Oleh: Rovicky | Desember 13, 2007

Astronot juga masih manusia bumi !


Seorang kawan mengirimi aku email yang ternyata dari koran the STAR, harian di Malaysia yang isinya tentang sholatnya angkasawan Malaysia. Memang menarik sebagai wacana diskusi, karena waktu-waktu sholat sudah tidak relevan karena kita tidak dibumi lagi

Menurut penulisnya begini:
The question of ‘fixed prayer time’ is only relevant to our lives on Earth. If we are no longer on Earth, then the question of prayer times no longer becomes relevant.

Jadi bagaimana seharusnya sholat di angkasa ?

Menurut pendapat saya yang sangat awam dengan dalil-dalil ini, maka saya berpikir bahwa sholat yang lima kali ini bukan sekedar berdasarkan atas keberadaan bumi dan matahari. Tuhan menuntun manusia untuk sholat dengan waktu-waktunya itu karena kondisi manusia, bukan sekedar karena keberadaan matahari dan bumi. Sholat itu untuk manusia, bukan untuk matahari ataupun bumi. Jadi berbeda dengan Pak Doktor ini, mnurutku dimanapun manusia itu berada maka manusia masih wajib sholat 5 kali. Tentuunya kalau masih beragama Islam yaitu bertuhankan Allah dan bernabikan Muhammad sebagai utusannya.

Mengapa lima kali ?

sholat.jpgAku rasa ini lebih berhubungan atas kondisi “biologis manusia”. Manusia ini secara lahirnya saja mirip dengan binatang (sorry aku menggunakan teori evolusi) yang suka dengan Harun Yahya mungkin berpendapat berbeda. Kondisi biologis terutama “body clock” manusia itu secara alamiah mengikuti perubahan atau siklus-siklus yang ada dibumi selama ratusan ribu tahun, didalamnya sistem tubuh biologis ini termasuk adanya pergantian siang-malam. Istirahat bekerja, bangun-tinur, dsb.

“Body clock”

“Body clock” manusia ini memiliki siklus sehari 24 jam (rata-rata). Ketika manusia berada di Mars satu hari masih sekitar 23 Jam. Namun di Planet Pluto satu hari ada 153 jam !!. Namun tubuh biologis manusia tidak cocok untuk kehidupan di Planet Pluto. Artinya kita tidak mungkin tidur malam 76 jan dan bangun siang 77 jam. “Body clock” manusia tidaklah seperti itu. Tetapi apakah ketika manusia berada di Pluto terus akan sholat dengan melihat matahari yg sedang di Pluto (sesuai dengan lokasinya) ? Mnurut saya TIDAKS. Manusia tetap mengikuti perhitungan sholat lima waktunya di Bumi. Karena secara biologis “body-clock” manusia ada di bumi. Mungkin saja kalau ada makhluk planet pluto, mereka akan sholat berbeda lagi. Itu juga kalau kita yakin di Pluto ada “manusia” :).

Alasannya sebenarnya juga ada di Bumi. Yaitu ketika berada di kutub atau berada di lintang diatas 66 derajat lintang. Disana nanti manusia akan memiliki masa dimana matahari akan selalu berada diatas. Atau siang terus selama lebih dari sebulan, juga akan mengalami masa dimana malam juga selama lebih sebulan. Nah sudah dicontohkan dengan menggunakan waktu yang terdekat. Ini dalilnya aku kurang tahu. Hanya inget wektu sekolah di SD yang Muhammadiyah itu saja. Terutama untuk menentukan saat puasa (buka dan sahur).

Dari contoh diatas, saya berkeyakinan bahwa manusia tetap wajib sholat dimanapun berada dan sesuai dengan “body-clock“nya maka sholatnya 5 X sehari !

Jadi aku berbeda dengan pendapat beliau disini

 

> The time factor in this realm is relative to man in space. But as we have
> said, time for prayer is relative to man on Earth; and therefore if man is
> not on Earth, prayer in relation to time on Earth does not apply to him

I believed that by the reason of “the human body clock” (biological reason), therefore human still need using earth clock. Its sill can be applied to them anywhere else !!

Lantas memang bener seperti beliau bilang bahwa, orang Indonesia berbeda dengan Malaysia body-clock-nya, karena masa siang dan malamnya beda. Pak Doktor Azhar juga bilang aneh kalau orang Indonesia di Bangkok mengikuti waktu-waktu sholat asalnya (Indonesia) terasa aneh. Tetapi menurut saya ini hanya untuk kemudahan sholat berjamaah saja. Sehingga harus mengikuti waktu lokal. Bukan dengan sekedar alasan “body clock” saja lagi.

Aku kok masih yakin Gusti Allah memberikan ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin ini ditujukan buat seluruh manusia-manusia di bumi. Sehingga segala alasan semestinya didasarkan pada kondisi dan kemampuan manusia.

Sekedar berbeda dengan ustadz.
Ngga papa, kaan ?

Nah tinggal tanya pak ustadz yang ahli dalil untuk mencari apakah ada dalil-dalil Quran atau hadits tentang hal ini. Dan aku sih bukan ahlinya soal dalil-dalilnya, jadi dalam hal ini aku ya nderek saja.


Responses

  1. Saya sepakat dengan pak Rovi bahwa manusia memiliki body clock yang sesuai dengan pergerakan siang malam di bumi.
    Pertanyaan selanjutnya apa kalau kita ke pluto sholatnya tidak tergantung dari siang malamnya matahari di Pluto ? Di pluto siang-malamnya 6 hari bumi … Memang kalau puasanya wajar lah mengikuti bumi, karena manusia kagak mungkin berpuasa 6 hari kaan ?

  2. jadi inget pernah denger (cmiiw)
    kalo ga’ ada dalil naqli bisa pake dalil aqli, betul??

  3. Betul, bukan ajarannya yang salah,
    tetapi mungkin kita belum tahu, mengapa hal itu bisa begitu,
    makanya ita diberi akal untuk memikirkan itu…

    makasih buwat pak dhe Rovicky atas tulisannya yang menggugah..

  4. Saya juga sependapat…
    memang sholat bukan sekedar kewajiban….namun merupakan kebutuhan.
    Bukan saja untuk memenuhi Body clock tadi…tapi juga sebagai pembersihan jiwa ! dimanapun, dan kapanpun seorang muslim berada, sholat tetap kewajiban kecuali ada alasan syar’i yg menghalanginya !

  5. sholat itu wajib…
    jadi klo mao dapet pahala ya sholat
    klo mao dosa, silahkan…

    hehehe mantap artikelnya
    salam kenal bos!

  6. Pak Rovicky, kemaren saya baca buku karangan Pak Agus Mustofa yg membahas cara menentukan waktu shalat utk tempat2 yg ‘tidak standar’ kayak di kutub dsb. Judulnya (kalo ga salah) Dhuhur di Malam Hari, Tahajjud di Siang Hari.
    Just give another idea…

  7. Yang penting Shalat wajib 5 waktu jangan ditinggalkan. kecuali kalu bener-bener darurat yang mengharuskan di jamak. Allh itu Maha Mengetahui kok

  8. Sholat tetap jalan, dimana pun kita berada…
    Sholat hubungan kita kepada sang KHALIK… dimanapun kita bersujud di situlah Wajah Sang Khalik.

  9. Orang-orang yang ada di bulan kan dalam kondisi safar, sebagian ulama malah berpendapat, wajib hukumnya untuk jama-qashar aja…jadi hanya dikerjakan dalam 3 waktu saja.

    Soal Jama-Qashar ini, kalau saya pribadi memang sangat merasakan betul manfaatnya ketika melakukan ‘perjalanan’ selama sebulan penuh. Barangkali memang ada hubungannya dengan “body clock” itu, soalnya badan kok rasanya ‘nggak stabil’. Wallahualam 🙂

  10. Kalau saya pernah baca dulu.. ada pendapat yang mengungkapkan.. waktu sholat astrounot di luar bumi itu bisa menggunakan waktu tempat dia berangkat. Hal ini diungkapkan karena kabarnya di pesawat ruang angkasa sendiri juga terdapat jam yang menunjukkan jam yang sama untuk stasiun bumi-nya

  11. Kalau astronot itu musafir jadi sholatnya bisa di jamak. Kalau kita meragukan sesuatu masalah maka kita putar jam kearah sebelum ragu-ragu misal waktu tempat dia berangkat. Jadi saya sependapat dengan Pak Faithtear.

  12. numpang nanya nih, masa ada yang dah prnh nyampe ke bulan? itukan cuma bualan.

    klo ada yg tahu …. silakan infonya!!!

  13. assalamualaikum
    sholat di ruang angkasa seru kali ya?
    tapi nga bisa kebayang gimana melakukan gerakanya? Kan di sana tidak ada gaya grafitasinya ya?

    tapi mungkin karena sholatnya dilakukan di ruang angkasa bisa membuat kita lebih dekat sama Allah ya,

  14. bagai mana sich keadaan di bulan seru gak ya ?? aku jadi pingin ikutan ah ke bulan !

  15. saya sih belum tau persis cuma saya tau dari guru geografi katanya orang yang pertama kali ke bulan adlah neil amstrong

  16. Sholat itu ibadah wajib bagi manusia. Sholat adalah pembuka untuk diterimanya amalan di akhirat kelak. Syariat pertama kali yang harus dilakukan setelah syahadat. (sebenarnya kedua, karena kan harus wudhu dulu ya..hehehe…)

    Dan kita dapati, ternyata sholat itu ibadah yang sangat fleksibel, bisa diaplikasikan untuk semua kondisi dan situasi.

    Subhanallah.

  17. jadi tdk mungkin shalat
    kalau bisa bagai mana caranya

  18. dibumi aja banyak yang g’sholt,,,,ko’mikirin yang ruanga angkasa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: