Oleh: Rovicky | Mei 13, 2008

Tell the positip, lah


On Sun, May 11, 2008 at 10:00 PM, Wasistha Nugraha wrote:
>
> kalo kita renungkan isi koran akhir2 ini khok makin “ngenes” saja ya dalam negeri kita. masih saja ada berita nasi aking, gizi buruk, bunuh anak sendiri, bunuh diri, bayi pada dibuang sana sini, rampok, maling, pembalakan liar, penyakit2 lama muncul lagi, sabu sabu masuk berton ton, angkara murka sana sini dst dst dst. what we’ve to do kawan ? apa baiknya lari saja ke malay kayak lik piqi ya ? bravo indonesia mennnnn…
>

Wadduh yang sudah wasis saja mengeluh …. kojur !
Ada beberapa alasan atau kemungkinan mengapa terjadi hal-hal buruk ini.

  • Berita yang semakin terbuka
  • Akibat gejala regional atau global
  • Emang ya Indonesiaku yang sedang merana.
  • atau alasan dan sebab lain

Berita yg semakin terbuka.

Emang saat ini sejak setelah krismon regional (dan global) yang pertama tahun 1997, perekonomian Indonesia yang sbelumnya menanjak langsung menukik tajam. yang di “gong“in dengan reformasi, Pak Harto pun ndeleserr. Ekonomi Indonesia masih terus menukik tanpa bisa di tahan. Dua presiden berikutnya juga ga kuat menahan Habibie dan GD rontok di majelis rakyat. MW yang nggantiin juga ga bisa nerusin kalah di bilik suara ketika pemilu presiden langsung. SBY juga terseok-seok.

Saat ini sedang terjadi gelombang krisis di Amrik yang mungkin tsunami krisis ini akan melanda asia dan Indonesia. Salah satu yang sudah terasa adalah nilai USD yg turun dan diikuti harga minyak yang melonjak sampai tiga digit ! bahkan sekarang menanjak hingga diatas 120USD/bbl.

Dalam kondisi gonjang ganjing gini ya tentusaja berita menjadi terbuka ka ka ka … siapa saja bisa ngomong apa saja, siapa saja bisa mendapatkan berita apa saja sesuai yang diinginkan. Kalau mau cari berita buruk … buanyakkk !!!! andapun barangkali punya koleksi berita buruk terutama seputar kejahatan dan kemunduran
politisi di negeri Astino ini. Menggabungkan dua tiga berita buruk amatlah mudah. Berita bombastis gampang dicari “Karena BBM naik ada 5 orang bunuh diri di Indonesia” Padahal kata pak Gunaning guruku statistik di SMA telada dulu itu hanyalah korelasi temporal, tetapi bukan korelasi kausal. Tapi yang namanya
wartawan ya boleh aja ngawur. Di dunia ini profesi paling enak ya wartawan kok. Mau bilang daun ini warna merah ya sesuka hatinya saja … eh wartawan punya hati ngga sih ? … wuspt ! 🙂

Jadi kalau ada berita buruk kita harus jeli membacanyanya. Lah hiya ta, mbaca neraca bank saja tidak boleh sembarangan. Lah nek aku ya mesti wae debet-kredit ya ga pernah seimbang … kudu tanya sama ahlinya 🙂

Gejala regional dan Global

Persis seperti di atas, Indonesia yang dulu dibilang diatara dua benua dan dua samodra mbalah saat ini kerepotan menjaga simpangan yang menjadi lalulintas regional maupun global. Dekade lalu setelah
Thailand dilanda krisis, merembet juga ke Indonesia. Dan kita ngga sesiap Malesa menghadapinya. Akhire kita juga amburradul …. Mboh sekarang sudah bagus belum ya.

Apa iya Indonesia emang mburadul ?

Whalllah masih ga percaya juga. Wong jelas cetho welo-welo gituh ! Ya aku dewe juga tahu kalau kondisi Indonesia sedang tidak mudah menghadapi gejala regional, baik polyik maupun ekonomi. Tetapi kalau
jujur melihat perubahan sejak dua atau lima tahun lalu, sakjane sudah buanyakkkk berkembang atau berubah. Dan perubahan itu aku yakin ke arah yang positip. Aku selama lima tahun bolak balik sana sini melihat adanya perkembangan itu. Kalau sekarang masih terlihat belum sembuh total ya barangkali emang sudah begini yang sebaiknya. Walaupun yang namanya “collateral damage” (efek sampping) itu selalu ada dimana-mana terutama dalam perang, tetapi korban ya tetep saja korban. Dalam setiap perkembangan atau perubahan selalu aja ada yang digusur tanahnya buat jalan tol untuk meperlancar jalan macet…. masih saja
ada kemacetan baru karena pembuatan jalur bussway. Kalau kata Par Rofiq dulu, setiap kali berjalan ditengah keramaian itu masih saja ada yang keinjek kakinya.

Penyebab lain ?
Ah  anda lebih tahu dari aku

Aku hanya kepingin selalu berbicara hal positip, walaupun aku yakin berita buruk itu sebuah kenyataan pahit
Hef e nais dey !

Tell the truth is important
Tell the positive is better !

Iklan

Responses

  1. iya..setuju..
    sesuatu yang positif itu kan bisa jadi sugesti yang bagus pakdhe..

  2. di indonesia laju pertumbuhan mall dan minimarket lebih tinggi daripada laju pertumbuhan gedung sekolah. apa ini brarti orang indonesia lebih mementingkan isi perut daripada isi otak? 🙂

  3. Habis mbaca Kartun Sejarah Peradaban Amerikanya Larry Gonnick nih, Pak. Ternyata bangsa segede apapun dan sesuci apapun bisa aja kena krisis. Tapi mereka bisa keluar karena selalu ada orang yang mau kerja dari level bawah, ga berebut cuap-cuap masuk televisi.

    Lah kalau di Indonesia saya lihat semua orang kepengen jadi pakar™. Mending kalau pakar yang mengamalkan ilmunya, ini malah berebut jadi pakar pesimisme.

    Soal dunia berita, he eh betul. Beberapa tahun lalu saya masih demen baca koran dan TV. Tapi belakangan nafsunya jadi berkurang. Entah karena semakin sering melihat ke”ngasal”an mereka dalam bekerja atau memang merasa lebih baik ngelihat situasi langsung daripada disuapi berita.

  4. OM

    tahu andrea hirata kan ?
    kalau ngeliat betapa larisnya buku andrea hirata, sebenarnya masyarakat indonesia itu ingin optimis dan maju kok.

    Moga – moga saja pengaruh bagus buku itu bisa berkembang di indonesia

  5. Tell the truth is important
    Tell the positive is better

    Apa nanti media ga kembali seperti jaman orde baru ya? Penuh dengan kebohongan massal. Saya koq setujunya :

    Tell the truth but positive is the best.

  6. Gimana kalo:

    Tell the truth in positive way…

    (halah)

  7. Gimana kalo ” Tell positive in truth way…”
    walah melu ngasal pisan euy..

  8. Somehow i missed the point. Probably lost in translation 🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Helices.

  9. yg jelas, indonesia skrng masih lebih baik ketimbang tahun ketika 60 atau 70 an dulu

    yg punya motor tambah banyak
    yg punya hape tambah banyak
    pembangunan di mana2
    yg bisa lulus kuliah S1 tambah banyak

    tapi anehnya
    yg mengeluh pun jd tambah banyak

    kurang rasa syukur ?

  10. Berpikir positif itu sehat….
    ditambah bersyukur….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: