Oleh: Rovicky | Februari 21, 2008

Marketing, dunia gelap bagiku


https://i2.wp.com/images.jupiterimages.com/common/detail/41/85/23298541.jpgDari diskusi tentang membandingkan BBM Petronas, Pertamina dan Shell ada seorang kawan mengatakan :
Yang jelas saya sebagai konsumen diuntungkan dengan adanya berbagai pilihan… produk yang saya pilih juga senantiasa meningkatkan kualitas dan pelayanannya dengan adanya saingan produk lainnya…

Aku ini terpekur, sependek pengetahuan saya penjualan (ratail) produk itu tergantung beberapa faktor. Saya ambil empat aspek dibawah ini saja.

  •   Branding (image)
  •   Kualitas produk
  •   Harga
  •   Kualitas pelayanan

Nah mana yang paling prioritas bagi pembeli (anda) ?

Point yang saya notis dari beberapa diskusi (ngobrol) dengan kawan-kawan :

  1.  Di Indonesia yg secara moral (relatif) “lebih yg banyak” yg berpikir negatif dengan produk lokal. Ini tentunya berat untuk Pertamina yang harus mengejar Petronas dan Shell (terutama) dengankecepatan ekstra.
  2. Yang saya heran kebanyakan kawan yang saya tanya tidak begitu risau dengan harga. Itulah sebabnya kenaikan BBM bukan hal yang menakutkan secara ekonomi. Situasi politik barangkali lebih terpengaruh dengan harga BBM. Kalau ada yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi pasti akan rusak gara-gara BBM rasanya kurang pas.
  3. Banyak juga yang lebih percaya merek (branding image) dengan alasan memilih kualitas. Padahal dia sendiri tidak tahu kualitas yang dicarinya … whallah !! Bahkan membedakan kualitasnyapun tidak mampu.
  4. Kualitas pelayanan di Indonesia ini lebih banyak memanjakan pembeli. Dengan dituangkannya BBM ke tangki oleh petugas tentunya pembeli keenakan. Namun disisi lain ternyata juga (justru) mengundang pikiran negatif karena (curiga) metering-nya kurang. Akhirnya pelayanan apapun terpaksa diterima karena “keterpaksaan” tiada pilihan.

Sungguh dunia marketing merupakan dunia gelap bagiku🙂


Responses

  1. biar terang gmn dunk Bos😀

  2. Kalo saya pilih yg bensinnya ngga dioplos dgn minyak tanah, Pakde🙂

  3. saya milih always there lah…

  4. Klo ak ya pokok’e biarken ajach..kLo ngrti gak kan salah kedaden nyesel n’ lilo..truz pie pak.Ne

  5. Iya, nih. Di sini gak bisa bermanja-manja. Harus parkir mobil dekat pompa, terus jalan ke kasir buat bayar, habis itu balik lagi ke mobil, ambil nozzle BBM, isi sendiri ….. DI Indonesia mah, kalau perlu gak perlu turun mobil, hehehe…

  6. Boleh nambah satu poin PakDhe?

    Inovasi

    Ndak ada gunanya produk murah dan berkualitas kalau dijual dengan cara yang sama kaya 100 tahun yang lalu.😉

  7. pak de ada bagusya shell dan petronas masuk indonesia. jadi pertamina dipaksa untuk berubah kalo ga mau ketilep sama shell dan petronas. tapi saya salut dengan strategi Pertamina unttuk tetap leading dibidang retail bbm ini. diantaranya

    1. Pemerintah tetap hanya menunjuk pertamina untuk menjual bensin bersubsidi ( karena banyaknya mbl di indonesia memakai premium jadi outlet pertamina tetap yang terbanyak. secara branding dan ketersedian barang di pasar tetap akan meminpin. Proteksi kadang harus demi nasionalisme.

    2. Pertamina membuka kesempatan sebanyak banyaknya kepada siapa saja untuk bisa menjadi retailer bbm pertamina. Disetiap jalan, tikungan sekarang berdiri pos pengisian bbm pertamina. strategi jitu karena:
    a. menghambat penetrasi dari petronas dan shell untuk membangun outletnya (prinsip marketing “placing” yang tepat menentukan hasil) kalo semua sudah diisi pertamina ga ada tempat buat shell dan petronas
    b.memaksa mitra pertamina ( pemilik SPBU) untuk meningkatkan kualitas layanan karena antar spbu pertamina akan bersaing. ketika harga sama maka yang berperan adalah layanan.

    3. Pertamina mulai menerapkan Standarisasi fasilitas dan layanan disetiap SPBU Pertamina ( menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengaudit dan memonitornya/BIro Veritas)

    4. iklan iklan yang menggugah nasionalisme kita untuk tetap beli di pertamina sebagai perush Indonesia

    Segitu dulu analisa saya pak dhe. Tetapi sehebat apapun strategi marketin kalo kualitas barang yang dijual ga sesuai dengan iklannya tetap ga akan berhasil malah akan merusak branding (over promise under deliver)

    gs (lulusan geologi nyang jadi marketing)
    di jakarta


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: