Oleh: Rovicky | Juni 29, 2009

SBY ngga bisa lanjutkan tanpa JK … ya sudah ZALAN TERUS AZA


Saya termasuk yang menyesal terpisahnya SBY-JK. – SBY is on the right trackJK with more speed. Arah dan kecepatan itu perlu untuk maju. Sayapun hanya bisa bilang SBY sudah dalam track yang betul, walaupun dibilang ketinggalan dengan yang lain mungkin saja ada benarnya. Namun dalam situasi dunia yang makin ndak menentu seperti sekarang ini aku lebih mementingkan arah ketimbang kecepatan.

Dengan menuliskan kalimat pendek diatas terjadi diskusi meriah di Facebok-ku. Coba tengok, apa kata mereka :

Hasanudin Abdurakhman at 10:53am June 29
track apa sih? SBY itu ndak punya artikulasi kebijakan. khusus dalam penegakan hukum, gerakan dia nol besar. kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan nyaris tak tersentuh.

Rovicky Dwi Putrohari at 10:56am June 29
Itu besannya aja kena garuk juga Kang. Buatku sudah menunjukkan track yang betul, hingga kini, mboh nantinya … tapi yang saya lihat hanyalah apa yang terlihat bukti yang ada saat ini.

Hasanudin Abdurakhman at 10:58am June 29
halah, lima tahun berkuasa cuma menggaruk besan? we need more than that, you know that. yang dibutuhkan adalah reformasi birokrasi lembaga penegak hukum. urusan menggaruk besan, itu urusan ecek-ecek.

Rovicky Dwi Putrohari at 11:00am June 29
Tergantung loe mau mbandingin dengan apa, kalau aku membandingkan dengan sebelumnya yang “lebih” tak tersentuh”, sekarang sudah disentuh artinya tracknya bener. Betul kita perlu perubahan, apakah calon yang lain akan merubahnya ?

Hasanudin Abdurakhman at 11:05am June 29
membandingkannya dengan kebutuhan, dong. mosok dengan presiden sebelumnya. itu targetnya terlalu rendah. ntar 10 tahun berkuasa cuma bisa memenjarakan besan, plus beberapa mantan pejabat. bagi aku bukan soal calon yang lain. tapi soal apa yang sudah, sedang, dan akan dikerjakan. siapapun presidennya, harus kita dorong untuk melakukan perubahan. lha ini presiden kerja 5 tahun cuma berhasil menggaruk besan, sudah diapreasisi dengan cara seperti sampeyan itu. gampang bener?

Fitrie Lupiana Bren at 11:08am June 29
Iya Pak Rovicky, lima tahun ini bukan cuma besannya yang digaruk lho, liat aja tuh berapa anggota DPR yang kena.. Dibandingkan pendahulu2nya??!! Nah kalo pasangan yang lain, JK apa udah meng-audit ‘kredibilitas’ pasangannya, begitu juga Mega apa tidak melihat dosa masa lalu Prabowo?? Belom lagi ketidaksantunan #1 & #3 kalau udah menyerang lawan politiknya.. Bikin eneg..

Hasanudin Abdurakhman at 11:10am June 29
Fitrie: Jangan lupa, Joko Candra, Adelin Lis, dll, lolos dari jerat hukum, terjadi di depan hidung SBY. Kenapa? Karena kejaksaan masih brengsek, dan tidak ada upaya untuk memperbaikinya selama 5 tahun ini.

Rovicky Dwi Putrohari at 11:11am June 29

Nah ini sudah right track, “perlu melihat kebutuhan 5 tahun kedepan”, mm itu apa saja ? Saya melihat 5 tahun kedepan ekonomi dunia masih akan menghantui, ketidak pastiannya akan lebih besar ketimbang cerahnya masa depan. Ini perlu kehati-hatian, bukan sekedar keberanian. Setelah 5 tahun nanti (2014) kalau dunia semakin cerah aku akan milih siapa yang cepat bergerak dan bertindak🙂

Budhi Maryanto at 11:24am June 29
Setuju pak. Mungkin kita harus punya GBHN seperti dulu atau Pelta agar ada arah dan target selama 5 tahun kedepan. Belum tentu yang mau perubahaan akan bisa semudah membalik telapak tangan

Pakar Fisika at 11:31am June 29
kenapa nunggu 2014 Pak, Niat is OK, tetapi Amal disebut duluan khan…

Mochtar Djamaludin at 11:33am June 29
Pengamatan yang jitu dan tepat sasaran……LANJUTKAN

Agxplatform Wardhana at 11:34am June 29
kalau arah lebih penting, maka tidak kan ada rasa penyesalan itu, yang ada tinggal “HARAPAN”…Percayalah Kasih ; -D

Hasanudin Abdurakhman at 11:37am June 29
Vick, kita tidak bicara soal keberanian, tapi soal timing. Arah itu ndak bisa dilepaskan dari timing. Lha ini platformnya ndak jelas, kok sudah bisa bilang on the right track? track yang mana?

Rovicky Dwi Putrohari at 11:38am June 29
@Budhi, GBHN atau REPELITA ini tantangan buat DPR. Mampukah anggota DPR yang sudah terpilih itu membuatnya?
@Denmas Pakar, Memprioritaskan “arah yang benar” (right track) ini hanya berlaku untuk pilihanku tahun 2009. Kalau 2014 kita belum tahu kondisinya seperti apa nantinya. Dunia bisnispun saat ini lebih banyak yang lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya, ketimbang mengadakan perubahan arah.
@Mas Wardana,… Yups, kita hanya bisa memiliki “harapan” utk ketidak pastian masa mendatang. Yg perlu didasarkan atas apa harapan ini kita wujudkan ?.

Iwan Hignasto at 11:40am June 29
Arah? Track yang betul? Memangnya SBY bawa bangsanya ke mana? Tiga-tiga capres sudah ikut menyeret kita masuk jurang, cuma kecepatannya aja yang beda-beda.

Rovicky Dwi Putrohari at 11:40am June 29
@Kang Hasan, Satu contoh tadi pemberantasan korupsi. Bahwa menahan dan menghukum besannya sendiri serta banyaknya anggota DPR yang terjerat KPK menunjukkan right track. Apakah cukup ? ya betul ndak cukup itu, seharusnya lebih dari itu. Tetapi seperti saya bilang aku saat ini lebih memprioritaskan “arah” perubahan, bukan hanya timing kan ?

Hasanudin Abdurakhman at 11:42am June 29
arah apa? kalau ada langkah membenahi kejaksaan, kepoloisian, dan pengadilan, seberapa kecilpun hasilnya, baru saya bilang arahnya sudah tepat. pemberantasan korupsi selama ini ndak ada arahnya, cuma kegiatan insidental kayak panitia ramadhan. don’t you get it?

Rovicky Dwi Putrohari at 11:45am June 29
@Mas Iwan, Emang sulit track yg bener itu kemana ? Saya juga hanya hanya melihat perubahan kecil, hingga saat ini. Tetapi yang perlu dipikir utk masa lima tahun kedepan apakah kita akan memerlukan tindakan yang cepat ?
Kalau melihat kampanyenya sih ketiganya mirip-mirip aja programnya, sama-sama ndak bisa dipastikan untuk dijalankan. Ndak ada beda, tapi yang bisa dikontraskan diantara SBY dan JK adalah dua hal itu (speed or directions).

Hasanudin Abdurakhman at 11:46am June 29
apa anda mau bilang JK tidak punya arah?

Paul Kristianto at 12:01pm June 29
mas vicky, adalah memang bagus jika mereka berdua dipisahkan. terlalu berat beban sby untuk bisa memutar laju kendaraannya jika jk berada dalam satu team dengan dia. saya yakin pasangan sby yang baru bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya (i have my faith on him…)

Iwan Busono at 12:05pm June 29
setuju Vick…SBY is on the right track..I’ll vote for SBY..yg masih mengecewakan dan hrs di perbaiki kedepan adalah pendidikan dan kesehatan…muahalll banget bo…

Taufiq Elrahman at 12:24pm June 29
emang yang garuk aulia pohan itu sby? bukannya kpk? jangan2 ini juga salah satu klaim cerita keberhasilan yang belum tentu karena kontribusi beliau aja. Variabelnya kan banyak.

Mezlul Arfie at 12:35pm June 29
SBY harus “membiarkan” besannya masuk bui. Ini given. Udah terperangkap duluan saat teman2nya yg laen masuk. Kalau nggak? secara politik SBY bisa “habis”. Jadi in theory, kalau SBY mau tetap lanjut, besannya “harus” masuk.

Sofyadi Roezin at 12:57pm June 29
Saya juga pendukung SBY-JK. Mungkin pengaruh mabuk kemenangan yang menerpa sementara petinggi PD menyebabkan SBY-JK harus bepisah.

Rovicky Dwi Putrohari at 1:02pm June 29
@Kang Hasan, Jelas ini bukan berarti JK ndak punya arah, Kang. Dalam kampanyenya JK memiliki slogan speed (lebih cepat lebih baik). Sedangkan SBy “Lanjutkan” (continue). Itulah sebabnya saya hanya berpikir prioritas utk 5 tahun kedepan memprioritaskan arah (lanjutkan) arah yang sudah ada hingga saat ini. Itu juga idsesuaikan dengan semangat kampanye mereka berdua.

Nurcahya Priyonugroho at 1:59pm June 29
Mas Rovick ini masih belum bisa menerima Boediono, hihihihi…!

Sofyadi Roezin at 2:02pm June 29
Kalau SBY berani memasang target 200 orang penegak hukum akan dipenjarakan dalam 5 tahun (jaksa, polisi, hakim) itu baru hebat.

Dina Frida at 3:46pm June 29
kalo belahan2 dunia yang lain, situasinya masih menentu dan terarah. hanya kebetulan saja belahan dunia tempat kita dilahirkanlah yang arahnya gampang goyah, kayak pohon tomat. SSTTT pakde, dapat insentif berapa dari tim sukses..bagi2 ya… (ini rhs)

Meddy Danial at 4:07pm June 29
ini baru top marketop pakdhe!
ini baru biangnya, Pakdhe top.

Nurcahya Priyonugroho at 4:16pm June 29
kutipan: … Namun dalam situasi dunia yang makin ndak menentu seperti sekarang ini aku lebih mementingkan arah ketimbang kecepatan…. Rumus yang bener sih, kalo situasi nggak menentu yang penting adalah fleksibilitas, cepat tanggap untuk melakukan adjustment, expect the un-expected. “Arah yang benar” itu yang mana? Yang SBY kerjakan sekarang? Lha wong kalo benchmarknya itu RJPM (Perpres No. 7 tahun 2005), buatan dia sendiri aja, ada banyak melesetnya, kok😀

Rovicky Dwi Putrohari at 4:30pm June 29
Kang Anung, secara teori, ketidak pastian bisa disekitar positip, disekitar negatip atau ketidak pastian disekitar 0 (random).
Kita tahu bahwa dunia ini sering mengalami fluktuasi besar (uncertain and unpredictable). Saat ini yang terjadi ketidakpastian dalam kondisi buruk. Tengok saja pertumbuhan ekonomi negeri-negeri di dunia, semua minus, … artinya tidak pasti dan disekitar yang buruk. Dalam kondisi tidak pasti dan buruk yang perlu menjaga arah dan tidak terlalu buru-buru. Pandangan kabur (unpredictable) serta jalan bergelombang (uncertain). Soal arah contohnya sudah aku beritahukan ke Kang Hasan diatas. Apakah SBY nilainya A, NO. tapi lumayan dapet C+🙂


Responses

  1. Pak Dhe…
    Saya setuju bahwa SBY ada di jalur yg benar..
    masalah kecepatannya, saya rasa baik2 saja.. tepat dengan ritme EVOLUSI yang baik…
    segala sesuatu yang sudah mengakar pasti susah dibasmi.. kalau terlalu cepat malah bisa bahaya, bisa2 8/9 orang pemerintahan masuk bui smua.. dan harus dicarikan gantinya dalam waktu yang sangat singkat.. EVOLUSION takes time..

    kalau mau berubah secara cepat ada caranya: REVOLUSI! semua pejabat yang ada sekarang, mulai dari tingkat terendah dan tertinggi digantikan dengan yang baru, yg pernah menjabat tidak boleh menjabat lagi… bikin aturan baru, mulai dari nol. cara ini cepat, efektif, efisien. tapi standarnya revolusi adalah beresiko tinggi: darah.

    Tidak akan gampang menumbangkan pohon yg besar dan sudah mengakar dalam.. harus pelan-pelan, mulai dari ranting-ranting, ke dahan, ke batang, baru terakhir ke akar…

    saya juga sepakat kalau di kepolisian dan kejaksaan masih banyak yg belum tersentuh (walaupun di kepolisian sudah mulai ada perubahan).. tapi mereka ini memang elemen yg krusial dan sensitif untuk diobok-obok.. harus hati-hati dan pelan2… mereka punya kartu trufnya: kalau mereka diusik terlalu banyak, kebusukan 8 dari 9 pejabat akan terkuak, dan mau tidak mau, SBY hanya akan punya 2 pilihan: telan ludah sendiri dan pura2 gak liat, atau REVOLUSI tadi…

    • *note: 8/9 maksudnya “8 dari 9” alias ~90%

  2. SBY mang hebat tapi tidak sehabat Jusuf Kalla yang lebih cerdas dan cepat bertindak.

  3. Gaya Kepemimpinan sipil sebenarnya lebih saya sukai dari pada gaya kepemimpinan militer, tapi siapaun pemimpinnya

    mohon stop export kayu glondongan, stop perburuan orang hutan, stop pembakaran hutan

    kalau goverment menyengsarakan rakyat yaaaaaa nocoment laha
    tapi tidak untuk menyengsarakan fauna indonesia, karena merka tidak tahu apa apa
    terimakasih

  4. Pakdhe saya ngga mau kembali ke golkar … jelas emoh. Pemerintah yang lalu blunder soal Lusi kan gara-gara golkar juga, bukankah aburizal bakri itu orang golkar.
    Jadi yg bikin kacau kemarin itu bukan sby tapi anakbuahnya Jusuf Kalla sendiri kan ?

  5. Rovicky: SBY ngga bisa lanjutkan tanpa JK … ya sudah ZALAN TERUS AZA…

    Saya termasuk yang menyesal terpisahnya SBY-JK. – SBY is on the right track – JK with more speed. Arah dan kecepatan itu perlu untuk maju. Sayapun hanya bisa bilang SBY sudah dalam track yang betul, walaupun dibilang ketinggalan dengan yang lain m……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: