Oleh: Rovicky | November 21, 2008

Ngompol menjelang whik en


Dari ruang “toilet” sebelah

2008/11/21 Machmud Hanafi <machmud123@ ….. >:
> Betul, Pake’
> Cepat2 kasih input ke Mabes PKS supaya mencopot akhi Anis Matta ini. Kalau
> kita baca jawaban Ketua PKS beliau berjanji akan mencabut iklan Soeharto
> tapi si akhi ini menentang mati2an…..

Sejujurnya saya ndak tahu apa yang terjadi sebenar. Ini hanya entho-entho, gothak gathuk saja…

Barangkali mereka yang jadi petinggi PKS sedang bersandiwara. “Gaining attention“. Menarik perhatian alias caper sebagai awal sebuah kampanye. Yang penting semua nengok dulu ke PKS sebelum nengok ke Gerindra atau Hanura atau puluhan partai baru lainnya.

Strategi dan otak pemikirannya ya jelas rahasia yang kita lihat hanyalah langkahnya saja.

Nah, yang terlihat dipermukaan, di mata saya. PKS blunder sendiri dengan kejadian ini. Ketidak-cocokan pendapat antar pengurus partai ini saya artikan blunder, bukan sandiwara. Kalau saja mereka bersandiwara cantik sebaiknya masih mempertahankan visi dan misi awal dari partei itu ketika dibentuk.

Yang membuat saya heran itu ucapan Agus (Komisi II) di detik yang mengatakan “mengencingi Zam-zam untuk menarik perhatian”… haddduh … pripun to mas kok keseleo gitu !

Dia jelas menyalahi “value” partai yang selama ini tertanam dibenak muslim pemilihnya. Image kesantunan partei ini bisa lenyap kalau pemimpinnya sudah berbalik arah menggunakan cara “keras“.

Kader pasti kebingungan, apalagi simpatisan ! .

Kecuali ….. partai ini menyatakan dirinya sebagai sebuah partai politik yang mementingkan kemenangan. Apapun caranya, yang penting besar dan menang. Itu lain soal.

Tetapi sangat disayangkan kalau ini terjadi. Indonesia akan kehilangan “sisi putih” dari keberagaman partai-parta politik yang berwarna-warni. Yang kehilangan Indonesia, bukan hanya pemilihnya saja. Karena pemilihnya akan berganti nantinya. Pemimpinnya bisa saja tetap atau nambah karena pemilihnya tambah banyak.

Menurutku Anis Matta ini sekarang sudah menjadi politisi sejati … seperti Matori orang NU dulu yang dengan cepat bermanuver. Aku sendiri ndak yakin Anis disisipkan oleh orang lain. Dia sudah bisa bergerak sendiri atas nama sendiri (pribadi).

Hanya saja gerakannya mudah diketahui musuh bagaimana bermanuver, layaknya kuda catur dia itu selalu “L”. Demikian juga Anis Matta. Dia sudah jadi politisi yang arah gerakannya memiliki pola-pola dasar yang diketahui “musuh” sehingga akan dengan mudah dituduh sebagai “penyusup“.

Amin Rais-pun dulu begitu.

Beliau sendiri pernah mengakui dirinya seorang politisi yang sedang bermain, makanya resign keluar dari jajaran kepemimpinan Muhammadyah dengan legowo, dan terjun ke politik praktis. Walaupun warna bajunya masih hijau, namun bentuk potongan bajunya pakai jas. Bukan baju koko.

Dengan partai PAN-nya membawa platform “pluralitas”nya pun Amien juga pernah dituduh antek Amrik. Apalagi dengan pendidikan Amriknya dan pengetahuan hukum serta tataaturan politiknya kuat. Dia sangat mengerti demokrasi sebagai cara main dalam dunia politik moderen. Tentusaja musuhnya seneng saja dengan tuduhan itu, karena dibanyak hal ini menggembosi pendukung sebelumnya.

Kalau kita bermain game simulasi, maka walaupun bencana alam (gempa) tidak bisa diprediksi, tetapi variable yang paling unpredictable (susah ditebak) dan berubah sangat cepat itu ya … politik !

Salam politik di hari Jumat !

“NGOMongin POLitik enak juga”

Iklan

Responses

  1. Politik emang asyik tapi kalo keseringan main politik bikin blunder ngalor-ngidul jadi ga jelas arahnya yang dirugikan rakyat juga. Lagi-lagi rakyat yang kena getah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: