Oleh: Rovicky | Desember 2, 2010

Smart Work (80-20) NgeBLOG sambil bekerja


Seorang sahabat saya bertanya bagaimana membagi waktu kerja ngemail, ngeblog dan jalan sana-sini tetapi kerjaan kantor tetap terselesaikan.

Gini tanyanya “Sajake nang Hezz ki do sepi kerjaan truz dadi ahli hukum dadi kalo gitu podo karo Liamsi ahli di bidang bukan ahlinya..” (kok email berseliweran ramai)

Nah disini ada hal menarik bagaimana membagi waktu yang sehari hanya 24 jam tetapi menyelesaikan tugas seusuai target.

Masih soal pendapat pribadi, sekarang soal pekerjaan atau soal bekerja. Bukan soal politik ataupun soal bencana

80-20 (Pareto)   

Saya selalu menggunakan kaidah 80-20 (eighty twenty), yaitu menyelesaikan 80% masalah dengan 20% waktu yg ada. Jadi saya tahu ngga bakalan mampu menyelesaikan masalah 100% tuntas. Jadi ya sudah seleseikan saja 80%nya, sisa waktunya buat mengerjakan yang lain.

Tetapi bukan berarti saya tidak menyelesaikan pekerjaan saya, saya ngakali dengan menyelesaikan target +20%. Tambahan 20% ini adalah tambahan masalah lain yang tidak direncanakan sebelumnya.

Contoh saya diminta membuat porosity evaluation untuk lapisan A B C D E. Membuat peta distribusi porositasnya, membuat porosity depth plot, dan porosity reduction historical atau genesanya (burial vs mineralogical). Saya tahu ndak bakalan tuntas menyelesaikan lima zona ABCDE ini, walau menggunakan 100% waktu yg diberikan. Maka saya menambah lapisan zona F sebagai tambahan (upside potential), sehingga hasil yang saya berikan menjadi mendekati 100% dari yg diminta. Jadi hanya dengan 20% + 20% saya menyelesaikan tugas, masih sisa 60% buat ngeblog, ngimail, chatting dan haha-hihi mengembangkan network sana sini.

Nah untuk menyelesaikan 20% masalah sisanya ini, kita dapat bertanya kepada konsultan, bertatanya pada yang lebih pinter, atau dibiarkan saja sebagai bagian dari risiko eksplorasi …

Pareto

Pada tahun 1906, ekonom Italia Vilfredo Pareto menciptakan formula matematis untuk menggambarkan ketimpangan distribusi kekayaan di negaranya, mengamati bahwa dua puluh persen orang memiliki delapan puluh persen dari kekayaan. Pada akhir 1940-an, Dr Joseph M. Juran secara tidak akurat disebabkan Aturan 80/20 untuk Pareto, menyebutnya Prinsip Pareto. Meskipun mungkin misnamed, Pareto’s Principle atau Hukum Pareto, bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk membantu anda mengelola secara efektif.

Salah satu analogi hukum ini dipakai seperti diatas. Setelah melebihi waktu 20% maka penambahan penyelesaian masalah menjadi semakin kecil penambahan hasilnya. Artinya 20% masalah terakhir ini merupakan masalah tersulit buat kita kerjakan sendiri. Saatnya meminta bantuan orang lain, konsultan, asisten atau bahkan anggap saja risiko pekerjaan.

Iklan

Responses

  1. pas sekali saat ini aktivitas saya begitu banyak dan sulit sekali untuk bisa membagi waktu..
    terima kasiha atas ulasannya, benar2 smart dan membantu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: