Oleh: Rovicky | Juli 23, 2010

“Jalan bareng” Nuklir, Geothermal, Minyak, Gas, dan Batubara.


“Kalau gitu sebenernya bisa jalan bareng kaan ?”

Sebenarnya kata diatas bermakna teamwork dari kawan ketika diskusi di mailist IndoEnergy. Pengggalan kalimat dariPak Arnold  diatas perlu (harus) dimiliki oleh setiap komponen bangsa ini. Kita sudah mengerti bahwa Nuklir berbahaya, juga batubara … bahkan juga gas. Kita semua juga mengerti bahwa Indonesia masih corrupt. Bahkan kita juga tahu dengan mata kepala sendiri melihat NKRI kekurangan “energi siap pakai” (listrik, transport). Kita tidak miskin “sumberdaya energi” tetapi kita fakir dalam “energi siap pakai“.

Untuk menjadikan sumberdaya energi menjadi energi siap pakai, diperlukan konversi. Disinilah semua perlu bersinergi dalam mewujudkan konversi ini.

Kenapa harus sinergi ?
Hanya dengan salah satu jenis sumberdaya energi saja, kita tidak bakal cukup memenuhi kebutuhan energi siap pakai (listrik, BBM dll). Dengan batubara thok thil, tidak cukup. Dengan gas thok thil, atau minyakbumi apalagi. Kita tidak mampu mencukupi kebutuhan energi siap pakai dari sumberdaya energi yang “sudah siap” tersedia.

Ya saya memberikan penekanan kata “sudah siap“, artinya sumberdaya alam kita sebenernya mencukupi, tetapi dari kesiapannya mungkin kita akan ketinggalan atau tetap kekurangan energi bila tidak memanfaatkan semua sumber daya energi yang “sudah siap” dikonversi menjadi energi siap saji.

Punyaku penting, pilihanmu juga penting.
Diskusi yang sering terjadi (termasuk di mailist ini) adalah mengatakan sumberdaya energi pilihanku yang paling bagus, sehingga kamu ndak perlu (ndak boleh) berkembang. Karena berbahaya atau mencemari, atau tidak ekonomis.

Kalau saja masing-masing memikirkan bagaimana meningkatkan pilihannya, mungkin kebutuhan energi siap saji ini menjadi tercukupi. Karena kita tidak membuang energi dalam menghambat pengembangan sumberdaya alam yang “bukan” pilihanku.

Sinergi .. ya sinergi dapat berarti juga SynEnergy.

Istilah sinergi berasal dari kata Yunani kuno syn-ergos, συνεργός, yang berarti ‘bekerja sama’. yang tentusaja harus “sama-sama bekerja

Have a nice day !


Responses

  1. tapikan banyak mafia,.,.,. yg monya jalan sendiri,.,.,

  2. nice info.. oia Mampir dunks..!! thanks

  3. Kata orang sih kita ini tergolong bangsa yang konsumtif. Banyak energi kita yang menguap bukan untuk hal yang produktif. Jelasnya kita ini termasuk boros energi.
    Lha wis weruh dalan macet, speda motore podo gede-gedean mesine, 70cc, 100cc nganti 225cc.
    Memang mlakune mak wuss tapi bensine yo mak puss.
    Tapi aku setubuh eh setuju kalau kita tak boleh bergantung pada satu sumber daya semisal fosil dan harus secepatnya mengaplikasikan energi yang lain, syukur syukur yang terbarukan.

  4. jarenyong tah pancen wonge bae sing kecingan…. ora gelem nyoba…. li ora percaya anapa dhing… dadi senenge kawatir thok…

  5. bener juga ni.. agar tidak kehilangan dan kekurangan banyak sumber daya energi sebaiknya mulai sekarang kita smeua harus dapat memanfaatkan berbagai macam sumber energi yang ada


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: