Oleh: Rovicky | November 18, 2007

Bukan sekedar :” Toh akhirnya …”


perjalanan.jpgMungkin anda pernah membaca cerita ringan tentang orang India yang santai memancing disamping seorang CEO yang sedang berwisata. Si pemancing sering dianggap sudah sama dengan si CEO yang susah payah harus membuang waktu dan tenaga untuk bisa “ah, toh mancing juga akhirnya !“. Aku juga barusaja menerima renungan sejenis tentang tujuan hidup dari sorang kawan seperti dibawah ini :

“Setelah masa cutinya habis “X” tadi dengan berat hati harus balik ketempat kerja lagi di luar Indonesia……….dan dia merenung lagi…dan bertanya lagi….apakah sebenarnya yang dicari dalam hidup ini ???? ….”X” tadi terus berfalsafah: Hemmmmm dalam setiap langkah … dst ”

Apa iya hidup hanya untuk terminal akhir ?

Apa yang dikisahkan kawan diatas itu beripikir tentang akhir sebuah perjalanan. Kalau kita berbicara akhir sebuah perjalanan atau akhir sebuah kehidupan hanya satu MATI ! Tetapi mati bukanlah tujuan dari kehidupan, mati hanyalah bagian dari sebuah proses kehidupan saja. Dia hanyalah titik akhir atau halaman terakhir sebuah buku sejarah.

” Toh akhirnya …”

Seringkali kita hanya berpikir “the last terminal” ….. Namun bagiku kehidupan adalah sebuah perjalanan “journey” bukan sekedar terminal. Kalau kita berbicara, untuk apa kau melakukan ini toh nantinya ….anu … anu ……. maka ujung-ujungnya anda enggan melakukan sesuatu Hmmm … hidup hanya memikirkan titik akhirnya akan terasa terlalu kering, terlalu tandus. Hidup bukan sekedar padang pasir yang satu warna titik akhir, hidup semestinya dipikirkan sebagai sebuah rangkaian sejarah panjang ataupun pendek tentang si orang yang menapaki perjalanannya.

Diponegoro berakhir di penjara, Napoleon akhirnya kalah, Hitler akhirnya mati, Majapahit juga runtuh, Romawi sudah tak ada lagi, Demikian juga Suharto. Tetapi perjalanan mereka bukanlah “toh akhirnya …”

Menjadi apa yang terbaik ?

Memang menjadi dosen itu ada kurangnya, betul bahwa bekerja di luar-negeri banyak susahnya, namun mengambil pelajaran dari sebuah perjalanan akan memberikan arti lebih pada kehidupan yang dilaluinya. Sumpih ! Aku dulu bercita-cita jadi dosen, tapi ternyata keinginan itu menjadi satu-satunya lowongan kerja yang ditolak, ya hanyalah ketika aku melamar menjadi dosen aku merasa ditampik. Tetapi toh akhirnya aku masih bisa diberi kesempatan mengajar dibeberapa tempat walaupun bukan sebagai “dosen ansich”.

Aku sendiri berpikir lebih baik mengisi perjalanan hidup ini menjadi lebih berarti, menjadi berguna buat diri sendiri maupun buat orang lain. Untuk apa kita sampai diterminal akhir tanpa ada sebuah “sejarah” tentang perjalanan yang dilalui. Saya yakin manusia tidak sekedar di “hisab” berada dimana terminal akhirnya, tetapi dimana saja dia berjalan dan bagaimana dia menghasilkan “karya yang berguna” selama menjalaninya.

hef e nais dei


Responses

  1. intinya, penilaian itu diberikan pada seluruh proses yang dijalani, bukan pada hasil akhirnya kan pakdhe
    ?

  2. lapor! saya dosen loh pakdhe🙂

  3. Mas Andri kan tidak termasuk “sekedar dosen” to ?
    Itu cita-cita gw de😛

  4. Pemikiran yang brilian adalah proses yang datang sehingga pemikiran itu tercipta

  5. sebenarnya nuklir lebih berpeluang lho pakdhe..
    walaupun biaya yg diperlikan utk pengembangan reaktor nuklir 80% lebih mahal daripada pltu/pltg (referensi;adel gogary,nuclear savior,2007).
    yg jelas efek pemanasan global yg sekarang sudah “dimulai” dapat dikkurangi.
    dan perkembangan mesin sentrifugal sekarang telah jauh lebih baik dibanding tahun 1980an.yg membuat radiasi radioaktif meluruh lebih cepat.
    lagipula orang jaman sekarang udah tahu bahwa macam2 penyakit yg timbul akibat kebocoran sebuah
    reaktor macam cernobil(1986) lebih banyak disebabkan karena ketakutan2 (paranoia),dibanding oleh radiasi nuklir itu sendiri.tahun 2006 limbah nuklir dari negara2 penilik reaktor telah mencapai 150 ton per tahun.so,all has happened.and we are the latest..ha..ha..
    kalau kata american 60’s,let’s make a MAD civilization.
    MAD itu berarti mutually assured destruction atou
    kehancuran bersama-sama yg terjamin.
    dan kata orang india,kita hanya bisa berdetik maju.
    dan kata orang iran,no..no..no…
    lion is the king ha..ha..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori