Oleh: Rovicky | Juli 12, 2009

SBY masuk pada putaran kedua (2009-2014)


Perubahan politik Indonesia itu sedang terjadi

Barangkali banyak yang melihat bahwa SBY itu (terlalu) kalem, bin klemak-klemek atau letoy (jadi ingat padi super letoy … upst).Benarkah SBY mampu membawa perubahan ?

Tapi coba lihat apa yang telah terjadi setelah D-day pilpres 2009 ini. Saya hingga saat ini lebih percaya dan menggunakan perhitungan cepat atau quick count sebagai dasar, karena sakjane yang letoy itu KPU, wong ngitung gitu aja kok luammbaaat bangget. Jadi mestinya jangan ribut soal quick count tapi teriaklah ke KPU.

Kapan perubahan Indonesia akan terjadi ? Tentunya masih dalam ingatan kita, dalam kampanye ada capres yang menggemborkan akan memberikan perubahan namun dari swara yang diperolehnya jelas menunjukkan bahwa dia tidak didukung oleh partainya, yang ini memang kelihatannya partainyalah yang enggan berubah. Hallah !

SBY masuk pada putaran kedua (2009-2014)

SBY akan menyeleseikan putaran pertama hingga Oktober 2009 dan akan memasuki putaran kedua hingga 2014. JK hanya ikut satu putaran, karena putaran kedua SBY ngajak Boediono.

Apa perubahan putaran pertama ? Sebenernya dunia politik di Indonesia sudah sudah banyak perubahan yang sudah terjadi sejak pileg hingga pilpres kemarin. Jadi perubahan yang terjadi di Indonesia ini sudah berjalan secara alamiah, dengan sendirinya. Mari kita tengok perubahan apa yang telah terjadi.

Kita lihat partai berdasar religius tidak laku, ini tidak hanya partai Islam tapi juga partai agama lain. Perubahan ini cukup signifikan. PKS yang mendulang hingga 8% karena justru partai ini sudah terkesan terbuka dan tidak lagi memiliki nuansa religi yang kuat. Mereka saat ini sudah bisa menerima dan bahkan membela Boed yang istrinya diisukan kristen. Partai Islam lainnya jeblok !

Ormas Islam (berubah) tidak bisa lagi dipakai sebagai alat dalam “menggiring” pemilih. NU dan Muhammadiyah sangat jelas mendukung ke salah satu capres yang justru sangat jeblok perolehan pilpres kemarin. Di jogja dan bahkan di kampung yg isinya hampir semua orang Muhammadiyah juga dimenangkan SBY.

Perubahan dari sisi pemilih juga sangat jelas terlihat. Loyalitas pemilih sudah bukan sekedar partai. Survey litbang Kompas pra pilpres menunjukkan bahwa pemilih 32,9 persen pemilih PDI-P yang diperkirakan bakal menyeberang ke kubu SBY. Dan juga yang menyatakan memilih Partai Gerindra dalam Pileg 2009, misalnya, sebanyak 48,6 persen memilih pasangan Mega-Prabowo dan sebagian lainnya (40,5 persen) menyatakan bakal memilih pasangan SBY-Boediono. Harap diingat pilihan ini sudah ada sebelum masa kampanye. Artinya pemilih memang sudah punya nama presiden disakunya.

😦 “Pakdhe, kalau ini bener barangkali sakjane Fox Indonesia ndak ngubah apa-apa 🙂 Invoicenya ditarik lagi aja tuuh !”

Kemandirian demokrasi sepertinya sudah ada pada rakyat Indonesia yang menyelenggarakan pemilu setahun dua kali dengan aman.
Apakah ini pertanda demokrasi itu bagus untuk Indonesia ? Saya menjawab yakin, iya.
Apakah bagus untuk Partai Demokrat ? Maybe not, PD tidak memiliki kaderisasi yang bagus. PD terlalu SBY centris ! Tahun 2014 memang masih 5 tahun lagi, siapkah PD untuk tahun 2014 ? I doubt it ! (lebih tepatnya tantangan buat PD)

Jadi sebenarnya perubahan itu sedang berjalan secara alami, yang lebih penting adalah bagaimana kita menghadapi dan beradaptasi sambil menjalani perubahan yang lebih baik berjalan secara alami ini.


Responses

  1. Assalamu ‘alaikum, Terima kasih atas tempe gorengnya, besok makan tempe goreng lg.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: