Oleh: Rovicky | November 6, 2009

Negeri reptil bikin episode

Wah episode lanjutan lebih seru …. semalem mengikuti RDP antara Kapolri dengan Komisi 3 … sampai jam 3 pagi ! Pak Pulisi yang dengan tenang penuh kedewasaan secara politis dan prosedur serta aturan tatakrama penyidikan telah dipuji-puji oleh anggota DPR.

Kalau masih mau “open mind” kita akan tahu siapa itu KADAL yang mengaku cicak ! Sehingga akan tahu bahwa cicak-cicak yang asli justru dikadalin !

Doh … “Negeri reptil” ini selalu membuat episode aneh ..

Eamng perlu disadari bahwa Polisi itu bukan badan Adhoc, kita harus sadar KPK suatu saat harus bubar. Lembaga KPK ICW dll itu lembaga adhoc yang dibuat sementara. Aturan-aturan kenegaraan di negeri manapun membuat lembaga seperti KPK sebagai adhoc (sementara).

Ketika tulang kaki patah, kita perlu penyangga. Tetapi kalau sudah mampu berdiri tegak, ya jangan pakai penyangga lagi doonk.

Lutju !

Nah yang banyak ngga disadari itu adanya 128 reserse didalam KPK. Mereka ya tetep saja polisi … d’corps mereka ya tetep saja polisi. Polisi-pun sudah mengulang-ulang statement ini. Cukup menarik ketika Kapolri mengatakan siap ditelanjangi didepan DPRsebagai mitra kenegaraannya. Nah, apakah KPK harus brani juga ?

Kurasa ada sebuah kesadaran baru di DPR, Polisi serta masyarakat yang melihat RDP semalam.

Di Indonesia ini banyak yang menganggap dirinyalah yang paling berwenang, walaupun akhirnya yang terjadi tindakan sewenang-wenang. Si BUAYA menganggap dirinyalah yang diakui berwenang, lah wong di negeri mana saja ya buaya pegang peranan soal ketertiban (walau dirinya juga belum tentu tertib).

KADAL yang tadinya ngaku cicak, tampil kedepan karena barusan mendapat mandat, lagi-lagi menggunakan kewenanagan tanpa aturan jelas.

Tokek-tokek berkeliaran membawa kamera dan alat perekam swara.

“Tokek …!”… kamu bener

“Tokek …!” … kamu salah

“Tokek … ! “… ah kamu juga

” Tok …!”

” kek …. k”

” kek … !..”

Tokek keselek, lidahya kegigit !

(cicak-cicak kebingungan)

Nyamuk-nyamuk menjadi leluasa kesana kemari karena cicak yang dikadalin lupa akan tugasnya …

“Kebenaran tidak pernah memihak … walaupun kadang kala kebenaran tidak bisa menang !”

Oleh: Rovicky | Oktober 12, 2009

Gembul loncat dari lantai 7 … haah ?

Gembul MukiyoPagi-pagi di kantor dikagetkan dengan chattingan di gMail.

“Gembul ga ada …!”

Blaik, !!!!

Sudah kuduga satu tempat lubang pagar nako di dekat tempat cucian itu memang rawan. Walaupun aku barusaja aku baca artikel kalau kucing masih bisa selamat walaupun jatuh dari lantai tujuh. Tapi ini Gembul, ey. Kucing gendoet yang ngga biasa loncat-loncatan.

Gembul baru saja masuk apartemen setelah 2 minggu di karantina di Bandara Soearno-Hatta. Jadi baru dua hari di gedung di lantai 7 ini. Tentusaja setiap kucing yang barusan pindah rumah selalu kesana-kemari. Kalau masa sekolah dulu namanya masa orientasi. Kucing melakukan hal yang sama. Masa orientasi Si Gembul dulu ketika di KL hanya sehari. Langsung hapal tempat makanan dan tempat pup (toilet) nya.

Atau jangan-jangan gembul mencoba pengalaman salah masuk toilet tetangga ya ? Baca Lanjutannya…

Oleh: Rovicky | September 7, 2009

Jadi kapan mau lebaran ?

lebaranTernyata penentuan kapan lebaran tidak sekedar dengan hisap dan rukyat beberapa alasan dibawah ini mungkin salah satu pilihan anda :

  • Tergantung ibu.
    Kalau ibu sudah buat ketupat dan opor ya langsung lebaran, kalau belum ya puasa lagi. Emang mau makan apa ?
  • Tergantung Bapak.
    Biasanya bapak nyembelih ayam buat opor. Jadi ibu juga ngikut bapak kapan ayam itu disembelih.
  • Tergantung Pak Imam masjid.
    Lah kalau ngga ada yang ngimami Sholat Ied trus gimana ?
  • Tergantung Pemerintah
    Soalnya liburannya mesti bener. Ntar dikira membolos lagi.
  • Tergantung perusahaan lah.
    Kalau udah malam takbiran, tapi bonus lebaran belum ada mau pakai apa ?
  • Tergantung tukang jahit
    Iya tuh, masak baju baru gwe belum jadi. Lebaran pakai kaos oblong mana lutju !
  • Tergantung Arab lah
    Lah emangnya kau tinggal di Arab ?
  • Tergantung keputusan NU
    Ya wis tunggu aja sampai kliatan si anak bulan. Wong bulan aja ndak punya pasangan kawin.
  • Tergantung Muhammadiyah
    Looh, Muhammadiyah bukan gantungan !
  • Tergantung tiket kereta api.
    Lah kalau mau mudik ndak dapet tiket emangnya mau lebaran di stasiun ?
  • Tergantung pembantu lah.
    Kalau si Iyem pulang kampung, kita ikutan mudik aja. emang kau mau nyuciin bajuku ?
  • Tergantung yang ngomong.
    Kalau yang ngomong orang batak artinya “agak lebar dikit bah !” 
    Halllah !

Jadi gimana duonk ?

Oleh: Rovicky | Agustus 18, 2009

Berandai-andai : SBY jadi proklamator

Presiden SBY

Ada kawan yang menggelitik tanya gini :

> Pak Dhe, Seandainya SBY itu jadi calon proklamator di tahun 1945. Kira-kira
> kapan proklamasi kemerdekaan yah? he..he

Apakah proklamator (Soekarno) dulu ngga lamban ? Tergantung darimana melihatnya. Konon dulu Soekarno harus “diculik” untuk menjadi proklamator. Yang hebat itu si penculik2 ini. Lah wong dulu pernah ada kalimat “nanti Indonesia akan diberi kemerdekaan“. Dengan kalimat itu aja dulu rakyat Indonesia udah seneng bangget. Maka dibentuklah badan khusus bernama BPUPKI. Itu dulu artinya sama saja ngolor-olor wektu. Baca Lanjutannya…

Oleh: Rovicky | Juli 12, 2009

SBY masuk pada putaran kedua (2009-2014)

Perubahan politik Indonesia itu sedang terjadi

Barangkali banyak yang melihat bahwa SBY itu (terlalu) kalem, bin klemak-klemek atau letoy (jadi ingat padi super letoy … upst).Benarkah SBY mampu membawa perubahan ?

Tapi coba lihat apa yang telah terjadi setelah D-day pilpres 2009 ini. Saya hingga saat ini lebih percaya dan menggunakan perhitungan cepat atau quick count sebagai dasar, karena sakjane yang letoy itu KPU, wong ngitung gitu aja kok luammbaaat bangget. Jadi mestinya jangan ribut soal quick count tapi teriaklah ke KPU. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori