Oleh: Rovicky | April 8, 2008

Yoututututup … yaaah tutup deh !!


Dalam bulan Maret-April kemarin ini ada dua filem yang sangat terkenal di Indonesia, karena menjadi pergunjingan yaitu Ayat-Ayat Cinta dan Ayat-Ayat Setan eh Fitnah maksudnya. Tapi saya belum menonton keduanya, halllah !.

😦 “Halllah, Belum nonton kok udah komentar !”

Kedua filem ini memiliki banyak kesamaan dan banyak pula perbedaan, keduanya bisa dikontraskan kalau ngga mau dibandingkan. Gilee apa dua filem kayak gitu disebandingkan, Kagak sebanding duonk !.

Kedua filem membicarakan Islam sebagai salah latarnya. Dan Islam ini satu cirinya adalah emosi penganutnya mudah diaduk-aduk dengan sebuah cerita yang kontroversial. Tidak harus hal yang buruk karena seringkali yang bagus-pun mengandung pro-kontra. AAC mnurutku banyak sisi positipnya. Tetapi ada yang melihat sisi buruk, sampai-sampai dianggap promosi poligami. Dan yang kontrapun juga ngga kalah nyaring swaranya. Walhasil sepertinya kadangkala keduanya berimbang “volume swaranya“, bukan soal mana yang bener mana yang salah bener dan salah looh. Ini hanya berbicara apa yang terdengar atau terekam dalam media saja dan sampai telinga saya.

Bener sumpih, ngapain sih ngomongin fitna sing ora jelas juntrunge. Membicarakan fenomena fitnah ini justru merupakan “kemenangan” Wilders, politisi yg ndompleng kesuksesan karena wong Islam yang mudah disulut emosinya.

Yoututututup … yaaah tutup deh !!

Yang tidak kalah lucu lagi ketika ada berita website youtube ditutup di Indonesia. Hampir semua blogger berteriak-teriak soal kemerdekaan dan kebebasan akses internet. Padahal ini sakjane itu mirip dengan “travel warning” atau juga larangan terbang pesawat Indonesia ke Eropa dulu itu. Sechara dunia pariwisata dan bisnis tindakan dari luar Indonesiapun ini menjadi sangat merugikan Indonesia juga. Tapi kadang juga bikin heran, … kenapa kalau ada travel warning ke Indoneisa, di Indonesini juga lebih sering misuh-misuh kedalam?

Wis ah daripada Fitna mendingan FITNESS !!!

hap … hap … hap …. tu wa ga pat !!!

Haddduh … btw busway … aku kok masih sering heran … banyak yang mengatasnamakan kebebasan untuk bebas menyebar kebencian. Sama juga herannya dengan orang yang mengejar surga sendirian dengan menghilangkan nyawa orang.

😦 “La hiya ya Pakdhe, apa iya bebas-bebas di bioskop trus lari sambil berteriak … ada kebakaran ! .. ada kebakaran ”
😀 “Dalam kebebasan itu, satu sisi lainnya adalah tanggung jawab atas konsekuensi !”

mboh ah !

Iklan

Responses

  1. Saat ditutup, semua orang tahunya Fitna itu cuma kebencian thok, Pakdhe. Kebencian pun dibalas kebencian. Saling hujat. Saling serang. Belanda dan Indonesia akan terus saling berprasangka.

    Seandainya dibuka, kita-kita bisa ngejelasin sisi lain Fitna. Ada banyak cara untuk mengapresiasinya dengan lebih terbuka. Mengambil hikmahnya dan tersenyum walaupun hati berasa dendam membara.

    Saya ga tahu mau sampai kapan kebencian ini berlanjut. Semua orang saling serang tanpa tahu informasi sebenarnya.

    ~Indonesiaku.. Indonesiaku….

  2. yah, memang pemerintah kita tidak cukup dewasa.
    Kita bisa menyangkal filmnya, tapi kita tidak bisa menyangkal keberadaan filmnya, sama seperti setan.

  3. sabar aje nanti buka lagi kok….

  4. sepertinya pemerintah melalui depkominfo hanya ingin menangkal dan membatasi akses dan penyebaran film fitna. tetapi sayangnya langkah yang diambil dengan menutup youtube, justru mengorbankan kepentingan pihak lain.

    mungkin kalau ada yang bisa memblokir ‘fitna’ nya saja, pasti youtube gak perlu diblokir total. semoga saja semuanya bisa berjalan baik dan memuaskan semua pihak.

  5. Seandainya saya yang menjadi pemeran utama dalam ayat-ayat cinta

    http://bancakan.wordpress.com/2008/03/29/seandainya-saya-yang-menjadi-pemeran-utama-dalam-ayat-ayat-cinta/

  6. Hai para blogger yang sok teu !!!!
    Kalau berani bicara itu di luar komunitas bloggger. Selama ini blogger hanya rame di kandang sendiri, blogger hanya komunitas lepas dengan masyarakat. Hayo mentas dari kubangan !
    Baru diblokir gitu aja nangis bombay
    jijay deh

  7. RI cabut blokade YouTube

    Pemerintah RI akhirnya bersedia membuka akses terhadap situs internet youtube setelah pemilik YouTube bersedia menutup film Fitna yang dinilai mendiskreditkan agama Islam tersebut.

    Melalui surat resminya kepada Mentri Komunikasi dan Informasi, Google memastikan film Fitna di YouTube tidak dapat diakses dari Indonesia.

    Namun, seperti dilaporkan Donny Maulana dari Jakarta, pemerintah masih menutup akses terhadap beberapa situs yang memuat film Fitna.

    Perkembangan ini memungkinkan pengguna YouTube di Indonesia dapat kembali bebas menggunakan layanan video online yang populer itu mulai hari ini.

    Kepastian ini diumumkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh setelah YouTube menyatakan bersedia menutup akses film Fitna dari Indonesia.

    “Google melakukan blocking terhadap akses-akses yang berasal dari Indonesia, kalau dia mau mengakses ke Fitna,” kata Muhammad Nuh.

    Departemen Komunikasi dan informasi menutup situs YouTube dan beberapa situs internet lain awal bulan ini setelah protes mengalir terhadap film Fitna yang dianggap menghina Islam.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat mengeluarkan pernyataan yang melarang peredaran film itu di Indonesia.

    Meski demikian, pemerintah Indonesia masih menutup satu situs internet dan delapan blog yang masih memuat film tersebut.

    Film pendek ini dibuat oleh politisi Belanda Geert Wilders dan diprotes oleh umat Islam di sejumlah negara.
    BBC

  8. Telat banget nih ngomen di blog-nya om… Tapi aku juga pernah nulis yg mirip ky ini di sini…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: