Oleh: Rovicky | Desember 20, 2008

Ah gitu aja gwe juga bisa !


speak-up.jpgSering banget kan mendengar kata iku keluar.

Ya terutama setelah ada satu pendapat atau suatu usulan solusi yang keluar. Solusi seringkali hanya sebuah tindakan sederhana yang sebenernya mudah dan sudah ada dipikiran semua orang. Namun bedanya ada yang berani mengemukakan idenya atau usulannya, ada yang enggan berbicara karena suatu hal.

Mengungkapkan pendapat, menuliskan, menggambarkan dan menyampaikan hasil pekerjaan seringkali terkendala sesuatu yang sebenernya tidak perlu.

Ketika aku menuliskan longsoran yang bagi orang yang kuliah di Jurusan Geologi tentusaja mudah. Danmemang  muuuudah bangget, karena ini pelajaran tingkat satu semester satu. Namun banyak geologist yang enggan mengemukakan pendapatnya mboh karena apa.

Tetapi melihat longsoran atau gerakan tanah bagi seorang srjana hukum itu bisa komplikated dan bikin puyeng. Apalagi dia nanti akan berpikir bagaimana kepemilikan tanahnya. Lah wong patok-patok pembatas rumahnya begeser tuh !

Demikian juga kalau seorang insiyur teknik sipil melihat adanya tembok retak. Dengan mudah insinyur sipil ini menuliskan mengapa retakan itu bisa terjadi. Retakan yang hanya di bagian kulit berbeda dengan retakan yang mengenai struktur dasar. Ada pola-pola tertentu dalam retakan tembok luar dibanding retakan struktur dalamnya. Ya karena dalam ilmu konstruksi bangunan mempelajari hal ini dan semua insinyur sipil pasti tahu bagaimana menganalisa serta mengatasinya.

Bagi orang ekonom melihat bagunan retak selain takut menghuni, juga berhitung berapa ongkos memperbaikinya.

Tetapi mengapa banyak yang enggan mengungkapkan hal sederhana yang mungkin bagi orang lain itu rumit ?

Nah coba deh jangan sekedar ngecap … ah gitu aja gwe bisa kok !
Makanya bilang  doonk !

Iklan

Responses

  1. Tetapi mengapa banyak yang enggan mengungkapkan hal sederhana yang mungkin bagi orang lain itu rumit ?

    Seringkali sih bukan karena enggan atau pelit, tapi karena saking ‘maju’-nya pengetahuan itu di dalam pikirannya, jadi susah menjelaskan ke orang awam dengan bahasa sederhana dan minim istilah teknis. Belum lagi ngomongin bagaimana cara menyampaikan yang persuasif dan membuat orang tertarik mau menyimak.

    Mungkin Pakdhe Rovicky bisa memberikan tips dan triknya.. 🙂

  2. Sakjane cuman menggunakan bahasa dan istilah ketika masih ditahun pertama kuliah aja. Teorinya juga cuman teori dasar. Nothing special. No tips no tricks.
    Kalau ini lebih sperti sepatu aja. Just do it. Don’t think.

  3. jadi inget ada temen kena semprot hanya karena dia bilang ‘I think…’, tapi gak bisa menunjukkan data pendukung..

  4. bagi saya susah tuh . habis saya g mudheng ama geologi . 😦

    tp yg jelas saya mau dan akan belajar . makasih lho pak dhe . 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: