Oleh: Rovicky | Februari 20, 2008

Kalau udah lulus emang mau kemana ?


Hampir setiap mahasiswa yang lulus dari kuliah tentunya lega, seneng, mbungahi … syukuran. Apalagi sudah lulus dapet ijazah dan diwisuda. Serasa tugas dipundak sudah hilang semua, sudah boleh bebas tidak lagi dikejar-kejar dosen. Itu tuh dosen yg dengan kasih-sayangnya mengomel sambil njenggung kepala murid-muridnya yang sering bandel tidak mengerjakan tugas.

Ada beberapa jalan yang dapat diambil seorang lulusan baru. Jalan-jalan yang ada tidak hanya satu. Banyak jalan menuju sukses, kan ? Paling tidak ada tiga jalan yang bias dipilih setelah lulus sarjana : 1) Mencari kerja (menjadi pekerja), 2) menciptakan lapangan kerja atau 3) sekolah lagi.

Sekolah lagi

Jalan yang dipilih oleh lulusan baru (fresh graduate) ini paling banyak adalah bekerja mencari uang. Namun selain ada juga jalan lain yang dapat ditempuh yaitu meneruskan kuliah lagi. Yang lulus S1 dapat meneruskan ke jenjang S2, yang lulus S3 dapat meneruskan program doktoral (S3). Lah yang lulus doktoral (S3), masih bisa ambil postdoc (post doctoral).

😦 “Lah, trus kalau abis doktoral ngapain lagi Pakdhe ?”
😀 “Yo sekolah terus ga popo, tole. Sekolah itu artinya belajar. Sekolah ada kelulusannya, tetapi belajar kagak ada brentinya.”

Lulus bukanlah berarti berhenti belajar. Lulus hanyalah sebuah terminal atau bahkan halte dalam perjalanan hidup. Ingat halte bukanlah tujuan, halte hanyalah tempat singgah. Belajar itu sendiri merupakan sebuah keharusan, selama masih hidup. JAngan dikira kalau sudah bekerja ngga perlu belajar lagi.

Menjadi pekerja – Bekerja untuk orang lain

rekruitWhallah, ini mah yang paling sering dilakukan lulusan baru, yaitu mencari pekerjaan. Caranya ? Ya, jalan-jalan sepanjang jalan protokol di Jakarta sambil nenteng map berisi ijazah S1. Mungkin dilengkapi dengan fotokopi kelakuan baik, surat kesehatan dari dokter, serta surat lamaran yang ditulis tangan dibubuhi meterai.

Apa anda masih akan berfikir begitu juga nantinya ?

Tentunya tidak lagi lah. Saat ini sudah jamannya global, sudah jamannya dijital. Surat lamaran, ijazah, pas foto serta surat keterangan lain sudah dalam “supir jempol” alias thumbdrive. Mencari pekerjaanpun bukan lagi mendatangi kantor-kantor dan menyerahkan surat lamaran nitip lewat kawan, saudara, kakak alumni dsb.

Yang penting intinya yaitu sebenarnya mencari informasi pekerjaan Informasi ini dapat diperoleh lewat Koran, iklan internet lewat web perusahaan yang diinginkan, ataupun lewat web headhunter (perusahaan yang mencarikan pekerjaan. Info ini bahkan lewat mailing list. Surat lamaran serta dokumen yang diperlukanpun hanya dikirim melalui email. Jadi mencari pekerjaan saat ini dapat dilakukan dimana saja, tanpa harus mendatangi kantor pusat yang seringkali justru menghabiskan biaya.

Menciptakan lapangan kerja – Bekerja untuk diri sendiri

pekerja Dari pengamatan selintas (bukan survey nyaintifik tentunya), banyak sekali atau hampir semua pengusaha atau entrepreneur yg berhasil menciptakan lapangan kerja adalah mereka-mereka yg pernah “mengenyam” sebagai pekerja. Paling tidak pernah merasakan sebagai pekerja.

Secara umum (lagi-lagi pengamatan sepintas saja), paling tidak para pencipta lapangan kerja ini pernah menjadi pekerja selama 5 tahun. Artinya ada proses “sekolah” atau belajar mencari uang yang dimulai dari menjadi pekerja dahulu. Fresh graduate di benaknya selalu berusaha mencari kerja (hampir smua) sebagai pegawai, karena mungkin belum yakin atau tidak ada keyakinan akan kesuksesan, atau bahkan brangkali tidak tahu lika-liku mencari keuntungan bisnis yg bukan dari sekedar memperoleh gaji. Baru kemudian karena jiwa entrepreneurnya yang sudah ada dari sononya akhirnya muncul dan menjadi dominant setelah beberapa tahun bekerja.

Kemunculan jiwa bisnis pengusaha-pengusaha inipun macam-macam alasannya:

  • – Ada yg karena perusahaannya bangkrut sehingga di PHK, kemudian berusaha mencari kerja lain ternyata memang susah dan “terpaksa” mencari makan sendiri dimana coba-coba menjalankan bisnis. Banyak yg sukses karena adanya “keterpaksaan” ini.
  • – Ada juga pengusaha baru yang karena mendapatkan pesangon kemudian mencoba langsung berbisnis dan sukses. Walaupun ada juga yg kembali menjadi pekerja karena secara mental belum siap menjadi pengusaha yg mandiri.
  • – Namun ada juga yg karena tahu bahwa sebenernya “gaji” yg diperolehnya tidak sepadan atau tidak seperti yg diharapkan. Faktor ketidakpuasan ini akhirnya memicu utk keluar dari pekerjaan dan akhirnya membuat usaha mandiri.

Rata-rata orang Indonesia sendiri tidak (belum kuat) memiliki mentalitas bekerja mandiri. Ntah nantinya, kalau dipepet terus, termasuk dipepetin temen-temen untuk berusaha mandiri. Keinginan untuk mandiri ini selalu “menghantui” beberapa pekerja yang sudah mapan juga.

Menurut pemikiran sederhana ini rasanya sulit seseorang yang lulus langsung dapat menjadi seorang entrepreneur, walopun bukan hal yg tidak mungkin. Peluang selalu saja ada, keberanian mencoba hal baru itu itu yg tidak mudah.

dimuat di Wartateknik, Edisi 3, Vol II, September 2007.


Responses

  1. gua banget, baru 3 bulan kemarin wisuda, lagi cari 2 kerja, mau sih buka usaha tapi gak punya modal

    oh ya’

    Pak rovicky, aku denger dari teman, kalo mau kerja di oil company katanya bisa lewat magang walaupun kita dah sarjana.mang bener pak?

  2. Ya betul,
    Magang merupakan salah satu jembatan untuk memberikan pengalaman bagi pekerja baru.
    Ada beberapa perusahaan memiliki program magang sebagai bagian dari social responsibity maupun rekuitmen. Tetapi tidak seluruhnya oil co memiliki program magang dalam rekruitmen maupun SR

  3. iya sih,
    saya sendiri juga bingung, lulus S1 langsung ambil S2, lha setelah lulus S2 mau ambil S3 ga dapet beasiswa,
    mau kerja, bingung kerja dimana, berhubung saat ini ikut suami yang kerja di tempat terpencil… isolated..
    alhasil, diem dirumah, jadi ibu rumah tangga…

    sekalian nanya deh,

    di tempatnya pak rovicky kerja lagi ada lowongan gak ya? hehehe…
    buat suami, dia juga geologist, sapa tau disana kan agak kota.. jadi ada kerjaan buatku juga, xixixi.. :p

  4. bingung nrima tawaran kerja😀

  5. Saya masih bingung pak.
    blum berani melihat masa depan (peluang).

    –> “Arul, Masa depan itu bukan untuk dipikirkan atau dilihat. Tetapi dijalani, dilalui trus diambil pelajaran untuk melangkah selanjutnya”

  6. Mardies sekarang baru semester 2. masih panjang. Rencana sih setelah lulus mau buka usaha. Tapi… ah, hambatan terbesar ada pada diri mardies sendiri.

  7. geologist…ya sutra deh

  8. iya nh bingung mw ngapain habis tamat kuliah..,
    bagusnya ngapainya????
    atau cari kerjaan tetap dari sekarang??

  9. sepakat sekali!
    belajar itu sepanjang hayat..
    tapi tidak harus selalu lewat pendidikan formal kan?
    apa pun dan siapa pun di sekitar kita bisa menjadi tempat pembelajaran dan guru..

    -istiqomah-

  10. just c me

  11. wah…betul bgt tu pak. kalo saya sih sbnrnya py mimpi untuk punya usaha sendiri, one stop shoping khusus batik gt (terinspirasi ibu sy yg dg kmampuan minimalisnya mngmbngkan usaha konveksi batik kecil-kecilan, walo sampe skr msh kecil jg). tapi itu msh jd mimpi pak, krn blm ckp modal. sdh 2 taon ini(sjk lulus kul) status sy msh jd buruh.

  12. Kalo lulus liburan kemana aja ya …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: