Oleh: Rovicky | Februari 26, 2009

Orang kaya selalu happy ?


happyBanyak yang bilang duik membuat  happy. Yang pasti sih ngga punya duwik banyak yang sedih. Nah gimana sih kondisi kebahagian bangsa-bangsa lain kalau dilihat dari pendapatannya ?

😦 “Hallah, Pakdhe kalau mau happy ya udah happyaja. Ngga perlu lihat statistik, apakah aku bahagia atau tidak “

😀 “Kalau untuk diri sendiri sih emang gitu. tetapi untuk pemimin harus tahu bagaimana membuat rakyatnya  happy

Happy dan GNP

Dibawah ini bukan grafik menunjukkan tingkat happy, tetapi memperlihatkan hubungan antara pendapatan dengan rasa diuwongke, atau dimanusiakan (well being). Tapi sedikit banyak menunjukkan tingkat happynya seseorang.

Hasilnya cukup mengejutkan. Walaupun bukan penghasilan yang terkecil, tetapi orang Indonesia itu ternyata sangat tidak happy. Gimana mau bersyukur, mbalah disukurin terus gitu :p .

Grafik dibawah ini menarik. Konon semakin kaya (tinggi GNP)-nya menunjukkan orang semakin merasa diuwongke. Merasa dirinya jadi manungsa yang bener.

Ini surveynya dilakukan pada tahun 1995. Semasa Ordebaru 😦 . Barangkali menarik kalau dilihat pasca reformasi. Apakah Indonesia menjadi semakin bahagia ketika masuk era demokrasi. (UPDATE-UPDATE dibawah ada updatenya !)

gnp1

Figure 1: National wealth and well-being. Source: Inglehart, 2006.

Yang lutju dari grafik diatas adalah Nigeria yang konon kere karena GNP rendah tapi merasa lebih manusia, sangat mungkin merasa lebih lebih happy, dibandingkan orang Amrik. Bahkan Brazil juga gitu. Makanya disana samba dan pesta-pesta selalu meriah 🙂

Mungkin karena kiri-kanannya juga sesama kere mbalah membuat orang tidak punya keinginan neko-neko. Sehingga membuat orang itu tidak bahagia.

Konsep Bahagia atau happy

Kayaknya konsep bahagia ini yang bisa dibredeli satu-satu untuk menjelaskan kenapa ada bahagia dan ada sedih (tidak bahagia).

Nah mulai deh bertanya-tanya….. 🙂
Dongeng definisi dimulai !

Barangkali konsep bahagia akan mirip dengan konsep sehat.

Apa yang dimaksud dengan sehat ?
Apakah tiada penyakit itu berarti sehat ?
Konsep sehat dan sakit juga tidak terlalu mutlak atau universal bahkan seringkali tidak menyangkut soal kenyataan klinis. Misal persepsi sosial dan faktor budaya tentang konsep sehat. Ada konsep sehat sebagai sebuah keseimbangan China menyebutnya konsep Yin-Yang. India menyebutnya ayurveda dosha. Mnurut konsep ini sih orang menjadi sakit bukan kemasukan kuman, tetapi karena tubuh melemah sehingga kumannya berkembang. Setiap manusia memiliki kuman dalam tubuhnya.

Sedangkan konsep sehat versinya UN “Definisi WHO (1981): “Health is a state of complete physical, mental and social well -being, and not merely the absence of disease or infirmity”. WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang.
Definisi WHO juga bikin mumeth Sebatas mana seseorang dapat dianggap sempurna jasmaninya ? Lah kalau cacat lahir dianggap sehat nggak ? By WHO definition sih orang cacat (tidak sempurna) namanya tidak sehat.

😦 “Lah Pakdhe juga tergolong tidak sehat versi WHO, dunk. Kan, matanya cacat pakai kacamata” :p

Kembali ke happy

Apakah bahagia itu merupakan sebuah kondisi dimana tidak ada kesedihan atau tiada kesusahan ?
Saya rasa mirip dengan diatas bahwa konsep bahagia itu akan terpengaruh faktor sosial dan budaya.
Ada yang dianggap “bahagia” kerana mempunyai harta. Padahal dia sering sedih kesulitan menjaga hartanya.

economic_growth1

Figure 2: Economic growth and happiness. American's average buying power has almost tripled since the 1950s, while reported happiness has remained almost unchanged. (Happiness data from National Opinion Research Center General Social Survey; income data from Historical Statistics of the United States and Economic Indicators.)

Bagaimana dengan ketidak-pedulian terhadap sebuah pencapaian atau kondisi (dalam arti nrimo ing pandum) sehingga seseorang akan merasa selalu bahagia ? Lah wong ndak ada yang perlu disedihkan je …..
Nrimo ing pandum nanti dianggap bahagia karenanya.

Knapa tambah duwik bisa tetep saja tingkat bahagianya ?

Tetapi kenapa orang Amrik yang konon daya belinya meningkat (bertambah kaya) sejak tahun 1950-an hampir tiga kali lipet, kenapa kok orang Amrik tidak bertambah  happynya ?

Orang-orang Amrik ini tingkat happynya diperkirakan 30%. Mboh dari apa ini angkanya. Tapi kenapa ngga ada peningkatan ya ?

  • Jenuh ?
  • Kemaruk ?
  • Rakus ?
  • Greedy ?
  • Napsong ?
  • ….

any comments ?

Daripada sedih ndengerin ini aja dulu ya ?

Ternyata baru ketemu update survey Happy Index yang menunjukkan Indonesia juga happy

was extracted from a meta-analysis by Marks, Abdallah, Simms & Thompson (2006).” green = most happy blue purple orange red = least happy”]world_happiness

Weleh ternyata setelelah disurvey ulang pada tahun 2006 Indonesia termasuk happy menengah 🙂 malah lebih happy dari Amrik.

😦 “Waaah pantesan Pakdhe pindah ke Malaysia. Lah itu Malaysia paling happy, warnanya hijau).”

😀 “Barangkali, demokrasi menjadikan orang Indonesia happy ?”

Ah mosok sih ? ada yang salah kaleee … 😛

Iklan

Responses

  1. cocok, dhe… don’t worry be happy…

    enjoy aja lagi..

  2. yak.. bener.. happy ga ditentukan sama GNP..tapi lebih ke bagaimana kita menjalani hidup 😉

  3. tergantung hati masing2 lah.. :mrgreen:

  4. Pak Dhe, ini satisfaction with life index pak dhe…people are satisfied when they don’t know what makes them unsatisfied….

    Yang atas itu well being hubungannya dengan wealthy ness…..

    Gak ada happy index pak dhe…hehehe….

    Kalo di Mac, ada widget happy ness di dashboardnya itu…mungkin dari situ bisa di cari happyness index per country..hehehehehe….

    Menurut aku pak dhe….happy ato gak happy tergantung dari komunitas itu sendiri…..kalo komunitasnya ramah menyenangkan dan gak neko-neko maka semakin happy seseorang…Tapi ini sesuai dengan maslow theory of needs yah….pertama orang harus cukup kebutuhan primernya dulu….

    –> Yups, well being index itu memang lebih deket ke “satisfaction”. Tapi satisfaction saya rasa (saya paksa) berkorelasi dengan “happy”. Happy merupakan sesuatu yang tidak mudah didefinisikan. Seperti yg saya pakai kesetaraan dengan konsep sehat, konsep happy itu tidak bisa general. Membandingkannya emang tidak mudah, kalau tidak diilang impossible. Mengkuantifikasi “rasa” itu absurd yah ?

  5. Dongeng pakdhe bener banget….

    Indonesia makin happy setelah SLANK mengkumandangkan lagu
    “Makan ga makan asal kumpul”
    atau “Lembah Baliem”

    yang kurang lebih lyricnya

    Aku gak ngerti ada banyak tambang
    Yang aku tahu banyak hutan yang hilang
    Aku gak perduli banyak nada sumbang
    Kita orang ini dianggap terbelakang

    asal ada ubi untuk dimakan..
    asal ada babi untuk dipanggang….
    aku cukup senang

    Bener ga pakdhe…..

    Kita (Indonesia) bahagia / happy itu karena kita masih “terbelakang”..
    bahkan cenderung dimanfaatkan ….

    Setelah kita sadar kalo kita dibodohi, maka kita tidak akan bahagia seperti yang pakdhe bilang…
    karena kita pasti akan marah….

    Piss bro…
    Hidup SLANK…
    Jayalah Indonesia…!!!!

    Keep Fighting spirit…
    not spirit for Fightin….

  6. happy salma juga happy terus….

  7. wah………lucu juga kang julio!!

    slanker mania tuh!!

    klo te Zhar,ane setuju bgt tuh!!

    yang paling nentuin kbhgiaan ktika qt berada pd komunitas yg asik!!

    n dpt dukungan dr orang yang qt cintai!!

    maju terus INDONESIAku!!

    jgn mo kalah ma MALAYSIA!!

    dulu aj dy bljr ma qt, masa skrang dibalik!!

    berarti bsk gantian qt yang balikin mereka!!

    gambatte!!

  8. itulah orang kaya…

  9. Yaa… Gimana ya! Happy itu kayaknya tergantung dapur, semakin ngebul semakin happy! Atau happy jg tergantung di jemuran.

  10. Yah.. nikmati saja hidup, dan selalu berusaha jadi orang baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: