Oleh: Rovicky | April 9, 2009

Tabayyun


> Tabayyun aja dong!

Ntah kenapa aku ngga tahu. Akhir-akhir ini banyak sekali menjumpai kata “tabayyun” dalam diskusi di mailist maupun ngobrol kelas warung dan kelas cangkruk. Hingga kelas pisbuk !

Aku ndak ngerti arti yang sebenernya tetapi yang lutju itu penggunaan kata ini ternyata beda-beda :

  • – “Okey lah, kita ber’tabayyun‘ saja”
  • – “Itu belum ‘tabayyun‘, kaan ?”
  • – “Sebaiknya saling ‘tabayyun‘ diantara kita”
  • – “Kalau sudah ‘tabayyun‘ harusnya semakin jelas”
  • – “Mari ber’tabayyun‘ dengan pak contreng”
  • – “Bersikaplah ‘tabayyun‘ “
  • – “Sikap ‘Tabayyun‘ Terhadap Informasi”
  • – “Hal ini merupakan ‘tabayyun‘ “
  • – ” ‘Tabayyun‘ aja dong”

Jadi makna aslinya apaan siih ? Kata kerja kata sifat, atau kata benda ?
moga-moga tidak saling men’tabayyun‘-kan diri … hallah !

Pripun niku ?

Iklan

Responses

  1. tabayyun berasal dari kata tabayyana yatabayyanu tabayyunan. nah kata tabayyun itu adalah mashdar (tabayyunan) atau kata benda. bayyana artinya menjelaskan, tabayyun artinya saling konfirmasi istilah kerennya.

  2. Saya kebetulan sudah di arab beberapa tahun. Tapi kok tidak mendengar mereka (orang arab)berkata “tabayyun” diantara orang-orang arab sini ya ?

  3. Nambah dikit:
    “Tabayyun”: mengkonfirmasi suatu berita ke org yg bs dipercaya, kalo bisa malah lgsg dr sumbernya (org 1). Bukan ‘qiila wa qoola’: katanya, krn akan byk reduction or addition.

    @ Rafaelansyah:”Ya ayyuhalladziina amanu idza jaa akum fasiqun binabain fatabayyanuu…”, ini ayat al-Qur’an lho.

    Jd kalo jeli ndak usah jauh2 ke Arab kitapun sering ndengar, mgkn blm familiar aja gitu..

  4. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al-Hujurat: 6)

    Saya yakin sebagian besar dari kita bukan pihak yang mudah berburuk sangka… karena itulah selalu “bertabayyun” 🙂

  5. subhanallah,,,, informasi komennya keren2,,,:D, jazakallah

  6. Bila kita membicarakan tabayyun/check dan re-check, tentu saja yang dimaksudkan di sini adalah dalam kaitannya penerimaan khabar oleh kita dari orang lain. Syari’at telah menetapkan satu ketentuan bagi seorang muslim untuk selalu check dan re-check terhadap khabar yang sampai kepadanya. Apalagi jika khabar tersebut berkaitan dengan pelanggaran kehormatan sesama muslim atau menyangkut kepentingan masyarakat banyak (keamanan, keadaan darurat, fitnah, dan yang lain sebagainya).

  7. nah kalo disambung dg kata perkara apa dong artinya.. orang pengadilan sering bilang “ini perkara tabayyun”.. Nah???

  8. tabayyun berarti pula meneliti sendiri setiap perkara dari berbagai segi dan asal/sumbernya. umumnya masyarkat islam indonesia sudah terbiasa dengan istilah kyayiisme yaitu mengandalkan sepenuh ilmu agama hanya dari kiyayi mereka tanpa mencari langsung atau sendiri dan seolah-olah kyayi itu seperti tuhan mereka saja.

  9. @asef : setuju, hal yang sangat penting disetiap amal dan perbuatan sehingga terjaga dari sifat buruk sangka de el el


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: