Oleh: Rovicky | Desember 20, 2008

Aku berbeda dengan Fajroel dalam soal TKI


Fajroel di kompas mengatakan bahwa keberadaan TKI di LN merupakan bukti kegagalan pemerintah. Halllah Fajroel ini cuman kampanye, pingin mencari simpati dari para TKI, kaan ?

Sorry aku berbeda pendapat dengan Fajroel yang mengatakan :

“Harusnya, rakyat bisa mencari nafkah sendiri di negaranya, tanpa harus ke luar negeri.

Banyak sekali alasan pekerja untuk bekerja di LN. Tidak semata-mata karena di dalam negeri tidak ada pekerjaan. Ketiadaan lapangan kerja itu mungkin hanya salah satu dari sekian motivasi pekerja TKI ke LN. Lebih banyak alasan lain yang dipakai mereka-mereka yg jadi TKI ini. Alasan personal mencari gaji lebih baik bukan karena semata kegagalan pemerintah.

Dalam pandangan sebagian rakyat Indonesia, bekerja dan pergi di LN ada yang menganggap sebagai prestasi yang dibanggakan ! (not me !). Tapi coba saja tengok, banyak pegawai negeri yang bangga kalau sudah mampu bepergian ke LN. Jaman sekarang traveling sudah menjadi tolok ukut kesuksesan. Bahkan para petinggi negeri ini sering pergi ke LN.

Dulu transmigrasi, sekarang emigrasi.

Dahulu transmigrasi pergi ke luar Jawa dipakai sebagai media untuk memperluas daerah (area) produksi di Indonesia. Walaupun program transmigrasi tidak seratus persen berhasil, namun program perpindahan ini jelas bukan sekedar dimaksudkan mengindari kegagalan membina Jawa kan . Kalau toh Fajroel menganggap transmigrasi itu proyek gagal,coba berikan perbaikan seperti apa yang anda usulkan.

Hal yang sama dengan kepergian TKI pergi ke luar negeri. Hanya saja dulu masih dalam satu negara, sekarang sudah lintas negara. Bagi Indonesia semestinya ada kemajuan bahwa manusianya juga dihargai di negeri lain. Dahulu memang hanya tenaga rendah tetapi sekarang sudah banyak tenaga trampil yang “laku” di LN.

Yang perlu diperbaiki itu perlakuan terhadap TKI !

Dalam pandangan negara, performance yang salah adalah perlakuan terhadap TKI. Yang diatas itu permasalahan yang sebenarnya. Janganlah hanya mampu memlintir kondisi untuk mengambil simpati para TKI. Kurang cerdas dalam mengambil simpati. Kalau calon presiden saja sudah mentalnya menguprak yang sudah berjalan apa kata dunia ! Perbaiki dunk !

Coba lihatlah kenyataan bahwa para TKI ini memberikan devisa ratusan Trilliun ke negeri ini. Apa anda berpikiran untuk dihentikan. Haddduh. Itu angka melebihi keberhasilan BPMIGAS seperti yang kutulis di sini BPMIGAS kalah dengan TKI

Cara pandang Fajroel masih hanya politis praktis dalam soal gaining attention saja. hmmm …. aku ndak yakin Fajroel memiliki
kemampuan atau usulan alternatif untuk memperbaiki apa yang dia kritisi. Paling dia bisanya cuman bilang “… makanya pilih saya dulu ”   … wuih !

Kritisi saja itu perlakuan terhadap TKI selama ini, dan usulkan jenis-jenis perbaikan terhadap para pahlawan devisa … itu baru cerdas !


Responses

  1. statement yang cukup menohok, pakdhe…

    silahkan bang Fadroel take action.. jangan cuma bisa omdo, NATO…

    kalo perlu diskusikan solusinya dalam debat terbuka…

  2. nice post om,
    tapi mong ngomong, saya kok meliat bahwa negara yang berhasil dan maju itu kalo banyak lapangan kerja yang tercipta, tidak hanya untuk warga negaranya tapi juga untuk para pekerja luar negri yang datang untuk mengais uang di negara tsb. satu sisi si fajroel bener lho.

    saya malah liat pak rovicky yang kelewat emosi menanggapi pernyataan fajroel hahaha … no opens lho om ……….

  3. Hihihi
    Padahal nilisnya sambil ktawa-ktiwi loooh. Cuman kalau ngompol mesti teges keras to the point dan apa adanya. Kalau lemah lembut dikira ngrayu kang fadjroel. Kan ga lutju😉

  4. Mungkin yang bener “Harusnya rakyat itu bisa nyari nafkah sendiri, ngga tergantung pada negaranya”. Ya kalo ada nafkah dalam negeri alhamdulillah, di luar negeri juga ga papa, kalo ada dalam dan luar negeri, itu jadi luar biasa.

  5. satu kata pak dhe …. SEPAKAT

  6. mungkin bener kata pak dhe . kita orang jangan berkutat di dalam negeri trz . kagak berkembang . klo pemerintahnya aja mempersulit warga negara buat keluar negeri , gmn mw bs maju ?

    satu hal yang jadi pikiranQ , waktu baca postingan pak dhe kali ini . cina sudah ‘mengirim’ TK-nya ke luar negara selama bertahun2 lampau . dan itu terbukti berhasil sekarang (sekarang nih bukan pada masa itu) . toh mereka tidak malu walo kerja jadi babu . tapi hasilnya , saya lihat hampir di setiap negara pasti ada orang cina . so , , msh mw ngelarang TKI nih ?😀

  7. Setuju pak dhe…
    Yang membuat aku sangat ingat sama bang Fadjroel waktu ada acara debat d tv, dia g mau berhenti ngomong dan memotong pembicaraan org terus. Dengerin pendapat org aja g bisa, kerjaannya ngritik org aja. Prestasi aja g punya, dah mau jadi presiden, ke laut aja dech…

  8. Betul , saya juga berbeda dengan Fajrul, sebagai tenaga professional (sebagai EXPAT)bekerja diLN adalah suatu prestasi.

    Tetapi kalau dilihat, dengan alasan kerja di DL gajinya dibedakan sangat banyak dengan Expat LN…Yah Saya setuju Fajrul Benar.

    Makanya BP MIGAS kapan berani menggaji Expat DL sama atau paling tidak beda dikit (propostional) dengan Expat bule..yang kalau Salah saja diakui betul….

    Salam

  9. Kemaren beberapa orang staf mabes polri dan deplu berangkat ke ostrali untuk melacak keberadaan 2 orang wni, Dean dan Rudi, yang terjebak kebakaran hutan disana. Keduanya adalah MAHASISWA asal Indonesia di daerah setempat.

    Oh, Malang-nya (sekali2 pindah ke Jogja piye) nasibmu TKI. Wong jelas2 penyumbang devisa terbesar (kata pemerintah sendiri) tapi tidak ada satupun masalah tentang dirimu yang serius ditanggepin pemerintah.

    Piye karepe pemerintah ki? Binun aku.

  10. Pilihan bijaknya dua… Cari duit diluar dan bawa masuk ke Indonesia atau tetap di Indonesia dan tingkatkan produktivitas kerja.

    Kita warga dunia berkompetisi dengan dunia, gak ada pilihan lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: