Oleh: Rovicky | Juli 11, 2009

Jangan anggap remeh pemilih yang 60% ini.


Survey bukan sekedar akal-akalan.

Sayangnya banyak orang pinter-pinter yang membodohi rakyat dengan mengatakan bahwa metode quick count hanyalah akal-akalan …Quick count harus dimengerti dan diberitahukan ke masyarakat sebagai sebuah cara prediksi yang didasari ilmu yang patut dipelajari siapa saja yang senang dengan statistik dan prediksi. Jelas bahwa quick count bukan sekedar ulah konspirasi namun dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ada survey pra-pemilu, ada survey exit pool dan juga ada metode perhitungan quick count. Masing-masing memiliki ciri khusus dan pemanfaatan yang khusus pula. Mirip seperti dalam industri perminyakan dimana ada perhitungan predrilling yaitu prediksi sebelum dilakukan pengeboran eksplorasi, ada juga perhitungan dan pengukuran yang disebut Measurement While Drilling (Mengukur sambil mengebor) dan juga ada post drill evaluation (eavualasi etelah pengeboran). Masing-masing harus digunakan dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Survey pra pemilu dapat dipakai untuk menentukan target-target kampanye, dimana kampanye yang lebih efisien dan efektif. Survey exit pool dapat dipakai untuk menentukan kecenderungan pemilih dimasa mendatang, Demikian juga quick count, saat pileg kemarin, hasilnya sangat diperlukan dalam penentuan strategi koalisi. Masing-masing angka hasil survey ini perlu dipakai sebagai tool atau alat politik. Sedangkan manual count (perhitungan manual) dipakai sebagai hasil akhir yang memiliki aspek legal dan legitimasi si terpilih.

Pemilih yang 60% itu justru bukan rakyat yang mudah dibodohi.

Komentar-komentar miring hingga dua hari pasca PilPres 2009 ini terasa sekali banyak yang bernada merendahkan para pemilih yang sangat dominan ini. Mestinya harus diterima dengan legowo bahwa 60% rakyat yang memilih, bukanlah rakyat bodoh. Mereka yg 60% lebih ini memiliki pemikiran sendiri dalam memilih presidennya.

Seorang kawan melaporkan dari PPLN Perth Australia :

Ini hasil sementara real count PPLN-Perth
No 1 : 101 suara (11%)
No 2 : 722 suara (80%)
No 3 : 85 suara (9%)

Berita lain bisa dibaca disini :
Apakah kita akan berpikir bahwa fraksi terbesarnya juga dari mereka yang berpendidikan rendah ?

Saya yakin rakyat yang tidak dihargai ini justru akan terus berpikir dan akhirnya akan lebih berani memilih sesuai yang diinginkan dan dirasakannya. Disitulah letak demokrasi yang mandiri.

Jangan remehkan rakyat … Voter ini akan terus belajar dan mengerti siapa yang harus dipilih.

😦 “Pakdhe, ada ngga ya yang bilang seandainya saya tidak terpilih, saya akan tetap aktif membangun negeri ini sama seperti seandainya saya terpilih ?”

Ingin tahu pemenang pemilu ?
Dengarkan swara voter, bukan swara juru kampanye !



Responses

  1. ———- Forwarded message ———-
    From: Wahyudi Adhiutomo
    Date: 2009/7/12
    Subject: RE: [IAGI-oot] Jangan anggap remeh pemilih yang 60% ini.
    To: OutOfTopic

    Saya setuju dengan tulisan pakdhe Rovicky.
    Selama ini saya perhatikan politikus Indonesa –termasuk tim Sukses didalamnya– masih beranggapan rakyat Indonesa itu kurang pintar, mereka selalu menjejali rakyat dengan pernyataan2x yang “bombastis” dengan mengabaikan kemampuan rakyat untuk menerima dengan kepintarannya. Mana mungkin sebuah karya ilmiah –quick count– hanya dibantah dengan pernyataan2x bahwa lembaga surveynya itu dibayar oleh siapa? jadi nggak objektif. Nggak masuk akal kan?
    Quick Count menurut saya justru bisa dijadikan sebagai bentuk monitoring rakyat terhadap hasil pemilu yang ada. Coba dibayangkan kalau hanya KPU yang berhak menentukan angka, saya pastikan pasukan sakit hati akan rame-rame bergerilya ke KPU untuk melakukan sulap terhadap perolehan suaranya. Betul bukan? Quick Count tidak akan “mempengaruhi pemilih”, pemilih Indonesia sudah mampu membedakan mana yang pantas mana yang tidak pantas.
    Politikus, kami sekarang sudah lebih pintar daripada anda!

    .WA

  2. Setuju pakdhe, mengebor harus dilakukan. Saya check dulu link di sini nya ya? Sudah saya link blog ini, tukeran link ya?

  3. Salam kenal salam hangat tukeran link yuk, biar kita bisa bersahabat dan saling mengunjungi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: