bagi orang lain. tapi di satu sisi, nilai guna juga sifatnya relatif. apa yg dianggap berguna oleh A, belum tentu berguna bagi B. begitu pula sebaliknya. yg dianggap tidak berguna oleh A, belum tentu tidak berguna bagi B. di luar yg berguna dan tidak berguna, ada pula yg sifatnya iseng. konon iseng itu tidak baik, tapi bisa bikin pikiran rileks.

    mohon maaf lahir batin, pak. sekali komen langsung nyerocos banyak. selama ini cuma jd silent reader karena pingin tahu info gempa.. terima kasih.

  7. betul-betul… kebanyakan orang-orang IT itu deh yang ngeblog. lebih tau seluk beluknya bahasa-bahasa internet dan komputer, yang mungkin ndak ditauin orang awam. lha, saya ini orang awam yang sok-sokan ikut ngeblog… tapi masi bodo

  8. Saya termasuk yang ngeblog karena hobi, Pak Dhe. Dulu di tahun 2001, Blogger masih belum punya sistem komentar makanya banyak yang make layanan komentar dari HaloScan. Dan, kalau mau balik ke belakang, blog itu dulu memang berupa “web log”, untuk menyimpan alias nge-log taut-taut di web yang (dinilai) bermanfaat atau perlu diingat (atau disebarkan).

    Makin ke sini, blog berevolusi menjadi seperti yang ada saat ini, menjadi media si blogger menulis apa saja, bukan sekedar web log. Memang sih, bumbu untuk nge-log web masih ada. Buktinya, teman-teman dalam menulis di blognya sering membuat taut ke tulisan bloggers yang lain.

  9. wah ovevriew yang bagus sekali mas. Setidaknya bisa menunjukkan peta bloger sesungguhnya. Saya sendiri memang sesekali meriset kecil-kecilan . Dugaan saya meskipun tanpa riset terinci mirip dengan dugaan Nita hanya dari melihat siapa pengunjung blog tsb. Ternyata survey Nita memang mendekati kebenaran kalau pembaca tulisan blog sebenarnya orangnya itu2 juga atau teman-teman kenalannya. Kalau dibandingkan dengan media-online konvensional memang blog nampaknya masih jauh. Bahkan, saya justru menduga kalau media online semacam detikcom justru akan dapat mengambil menfaat lebih jauh. Kecuali kalau para blogger mempunyai inisiatip lebih berani misalnya membukukan tulisan yang ada di Blog. Jadi, setidaknya masyarakat yang tidak bisa online terus2an masih bisa membacanya.

  10. Seperti kata seorang pakar nun jauh disana (kalo gak salah) “Blog is the end of Marketing Media”. “Kemampuan” blog akan trus berkembang seiring dengan bloggernya.

    Ilustrasi interaksi-1 seperti yang aku dapet kemarin dari problogger.

  11. Ulasannya sangat menarik pakde ! Bravo !

  12. Wah, baru tahu kalau manfaat blogging itu besar sekali buat kita.
    Salam kenal. Nice article.😀

  13. […] di nulis, bukan gaul di blogsphere.. hahaha. Coba ini ada yang antusias sekali menulis ttg blogsphere, sampai dibuat diagram alir segala. […]

  14. Mas, saya punya contoh orang yang gak ngerti Blog. Baca dibagian comment!

  15. oo gitu to pakdhe… rajin ngeblog lagi ahh, biar makin terkenal

  16. Tempenya uenak tenann…🙂
    salam kenal. dan semoga semakin terkenal tempenya.

  17. […] My view of Blogosphere (1) – Menyambut Pesta Blogger 2007 […]

  18. […] baca tulisan beliau di sini (bagian I) dan dilanjutkan di sini (bagian II). Kapan-kapan saya akan melengkapi dan mengembangkan model yang […]

  19. […] ide dari membaca Blogger Day 2007 di Tempe, maka perlu ada Indonesia Blogger Day di kesempatan mendatang (Oktober 2008 kah?) untuk bersatu […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: