Oleh: Rovicky | November 5, 2007

Kita harus mencoba mengatur !


Ada satu tulisan tentang wawancara Tempo dengan Pak Wimar Witoelar tentang blogger yang menggelitik. Begini kataPak Wimar :

O, iya. Blogger akan mati sendiri atau masyarakatnya yang mati. Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa kita harus keluar dari indoktrinasi bahwa masyarakat itu bisa diatur. Masyarakat itu tidak bisa diatur. Soeharto yang sekuat apa, toh, tidak bisa mengatur masyarakat. Kita jangan mengatur. Kita berbuat sebaik mungkin agar kita muncul. Kalau, misalnya, orang baik itu tidak muncul, tidak diterima masyarakat, sedangkan orang baru diterima, ya, terimalah itu sebagai satu keadaan sementara. Akhirnya kebaikan akan menang. Kita harus percaya itu.

Nah aku tertarik pada kalimat yang aku bold diatas, nek tak pikir-pikir masak sih masyarakat tidak bisa diatur ?

Aku berpikiran berbeda dengan Pak Wimar dalam soal atur mengatur manusia ini. Mnurutku pada dasarnya secara individu manusia ini memang mengingikan kebebasan dan tidak mau diatur, namun manusia juga memiliki kemampuan (tugas) untuk menjadi pengatur. Apakah manusia akan berhasil mengatur ? Jawab saya, “Dapat saja, walaupun tidak akan selamanya. Kesalahan manusia adalah justru kalau tidak mau teratur.”

Individu dan kelompok

Hal mudah aku beri dalam gambar seperti dibawah ini.

link.jpg

Kondisi masyarakat Indonesia itu jelas sangat pluralis, bercampur bawur seolah tidak ada pattern atau tidak ada pola. Masing-masing individu memiliki ciri sendiri. Masyaraka terkelompok dalam geografis “pulau-pulau“-nya tersendiri. Didalam pulau terdiri atas individu-individu yang masing-masing memiliki kesamaan dan ketidak samaan. Namun kalau kita jeli meneliti dan melihat masing-masing individu ini akan kita lihat adanya kesamaan yang akan memungkinkan untuk dikelompokkan.

Coba klik gambar itu dan lihat garis-garis yang menghubungkannya. Kita bisa melihat ada kesamaan warna yang mungkin dikelompokkan. Kita bisa lihat ada kesamaan bentuk yang mungkin digabungkan.

Apa artinya ? Mnurut saya setiap individu manusia masih memiliki keunikannya sendiri, namun manusia mencoba mengerti tentang dirinya sendiri dan akhirnya akan berkelompok sesuai dengan minat atau attribut yang dikandungnya. Manusia sesama kotak akan mungkin berkelompok, manusia sesama bentuk sabit akan berkelompok. Namun manusia hijaupun bisa terdiri atas manusia kotak dan manusia segitiga. Disinilah manusia yang dikelompokkan bedasarkan atas minat masing-masing akan memiliki hasil lebih bagus ketimbang masarakat pluralis yang tidak teratur. Jelas disini yang diatur hanyalah kesamaan minat atau kesamaan attribut.

Dalam kehidupan nyata manusia yang suka main congklak bermain sesuai dengan hobi coklaknya, manusia yang suka petak umpet akan main petak umpet. Namun yang main petak umpet bisa saja belajar biologi bareng-bareng pemain sepak bola. Karena node yang menghubungkannya berbeda.

Ini terjadi karena ada koneksi !

Jaman dahulu manusia hanya terkelompok berdasarkan geografis, baik karena satu kota, karena satu kerajaan, ataupun karena satu pulau. Saat ini masing2 individu sudah terhubung. Saat ini masing-masing individu dapat berhubungan sesuai dengan minat. Masing-masing individu bergabung sesuai dengan hobbi. Penghubungnyapun tidak harus internet, bisa saja HP ataupun kelompok bermain. Bahkan bisa sjaa hubungan satu dengan yang lain karena jalan raya …. ya jalan raya adalah hubungan fisik antara dua tempat geografis.

😦 “Looh pakdhe lantas apa maksudnya dengan usaha mengatur tadi pakdhe ?

Ketika sebuah kelompok dituliskan atau digambarkan sebagai sebuah vektor, maka akan terlihat bahwa kelompok masyarakat yang pluralis dapat saja memiliki kekuatan individu yang kuat-kuat seperti dibawah ini.

chaos.jpg

Dalam masyarakat yang tidak teratur maka kalau kita belajar matematika vektor langsung mak jreng ! Wah ini bisa-bisa resultant-nya nol. Alias kalau saja diibaratkan sebuah mesin dengan masing-masing mesin akan bergerak ke arah tertentu yang terjadi akhirnya hanyalah uyek-uyekan didalam kendaraan 😛

Sebuah masyarakat yang terdiri dari orang-orang kuat yang tidak diatur jelas tidak terlihat manfaatnya. Namun coba bandingkan dengan masyarakat teratur yang tenaganya kecil-kecil ini.

align.jpg

Buat yang pernah belajar matematika vektor sewaktu SD dahulu tentunya akan melihat dengan mudah bahwa kelompok yang teratur ini akan memiliki kekuatan kelompok yang lebih ketimbang kekuatan yang tidak teratur diatas sana, kan ?

Disinilah pentingnya mengatur masyarakat atau mengatur rakyat.

Lantas bagaimana mengaturnya ?

Kita tidak perlu mengatur individu tetapi kita mengatur kelompok. Individu manusia memiliki kecenderungan sendiri-sendiri, masing-masing memiliki attrubut-nya sendiri sendiri. Entah attribut itu dibawa sejak lahir dan genetik, ataupun karena minatnya setelah dewasa. Namun jelas masing-masing yang kuat dan besar dalam contoh yang uyek-uyekan (chaos) diatas pasti memiliki kesamaan attribut.

Coba bandingkan dengan yang dibawah ini.

aligned.jpg

Manusia yang diatur sesuai dengan kemampuan individu, minat individu, hoby individu maka akan memiliki kekuatannya yang berlipat. Memang “mesin-mesin” individu ini tidak akan membawa “kapal” kearah tertentu tetapi pasti membawa individu ini kearah tertentu.

Jadi kalau anda mau mengatur rakyat, aturlah sesuai dengan kelompoknya tetapi jangan mencoba mengatur individu. Dengan demikian kapal ini mampu pergi ke arah mana yang kita inginkan. Dengan mengelompokkan begini “mengatur” masyarakat itu masih memungkinkan.

Blogger-pun sebenarnya juga demikian. Saat ini banyak blogger yang terkelompok dalam aliran Multiply, ada juga blogger di lingkungan Friendster, ada juga dalam wordpress, dan juga ada dalam Blogspot, blogger dll. Kalau saja blog sejenis bis dikumpulkan … hmmm jadi apa ya ?

Nah, seperti yang sudah tercetus dalam survey blogger juga, bahwa menuliskan blog yang isinya sejenis akan memiliki kekuatan lebih daripada menuliskan blog yang isinya beragam. Menulis blog sesuai dengan tema akan lebih menarik ketimbang menulis blog yang isinya gadogado …. ini mungkin saja, kan ?

Sepertinya …. Memiliki blog lebih dari satu dengan tema khusus lebih menarik ketimbang menuliskan segalanya dalam satu BLOG.

mnurut loe gemanaaa ?

😦 “Whallah .. Pakdhe filosopis banget. Banyak metafor dan analog yang kudu mikir membacanya” 😛


Responses

  1. Waduh!!
    Kok terbawa setuju saya. Jangan-jangan jadi musti punya lebih dari satu blog dong PakDe?

  2. Argumennya disini apa?

    Keteraturan bukan artinya ada pengatur. Memang manusia suka berkelompok, karena kita mahluk sosial, memerlukan teman. Tetapi bukan artinya kita harus (dan bisa) diatur. Sepertinya harus dibedakan berasosiasi secara horizontal dan organisasi secara top down.

  3. Memang untuk operasionalnya bukan “menyuruh” tetapi memberikan fasilitas utk berkumpul sesuai “attibutnya” masing2, dan sesuai dengan minatnya sendiri-sendiri. Seperti teori Pavlov, bahwa Pavlov memberikan rangsangan saja. Nah sebagai pemimpin hanya mampu memebrikan rangsangan untuk si ‘rakyat’ berkumpul sesuai dengan keinginan. Bagi yang suka manis-manis diberikan lokasi manis2, bagi yang suka asem ya diberi rangsangan asem.

    Memang mengatur kelompok berbeda dengan mengatur individu. Kebebasan itu ada pada individu untuk memilih, tetapi kelompok aku rasa bisa di”rekayasa” 😛

  4. lho kan pak harto sudah memanfaatkan komunitas. yg pengen radikal dikasi angin segar dulu. yg pengen menentang, ditendang keluar dulu. yg pengen adem ayem ya nempel di ketiak aja.

  5. Betul kok, masyarakat bisa diatur. Yg dimaksud Wimar barangkali mengatur dg mengindoktrinasi (jadi Wimar salah nyusun kata :-p ). kalo ngatur masyarakat ngga bisa, buat apa ada jurusan administrasi publik, ilmu politik, ilmu pemerintahan, sosiologi terapan etc.

    Waktu panitia World Cup 2006 merencanakan venue, mereka sudah siap2 dari jauh2 hari “mengatur” masyarakat/massa supaya hajatan sukses besar. Pake model matematika dan komputer serba njelimet lagi, persis kayak yg ditulis pak rovicky.

  6. Hmm… bisa juga gitu ya ? Mengatur individu bukan kelompok… Tapi pemerintah apa mungkin mengatur banyaknya kelompok dalam suatu negara ?

    Masalah Blog, kok jadi bingung ya. Blog saya niatnya gado-gado e… soalnya agak males ngatur banyak blog. Mungkin bisa saya pikirkan lagi habis ini…

  7. mas Rovicky, ada peta blogger Indonesia di sini http://republikblog.com/ , gabung ya kalau tidak keberatan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori