Oleh: Rovicky | Desember 1, 2007

Gembul disuntik !


gembul-2a.jpg

Rasanya jarang saya bercerita tentang kehidupan sehari-hari dirumah. Kali ini akan saya ceritakan si Gembul, kucing yang saya miliki saja ketimbang bercerita tentang kegiatanku, ntar dibilang narsis lagi. Ini hanya seekor kucing sebagai salah satu binatang yang selalu menemaniku dikala ngeBLOG.

😦 “Whallah Pakdhe kalau sama kucing kok kayak anak sendiri sih ? Lah Thole, kok ga ada fotonya disini to pakdhe?”

Si Gembul ini aku dapetin gara-gara kucing ini sering datang ke apartemenku di Kampung Warisan dua tahun lalu. Kucing yang waktu itu masih kurus sepertinya ditinggalkan pemiliknya yang pindah rumah. Akhirnya kucing ini dibeliin makanan khusus kucing (friskies), dan makanannya ditaruh didepan pintu rumah. Kucing ini tidak boleh masuk rumah kalau ditinggalkan, karena kebetulan tidak ada tempat khusus untuknya. Kecuali kalau siang dan Bude Laras ada dirumah.

gembul-1.jpgKetika pindah kerumah baru sekarang ini, kucing ini tetap diajak pindah rumah. Kegiatan kucing ini tidak berubah seperti sejak diketemukan. Kegiatannya antara lain selalu saja naik nangkring diatas meja saya ketika asyik menulis email maupun ngeblog.

 

Sebenarnya memelihara kucing adalah hobi sejak kecil dahulu. Bahkan pernah ada kucing kecil kesasar di Kampus Geologi UGM di Jalan Flora, Bulaksumur yang akhirnya mengikutiku langsung saja masuk tas kubawa pulang😛 , sempat hidup dirumah Jogeja hingga akhirnya hilang setelah 8 tahun. Konon kucing selalu meninggalkan pemiliknya kalau sudah tua.

Pagi tadi si Gembul divaksinasi dan diberi obat cacing supaya tidak sakit-sakitan. Herannya kucing ini sangat penurut ketika berada dalam kandang maupun didepan dokter hewan yang memeriksanya. Saat ini si Gembul sudah memiliki berat 6.8 Kg. Kata dokter sudah harus ditahan, supaya tidak kegendutan … whalllah 🙂

Hanya saja ketika aku menulis blog ini dia masih merasa ngga enak badan, barangkali karena efek vaksinasinya, ya ?

Pssst, tahu ngga ada vaksinasi anti aids untuk kucing ?

disuntik-1.jpg

disuntik-2.jpg


Responses

  1. ternyata pakdhe punya piaraan juga to.
    kenapa memilih kucing ?

    –> Sejak kecil suka piara kucing😛

  2. dasar si gembul😀

  3. wah, kucingku dulu selalu menjadi “begundal” begitu kenal dengan kucing liar, mulai belajar nyolong makanan yang ditaruh di meja makan dan lain sebagainya.

  4. Almarhum kucing saya, selalu menunggu saya pulang dari tante. Pulangnya seminggu sekali. Kalau saya pergi kerumah tante hari senin, dia pun ikut pergi dari rumah, baru balik hari sabtu malam, pas saya sampai dirumah. Dia suka lari terbirit-birit.

    Kucingnya bersih yach, kucing persia yach pak ?

  5. Gembul ini cuman nemu di apartmen karena ditinggal yang punya. Jadi aku ga punya kartui kelahirannya.
    Kalau ada pembantu suka main diluar kalau engga ada ya diem dirumah. Nanti liburan dua minggu dititipin di penitipan kucing🙂

  6. […] ada tidaknya minyak dibawah tanah. “Kalau piringnya ngga ditutup, tempe-nya digondol si Gembul, Pakdhe […]

  7. Waw, kucingnya imuuutttt banged.. *penggemar.kucing*😀 Jadi pgn punya kucing juga..

  8. Pak Dhe… itu kok nama kucingnya gembul se…😀

    kurang keren ah…

    betewe, itu kayaknya kucing hasil selingkuhan ya?
    selingkuhan kucing bule thailand sama kucing kampung lokal…
    kalo diliat dari bulunya lho…
    😀

    —> Gembul ini kucing nemu dijalan, eh di apartment. Sepertinya ditinggal sama yang punya karena pindah. Jadi kucing ini disayang keluarga karena dia kucing yatim piatu

    😛

  9. […] “Kalau piringnya ngga ditutup, tempe-nya digondol si Gembul […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: